Skip to main content

9 Cara Hidup Super Hemat di Oslo


Menurut laporan dari majalah CEOWORLD tahun 2020, Norwegia berada di urutan kedua sebagai negara paling mahal untuk ditinggali di dunia setelah Swiss. Sementara data dari Cost of Living Index City yang dipublikasi oleh Expatistan, Oslo berada di urutan ketujuh sebagai kota paling mahal di Eropa setelah beberapa kota di Swiss dan London.

Bagi orang Indonesia yang baru tiba atau berkunjung di Norwegia, kebiasaan membandingkan harga dengan kota tempat tinggal pasti seringkali meringis saat tahu biaya hidup di Norwegia begitu mahal. Apalagi untuk ibukota seperti Oslo, dimana letak pemerintahan, bisnis, serta perdagangan berada di satu poin, pastinya menarik minat banyak imigran untuk datang dan menetap. Lalu sama seperti ibukota lainnya di dunia, harga biaya akomodasi sampai transportasi di Oslo lebih mahal ketimbang kota-kota kecil.

Tapi meskipun Oslo selalu dijuluki sebagai kota mahal, selalu ada cara bagaimana hidup hemat di tempat ini. Bagi kalian yang tertarik atau sebentar lagi akan pindah ke Oslo, intip tips berikut untuk merencanakan hidup frugal tanpa mesti kelaparan!

1. Belanja barang bekas


FYI, daya beli masyarakat Norwegia untuk urusan fesyen sebetulnya cukup rendah hingga menyebabkan banyak toko baju bangkrut alias tutup permanen. Sementara demand untuk baju bekas pun meningkat selama beberapa tahun ke belakang karena baju bekas masih dianggap punya nilai estetika tersendiri. Bagi yang tertarik membeli barang-barang bekas dari mulai buku, baju, hingga lampu-lampu vintage, saya sarankan datang ke UFF atau Fretex. Barang yang ada di toko-toko ini kebanyakan adalah barang bekas yang tak orang butuhkan lagi, lalu dibuang ke kontainer. Namun jangan salah, beberapa di antaranya kadang masih sangat bagus dan tertempel price tag!

Untuk mengecek gaya baju yang lebih vintage dan retro, pusatnya ada di Grünerløkka. Grünerløkka ini dulunya adalah distrik di Oslo dimana banyak pabrik dan keluarga kelas pekerja tinggal. Namun sejak abad ke-20, distrik ini pun disulap menjadi tempat yang lebih hipster dan modern meninggalkan semua sentimen orang-orang tentang daerah yang rawan. Beberapa toko baju retro yang bisa kamu coba datangi adalah Pasar Minggu Blå, Ny York, Robot, dan Velouria Vintage.

Kalau malas datang ke toko fisik, Norwegia punya situs cari dan jual barang bekas terbesar, Finn. Ada banyak sekali barang yang bisa kita temukan di sini dengan harga super variatif. Situsnya sendiri memang pakai bahasa lokal, tapi boleh saja dikunjungi kalau penasaran cari Macbook bekas, misalnya.


2. Beli makanan leftovers
Tren untuk lebih peduli lingkungan semakin sering diterapkan oleh orang-orang Norwegia belakangan ini. Banyak yang mengganti bahan-bahan makanan dengan yang lebih organik, membeli produk ramah lingkungan, serta menyelamatkan makanan yang masih edible dari tempat sampah. Di tahun 2019, Norwegia tercatat berhasil mengurangi limbah makanan sampai 12%. Tentu saja hal ini tidak luput dari peran pemerintah, restoran, hotel, serta tempat makan lokal yang mau berusaha mengurangi pembuangan sampah makanan secara masif.

Tak terkecuali untuk yang ingin hemat sekalian berpartisipasi aktif mengurangi sampah makanan, Too Good To Go adalah salah satu solusi dari aplikasi ponsel yang bisa kamu unduh di Oslo. Too Good To Go adalah perusahaan startup sukses asal Denmark yang punya tujuan ambisius untuk menginspirasi orang-orang melawan sampah makanan. Sistem kerjanya, kita hanya tinggal cek beberapa restoran, hotel, atau kafe yang terdaftar di aplikasi tersebut untuk membeli makanan leftover yang biasanya diambil di sore hari. Makanan ini dikemas di dalam kantong kertas yang tidak pernah kita tahu isinya, namun bisa dibeli hanya dengan NOK 45 (IDR 70ribu-an) saja! Biasanya harga dan isi kantong sangat tergantung dari apa yang masih tersisa di tempat tersebut. Beberapa teman saya ada yang pernah membeli sekantong makanan hangat, super banyak, dengan harga NOK 60 (IDR 96 ibu) saja untuk makan malam! 


3. Cheaper-price sections


Bagi yang tak terlalu tertarik beli makanan leftovers karena mungkin punya alergi dan pantangan terhadap makanan tertentu, masak sendiri adalah jalan termurah yang bisa kita lakukan. Harga bahan makanan di supermarket lokal sebetulnya tak murah bagi sebagian orang, apalagi yang masih segar. Tapi, kita bisa mengecek beberapa bahan makan di keranjang diskonan yang tersedia di beberapa supermarket seperti REMA 1000 atau MENY. Bahan makanan yang tersedia di keranjang ini biasanya sangat acak tergantung stok tanggal kadaluarsa. Ada bacon, daging domba atau sapi cincang, daging putih, burger, ataupun yoghurt yang sudah mendekati tanggal kadalurasa lalu dijual murah. Beberapa produk bahkan bisa saja didiskon dengan sangat miring untuk bisa diborong dan disimpan di freezer sebagai persediaan.

Kalau memang sangat aware dengan kehalalan suatu produk, bisa mengunjungi daerah Grønland yang memang sangat terkenal sebagai pusatnya imigran Muslim. Di daerah ini kita bisa menemukan banyak rumah makan halal, toko sayuran yang buka setiap hari, hingga toko daging halal murah.


4. Ikut membership supermarket


Yang satu ini mungkin memang tidak memberikan diskon secara langsung, tapi melalui sistem cashback. Trumf adalah program tunjangan yang memberikan kita bonus uang kembali setiap kali berbelanja di mitra Trumf. Program ini bisa kita manfaatkan saat belanja ke toko fisik atau toko online supermarket dengan reward uang kembali sebanyak 1 persen dari total belanjaan. Setiap tahun sekali di hari Kamis, KIWI juga menyelenggarakan Trumf bonus 3 kali lipat cashback (3%) dibandingkan hari biasa. Untuk pelanggan Trumf Plus, kita juga punya kesempatan dapat tambahan diskon cashback sebesar 15% untuk aneka bahan makanan segar. Tak hanya diskon di supermarket, kita juga bisa dapat bonus setiap kali belanja di toko online H&M, memesan penginapan di Booking.com, atau jalan-jalan naik kapal dari Fjord Line.

Kalau ingin repot sesekali, boleh juga mengunduh koran supermarket di ponsel seperti Mattilbud dan Kupp, atau buka situs Tilbudsuken dan Tiendeo untuk mengecek bahan makanan apa saja yang sedang diskon di supermarket. Jadi contohnya di KIWI lagi diskon daging cincang, sementara di SPAR lagi diskon tisu toilet, kita bisa saja mendatangi kedua supermarket tersebut hanya untuk beli barang diskonan. Meskipun terlihat sangat repot mesti pindah-pindah toko, tapi diyakini cara ini bisa membuat pengeluaran bulanan semakin irit.


5. Nongkrong murah sekitar Oslo


Meskipun 'katanya' Oslo biasa-biasa saja ketimbang dua ibukota lainnya di negara Skandinavia, namun Oslo merupakan kota hijau yang menjadi salah satu pusat sejarah Viking. Mengelilingi pusat ibukota ini pun tidaklah sulit karena letak beberapa tempat wisata sebetulnya hanya terpusat di beberapa titik. Di musim panas, kita bisa ikut berjemur dan mandi di lautan daerah Sørenga yang sudah disulap menjadi lebih modern. Tahun ini pun salah satu alternatif tempat nongkrong asik akhirnya dibuka di pusat kota, Perpustakaan Deichmann. Bangunan lima lantai dengan arsitektur cantik dengan fasilitas cozy yang langsung menghadap ke perairan ini, selalu punya daya tarik untuk dikunjungi warga Oslo.

Yang paling saya suka dari beberapa tempat wisata di Oslo, tempat tersebut tidak hanya berfungsi sebagai lokasi foto-foto, tapi juga hiburan. Contohnya Frognerparken yang sangat terkenal dengan keindahan pahatannya, atau Kebun Raya Oslo, yang tidak hanya bisa dimanfaatkan sebagai trek lari dan playground tapi juga spot piknik di musim panas. Kalau sabar menunggu, setiap tahun di bulan April pemerintah setempat juga punya program Turist i egen by (Turis di kota sendiri) yang didedikasikan bagi warga Oslo untuk bisa mengunjungi semua tempat wisata di dalam kota secara gratis selama sehari penuh! Tak hanya museum atau galeri seni, tapi semua transportasi yang mengelilingi Oslo juga beroperasi mengangkut semua penumpang secara cuma-cuma. Meskipun, mesti siap-siap berdesakkan di dalam bus atau tram di hari tersebut.


6. Take what nature provides


Salah satu hal yang menyenangkan dari tinggal di Oslo adalah kita tidak harus travelling jauh-jauh untuk bisa menemukan hutan yang rindang dan danau yang tenang. Di Oslo, kamu bisa dengan mudah pergi ke pegunungan, danau, laut, atau hutan hanya di satu kota. Dengan luas sebesar 454 km², lebih dari 280 km² wilayah Oslo merupakan hutan. Saat bosan main ke pusat kota, boleh saja melipir sebentar ke Oslomarka untuk hiking atau hanya lari dari penatnya kota. Tidak perlu takut tersesat di hutan-hutan ini karena wilayahnya sudah terorganisir dengan sangat baik hingga selalu dipasang arah jalan agar memudahkan pejalan. Tak hanya itu, di beberapa bagian hutan yang dalam kita juga bisa menemukan danau tenang yang bisa dijadikan hiburan untuk berenang. Meskipun, kita juga bisa berenang ke pantai yang ada di daerah Bygdøy untuk sunbathing sekalian barbeque-an saat musim panas.

Yang bosan ingin kemana lagi, mungkin ingin mencoba island hopping di Oslofjord yang bisa diakses dengan kapal dari Aker Brygge. Tiket kapalnya sendiri sudah termasuk dengan tiket transportasi dalam kota, sehingga tidak perlu beli baru. Kalau penasaran mencoba ski untuk pertama kali, beberapa organisasi seperti Caritas menyediakan kursus ski gratis yang diadakan di Oslo dengan peralatan yang juga disewakan tanpa dipungut biaya apapun!


Takut jalan-jalan sendiri? Unduh aplikasi Meetup di ponsel mu untuk stay updated dengan berbagai kegiatan short tour yang biasanya diadakan oleh para foreigners di Oslo. Beberapa teman saya juga kadang mendapatkan informasi tur pendek seperti ini dari Couchsurfing ataupun grup-grup outdoor lainnya di Facebook.


7. Panen dari kebun liar


Selain punya alam yang berfungsi sebagai tempat rekreasi, tahu kah kalian kalau alam Norwegia juga sangat baik memberikan kita makanan gratis setiap tahun? Tiap musim semi, banyak sekali bunga-bunga liar cantik yang tumbuh di hutan atau pinggir jalan untuk bisa kita petik menghiasai vas di rumah. Tak hanya bunga, beberapa anggota rerumputan pun kadang punya ruas batang dan kepala sari yang unik untuk dikeringkan dan digunakan sebagai dekorasi. Namun tentu saja, kita harus melihat mana bunga yang tumbuh liar, mana bunga yang sengaja ditanam untuk menambah keindahan kota. Untuk jenis bunga terakhir, sangat disarankan memang tidak untuk dipetik.

Musim panas juga merupakan berries season di Norwegia saat kita bisa menemukan banyak sekali pohon beri liar di hutan. Ada frambos, blueberry, sampai stroberi. Bawa keranjang yang besar untuk panen buah frambos, bilberry, atau cloudberry liar di hutan karena buah-buahan ini bisa disulap jadi selai, topping makan yoghurt dan oatmeal, atau penghias kue. Trust me, frambos yang ada di hutan meskipun ukurannya kecil, tapi rasanya lebih manis dan otentik ketimbang di toko! 

Saat musim gugur, cobalah untuk jalan-jalan ke hutan dan hunting jamur Kantarell. Jamur ini baunya sangat aromatik dan harganya sangat mahal mengingat langkanya persediaan setiap tahun. Ada banyak sekali warga Norwegia yang pergi ke hutan dan mencari jamur ini karena rasanya juga nikmat. Namun hati-hati, jangan sampai memetik jamur yang salah karena bisa saja beracun dan membahayakan tubuh.


8. Bergabung jadi volunteer


Meskipun tak banyak festival besar yang digelar di Oslo, tapi kota ini selalu berusaha memberikan hiburan setiap tahun bagi warganya mulai dari pergelaran konser hingga festival. Sayangnya, karena harga tiket yang tak murah, masuk festival pun jadi malas karena harus hemat. Tapi ada satu cara agar kita bisa masuk ke area festival tanpa dipungut biaya apapun, yaitu dengan cara jadi sukarelawan.

Banyak festival di Oslo biasanya digelar saat akhir pekan di musim panas, meskipun beberapa olimpiade olahraga lebih sering digelar saat musim dingin. Kalau memang sedang tak sibuk, kalian bisa coba buka situs festival tersebut dan cari informasi tentang "frivillig" atau sukarelawan. Beberapa festival besar biasanya membutuhkan banyak tenaga sukarelawan yang mau bekerja, dengan imbalan makan/minum dan tiket masuk festival gratis. 



9. Being a student 


Jadi pelajar di luar negeri memang punya lebih banyak benefit mengakses diskon, tak terkecuali di Norwegia. Dengan menjadi pelajar di negara ini, kita bisa mendapat banyak potongan saat membeli tiket transportasi bulanan, masuk museum, diskon toko dan restoran, hingga daftar akun bank khusus pelajar tanpa biaya administrasi tahunan. Walaupun saat jadi pelajar ekonomi masih pas-pasan, tapi tak jarang status ini sering dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin untuk mendapatkan pengalaman berlebih saat tinggal di Oslo. Beberapa restoran bahkan selalu berusaha menarik minat para pelajar untuk makan di sana dengan memberikan diskon tambahan sebesar 10-25%.



Oslo memang mahal, tapi tentu saja semuanya kembali ke gaya hidup masing-masing. Semoga tips di atas bisa berguna bagi yang siap-siap ingin pindah atau sedang survive dengan kemahalan kota ini. Kalian punya tips atau pertanyaan seputar kehidupan di Oslo, silakan tinggalkan jejak di bawah! Jangan lupa juga baca postingan saya tentang biaya hidup di Norwegia di sini bagi yang penasaran dengan informasi lainnya!



Comments

  1. Cuman mau koreksi kalau too good to go asalnya dari DK

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tengkyuuuu koreksinya, Cece!!! Aku udah nyari2 tapi gak nemu2 dimana headquarter-nya ;)

      Delete
    2. Ini ada sedikit kisahnya :) https://www.eu-startups.com/2019/02/copenhagen-based-app-too-good-to-go-raises-a-further-e6-million-to-eliminate-food-waste/

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bule Ketemu Online, Bisakah Serius?

( PERHATIAN!!! SAYA BANYAK SEKALI MENERIMA TESTIMONIALS SOAL COWOK-COWOK DARI INGGRIS YANG MEMINTA ALAMAT SI CEWEK YANG DIKENAL VIA ONLINE. FYI , HAMPIR SEMUA MODUS PENIPUAN SEPERTI INI BERASAL DARI INGGRIS DAN AMERIKA! JANGAN PERNAH TERTIPU KEMASAN KULIT PUTIHNYA, KARENA BISA JADI YANG KALIAN AJAK CHATTING -AN ATAU VIDEO CALL -AN ITU ADALAH PENIPU !! JANGAN PERNAH BERI DATA DIRI SEPERTI NAMA LENGKAP, ALAMAT, SERTA NOMOR IDENTITAS ATAU KARTU KREDIT KE ORANG-ORANG ASING LEWAT DUNIA DIGITAL! BE SMART, BE AWARE, AND PLEASE JANGAN DULU BAPERAN KALO ADA YANG MENGAJAK NIKAH PADAHAL BARU SEMINGGU KENAL!!!) Selain berniat jadi au pair, ternyata blog saya banyak dikunjungi oleh cewek-cewek Indonesia yang ingin pacaran atau sedang dekat dengan bule. Gara-gara tulisan tentang cowok Eropa dan cowok Skandinavia , banyak pembaca blog yang mengirim surel ke saya dan curhat masalah cintanya dengan si bule. Aduh, padahal saya jauh dari kata "ahli" masalah cinta-cintaan. Saya sebet

Mempelajari Karakter Para Cowok di Tiap Bagian Eropa

*I talk a lot about European boys in this blog, but seriously, this is always the hottest topic for girls! ;) Oke, salahkan pengalaman saya yang jadi serial dater  selama tinggal di Eropa. Tapi gara-gara pengalaman ini, saya juga bisa bertemu banyak orang baru sekalian mempelajari karakter mereka. Cowok-cowok yang saya temui ini juga tidak semuanya saya kencani. Beberapa dari mereka saya kenal saat workshop, festival, ataupun dari teman. Beruntung sekali, banyak juga teman-teman cewek yang mau menceritakan pengalamannya saat berkencan dari cowok ini, cowok itu, and all of them have wrapped up neatly in my head!

7 Kebiasaan Makan Keluarga Eropa

Tiga tahun tinggal di Eropa dengan keluarga angkat, saya jadi paham bagaimana elegan dan intimnya cara makan mereka. Bagi para keluarga ini, meja makan tidak hanya tempat untuk menyantap makanan, tapi juga ajang bertukar informasi para anggota keluarga dan pembelajaran bagi anak-anak mereka. Selain table manner , orang Eropa juga sangat perhatian terhadap nilai gizi yang terkandung di suatu makanan hingga hanya makan makanan berkualitas tinggi. Berbeda dengan orang Indonesia yang menjadikan meja makan hanya sebagai tempat menaruh makanan, membuka tudung saji saat akan disantap, lalu pergi ke ruang nonton sambil makan. Selama tinggal dengan banyak macam keluarga angkat, tidak hanya nilai gizi yang saya pelajari dari mereka, tapi juga kebiasaan makan orang Eropa yang sebenarnya sangat sederhana dan tidak berlebihan. Dari kebiasaan makan mereka ini juga, saya bisa menyimpulkan mengapa orang-orang di benua ini awet tua alias tetap sehat menginjak usia di atas 70-an. Kuncinya, pola

Hal yang Harus Diketahui Sebelum Memutuskan Jadi Au Pair

Nyaris empat bulan saya disini, masih banyak saja tanggapan dan respon positif bahkan negatif dari orang terdekat saat tahu saya sedang di luar negeri. Ada yang menganggapnya wah sekali karena beruntung mendapatkan kesempatan ke luar negeri, ada juga yang menganggapnya biasa saja saat tahu pekerjaan saya sebagai au pair. Au pair bukanlah pekerjaan yang berjenjang karir, tapi menurut saya program ini bisa memberikan pengalaman yang keren sekali (atau bahkan buruk sekali). Au pair memang bisa disamakan dengan homestay, sebuah program pertukaran budaya yang ditawarkan oleh beberapa yayasan dan beasiswa di Indonesia. Bedanya, kita juga bisa mencari uang dari keluarga tersebut dengan membantu mereka mengurus anak, bersih-bersih, atau melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya. Upahnya? Jangan dikurs ke rupiah ya. Memang upahnya tergolong tinggi saat dibawa ke Indonesia. Tapi, biaya hidup di Eropa yang juga sama tingginya, menegaskan kalau upah yang kita terima ini sebandin

Guide Untuk Para Calon Au Pair

Kepada para pembaca blog saya yang tertarik menjadi au pair, terima kasih! Karena banyaknya surel dan pertanyaan tentang au pair, saya merasa perlu membuat satu postingan lain demi menjawab rasa penasaran pembaca. Mungkin juga kalian tertarik untuk membaca hal-hal yang harus diketahui sebelum memutuskan jadi au pair  ataupun tips seputar au pair ? Atau mungkin juga merasa tertantang untuk jadi au pair di usia 20an, baca juga cerita saya disini . Saya tidak akan membahas apa itu au pair ataupun tugas-tugasnya, karena yang membaca postingan ini saya percaya sudah berminat menjadi au pair dan minimal tahu sedikit. Meskipun sudah ada minat keluar negeri dan menjadi au pair, banyak juga yang masih bingung harus mulai dari mana. Ada juga pertanyaan apakah mesti pakai agen atau tidak, hingga pertanyaan soal negara mana saja yang memungkinkan peluang kerja atau kuliah setelah masa au pair selesai. Oke, tenang! Saya mencoba menjabarkan lagi hal yang saya tahu demi menjawab rasa penasar