Pengumuman Penerimaan Mahasiswa di Norwegia

Thursday, 11 July 2019



Bulan Juli adalah waktu yang saya tunggu sehubungan dengan pengumuman penerimaan mahasiswa baru semester musim gugur tahun ini. Jujur saja, dari awal daftar kuliah sebetulnya ada perasaan pesimis apakah saya berhasil masuk di kampus yang saya tuju. Apalagi saya anaknya cukup tahu diri bahwa IPK pun tak sampai 3 dan nilai IELTS juga pas-pasan. Belum lagi banyak kampus di Norwegia punya passing grade yang tinggi terhadap calon mahasiswanya.

Tahun lalu, saya sempat mengobrol dengan seorang cewek Moldova yang sedikit skeptis dengan peluang saya diterima di kampus Norwegia. Saat tahu usia saya sudah late 20s, dia membuat saya down dengan isu yang katanya 50% calon mahasiswa yang diterima kuliah Master usianya masih di bawah 25.

"What?? Am I not young enough to continue my Master’s?!" tanya saya penasaran.

Your New Bucket List: Melintasi Lingkar Arktik!

Thursday, 4 July 2019



Naik balon udara di Cappadocia? Berfoto di depan Menara Pisa di Roma? Melihat the Northern Lights di Abisko? Bungee jumping di Christchurch? Apalagi destinasi favorit dan aktifitas impian yang ada di bucket list mu?

Saya dari dulu memang sangat terobsesi dengan negara dingin di kutub utara. Kalau lagi belajar geografi atau fisika astronomi, selalu tertarik menyimak kehidupan orang-orang Eskimo yang tinggal di dekat kutub dan perbedaan musimnya yang sangat ekstrim dari Indonesia. Beruntung sekarang saya tinggal di Norwegia, negara di Utara Eropa yang cukup dekat dengan kutub utara. Beberapa minggu lalu pun saya akhirnya bisa mencoret satu lagi aktifitas di bucket list; melintasi Lingkar Arktik!

Ada 2 garis melingkar tak kasat mata yang melintasi dua kutub di bumi, Lingkar Arktik di utara dan Lingkar Antartika di selatan. Di utara, Lingkar Arktik hanya melintasi sedikit negara seperti Norwegia (Saltfjellet), Swedia (Jokkmokk), Finlandia (Rovaniemi), Rusia (Murmansk), Amerika Serikat (Alaska), Kanada (Dempster Highway), Greenland (Sisimiut), dan Islandia (Grimsey Island). Lingkar Arktik ini menandai bahwa kawasan tersebut menjadi 'kingdom of light' saat musim panas karena matahari bersinar selama 24 jam, dan juga saat musim dingin karena sangat identik dengan the Northern Lights (Aurora Borealis). Musim dingin di kawasan Lingkar Arktik bisa menjadi sangat ekstrim dengan gelap yang panjang dan suhu yang selalu di bawah 0° C.

Svartisen - Engenbreen: Camping di Dekat Gletser Abadi

Tuesday, 25 June 2019



Mumu, cowok Norwegia yang road trip bersama saya ke Utara Norwegia, berkali-kali mengatakan bahwa kami harus memasukkan Svartisen ke dalam agenda perjalanan sepulang dari Pulau Lofoten. Mumu sangat penasaran dengan tempat ini, hingga tertarik untuk mencoba panjat es yang ditawarkan oleh pengelola Svartisen.

Svartisen adalah gletser terbesar kedua di Norwegia dengan luas 370 meter persegi dan 60 lidah gletser yang membujur dari atas gunung. Ada 2 wilayah Svartisen yang sering dikunjungi turis, yaitu Austerdalsisen dan Engenbreen. Austerdalsisen letaknya lebih ke dalam gunung, berjarak sekitar 32 km dari Mo i Rana dan bisa ditempuh selama 20 menit naik kapal. Karena punya waktu hanya 2 hari mengunjungi Svartisen, kami putuskan untuk datang ke Engenbreen yang hanya 10 menit naik kapal dari Holandsvika.

Walaupun Norwegia memang menjual alamnya yang spektakuler, tapi saya tidak pernah tahu kalau ada tempat sebagus Svartisen. Dari jalan raya, kami sudah bisa melihat lidah gletser membujur dari atas gunung hingga hampir ke danau. Ditambah lagi kokohnya pegunungan dan sejuknya warna air laut berbiru turkis, membuat saya tidak berhenti berdecak kagum. Padahal katanya Svartisen jadi salah satu tempat terpopuler di Norwegia, tapi saya belum pernah mendengar gaungnya sampai saya sendiri bisa melihat betapa cantiknya tempat ini!

Road Trip Impian ke Pulau Lofoten, Norwegia

Tuesday, 18 June 2019



Sudah lama sebetulnya saya merencanakan ingin road trip ke Pulau Lofoten. Dulu inginnya ke Norwegia Utara bersama Michiyang belum tahu siapa itu Michi, baca cerita saya disini! Lalu karena sadar rencana tersebut hanya angan-angan belaka, saya lempar lagi rencana ini ke teman-teman au pair Indonesia di Denmark. Seorang au pair sudah mengantongi SIM Eropa dan sering antar-jemput host kids-nya, jadi saya anggap bisa diandalkan untuk jadi sopir 😛. Rencana sudah dibuat cukup matang sampai menghitung harga ongkosnya juga. Lagi-lagi, rencana tinggalah rencana.

Tahun ini, saya akhirnya bisa mewujudkan trip impian lewat darat ke Lofoten! Beruntung, seorang cowok Norwegia, sebut saja Mumu, secara spontan menawari saya perjalanan ke Lofoten melihat midnight sun. Rencana ini juga akhirnya bukan hanya wacana, meskipun sudah direncanakan Desember tahun lalu. (Next time mungkin saya akan sedikit cerita siapa itu Mumu)

Mengapa Lofoten?

Dilema Au Pair: Jalan-jalan atau Menabung?

Wednesday, 12 June 2019



Sebagai au pair yang tinggal di Benua Biru, salah satu privilege yang didapat adalah bisa jalan-jalan keliling Eropa dengan mudah. Hari ini bisa sarapan di Stockholm, siangnya lunch di Kopenhagen, lalu lanjut makan malam di Amsterdam. Besoknya, tiba-tiba sudah lunch di Paris, lalu dinner di Milan. Life is a luxury!

Tak heran mengapa sosial media au pair Eropa kebanyakan berisi foto jalan-jalan yang memamerkan gaya hidup anak muda zaman sekarang untuk tidak pernah absen travelling. Belum lagi karena kemudahan transportasi dan pendeknya jarak antar negara Eropa, membuat kesempatan travelling ke banyak tempat terasa lebih mudah dan cepat. Beda halnya kalau masih tinggal di Indonesia, Eropa seperti mimpi belaka.

Meskipun mudah, nyatanya keliling Eropa juga tidak murah. Apalagi uang saku au pair biasanya tetap harus dibagi untuk membayar pajak, ongkos transportasi dalam kota, beli baju, dan juga menabung. Inginnya terus jalan-jalan, tapi di sisi lain, harus menabung untuk simpanan masa depan. So, what should we choose between travelling and saving money? Atau, mana yang harus jadi prioritas?