Kuliah Mandiri di Luar Negeri, Keberuntungan atau Kerja Keras?

Saturday, January 8, 2022



"Menurut kamu ya, Nin, apakah memungkinkan kuliah di luar negeri pakai biaya sendiri, tanpa bantuan teman, pacar, saudara, atau host family saat lagi pandemi seperti ini?" tanya seorang rekan au pair di akhir tahun 2020 saat kami nongkrong di pusat kota Oslo.

Tulisan ini semestinya dirilis lebih awal, ketika cerita hidup saya yang nelangsa sebagai mahasiswi di Norwegia lebih relevan. Pertanyaan tersebut muncul tanpa sebab. Teman saya ini tahu betul bagaimana terpuruknya saya saat menjalani semester dua dengan tertatih karena sempat kehilangan pekerjaan. Di saat genting ini, uang tabungan saya semasa au pair terkuras dan cari kerja lagi juga tak mudah. Keluarga di Indonesia tak bisa banyak membantu secara materi. Pun teman sejawat hanya bisa menolong dari segi moril.

Berandai-andai, teman saya tersebut hanya ingin tahu apakah mungkin mantan au pair yang lanjut kuliah mandiri semasa pandemi bisa hidup nyaman? Jika waktu bisa diputar kembali, mungkinkah kemarin saya bisa menabung lebih banyak untuk dana emergency? Atau jika tak punya pilihan, apakah memang sesulit itu cari kerja lagi  padahal bisa jadi cleaning lady atau babysitter?