Bahagianya Punya Pacar Kaukasia

Sunday, 27 September 2020



Rambutnya pirang ke cokelat mudaan, badannya tinggi semampai, matanya biru, bibirnya merah, dan kalau diajak jalan tak memalukan karena begitu rupawan. Isi dompetnya tebal dan mudah saja mengeluarkan uang untuk mentraktir makan di restoran. Punya peranakan pun begitu dinantikan mengingat akan lebih cantik dan tampan dari kebanyakkan. Belum lagi disejajarkan dengan pacar teman yang asli pribumi, duh kejauhan. Menikah, diboyong ke luar negeri, ohh.. hidup rasanya sangat nyaman.

Ada kebahagiaan sendiri rasanya punya pacar bule yang banyak orang idam-idamkan. Kalau jadi bahan obrolan dengan teman, asik rasanya membanding-bandingkan kasih sayang yang diberikan. Ohh, kemarin dibelikan gaun mewah. Ohh, semalam diberikan bunga. Ohh, tempo hari diberi hadiah mahal. Dikenalkan ke keluarga pun punya rasa bangga tersendiri, karena calon menantu mama di rumah mukanya ganteng bak bintang film. Walaupun tua, renta, dan bulat badannya tak masalah, karena gen berbicara. 

Karena indahnya mimpi utopia ini, cari cowok bule is a must! Seperti naik level bisa menjalin hubungan dengan muka-muka ganteng yang selama ini hanya bisa dilihat di tv. Segala cara dimanfaatkan agar terhubung koneksi bisa berkomunikasi. Bukan tak ada yang memikat di Indonesia, namun ini hanya perkara preferensi.

10 Tips Daftar Kuliah S1 dan S2 ke Norwegia

Tuesday, 15 September 2020



Norwegia, negara di utara Eropa dengan pesona alamnya yang indah serta kualitas hidup yang sangat baik, selalu masuk menjadi salah satu negara terbahagia di dunia. Tak hanya menarik minat banyak imigran untuk pindah dan bermukim, pesona Norwegia pun menjadikan negara ini sebagai salah satu tempat terbaik melanjutkan pendidikan. Meskipun biaya hidupnya tergolong sebagai salah satu tertinggi di dunia, namun fasilitas pendidikan yang merata dan bebasnya biaya di universitas publik menjadi magnet tersendiri bagi para mahasiswa internasional untuk berkuliah di sini.

Tak banyak yang tahu bahwa selain kuliahnya bebas biaya, kualitas pendidikan di Norwegia juga tak kalah dengan kampus-kampus top lainnya di sekitaran Eropa. Tiap universitas memiliki konsentrasi ilmu di bidangnya masing-masing tanpa perlu berlomba siapa yang paling baik diantara semuanya. Yang saya suka, pendaftaran ke kampus-kampus Norwegia itu juga bebas biaya dan super simpel karena semua sistem sudah digital serta praktis. Bonusnya lagi, tak perlu travelling jauh untuk menikmati alamnya yang luar biasa indah, karena keluar rumah sedikit pun sudah disambut hutan yang rindang!


Setiap setahun sekali, Norwegia membuka pendaftaran bagi mahasiswa internasional untuk semester musim gugur yang biasanya dibuka bulan Oktober-Desember. Beberapa kampus lainnya ada juga yang baru membuka pendaftaran Januari-Maret untuk kelas musim gugur di tahun yang sama. October is less than a month a way dan bagi kalian yang tertarik kuliah di Norwegia, berikut 10 tips yang perlu dibaca sebelum siap mengirimkan semua dokumen!

Lanjut Kuliah dari Tabungan Au Pair, Bisa?

Saturday, 5 September 2020


 
Selain tentang au pair, topik seputar kuliah di luar negeri adalah salah satu hal yang paling banyak ditanyakan ke saya. Senang rasanya saat tahu ada banyak anak muda Indonesia yang sensitif terhadap informasi dan mulai merencanakan studi di luar negeri meskipun belum tamat SMA sekalipun.

Di antara anak-anak muda ini, ada yang berencana jadi au pair dulu sebelum lanjut studi karena menganggap au pair adalah batu loncatan untuk menggapai mimpi yang lain. Tak sedikit dari mereka berpikir bahwa uang yang didapat dari au pair memungkinkan untuk ditabung sebagai bekal kuliah, ketimbang harus merepotkan orang tua di Indonesia. Mungkin karena melihat uang saku au pair cukup besar setelah dikonversi ke Rupiah, membuat banyak calon au pair Indonesia semangat ingin menabung. Pernah juga saya membaca pengalaman seorang mantan au pair yang bisa lanjut kuliah dari tabungan hasil au pair yang dikumpulkan selama beberapa tahun, namun sayangnya, si penulis tidak menceritakan secara lebih detail bagaimana proses bisa mengatur keuangan sedemikian rupa hingga terkumpul untuk biaya hidup dan kuliah.

Karena meskipun uang saku au pair terlihat cukup besar, tapi faktanya uang tersebut TIDAK AKAN PERNAH CUKUP sebagai bekal lanjut kuliah! Uang saku au pair sejatinya sudah diatur sedemikian rupa agar bisa menutupi biaya hidup kita di host country selama tinggal bersama host family. Tentunya selama tinggal dengan keluarga ini, kita tidak perlu pusing memikirkan biaya akomodasi dan makan setiap hari. Makanya uang saku yang diterima hanya mencukupi kebutuhan papan semisal baju dan sepatu baru, travelling, nongkrong, atau mungkin mengirim sedikit ke Indonesia. 

Cari Kerja Lagi di Tengah Korona

Tuesday, 25 August 2020



Ya Tuhan, nekad kuliah di luar negeri dengan biaya sendiri itu nyatanya membuat hidup saya jungkir balik! Entah harus tertawa atau menangis melihat kehidupan saya beberapa bulan ke belakang, but I am still here, stronger and confident than before.

Cerita ini sebetulnya seperti trilogi dari semua pengalaman cari kerja dan status terakhir saya di tengah pandemi Korona di Norwegia. Setelah berusaha melempar semua lamaran kerja sejak November tahun lalu, pertengahan bulan Februari 2020 akhirnya saya mendapatkan pekerjaan sebagai pelayan di restoran India tanpa kirim CV sekalipun. Semudah itu. Baru satu setengah bulan bekerja, Korona memperburuk situasi di Norwegia hingga akhirnya saya harus dirumahkan. Perjuangan untuk menuntut gaji 1,5 bulan itu pun luar biasa lelahnya karena baru terbayar lunas setelah 3 bulan kemudian. Dengan banyak alasan, gaji saya hanya bisa dicicil sedikit-sedikit tiap bulan. Tahu saya vokal menuntut hak, si bos restoran lebih membiarkan saya resign sendiri dengan cara mematikan telepon dan tak membalas pesan saya lagi.


Sejak dari sana, saya murni jobless karena negara menerapkan lockdown dan banyak usaha pun ditutup. Di bulan Mei, ketika pemerintah Norwegia melonggarkan beberapa aturan dan kembali membuka banyak bisnis, saya mulai mencari kerja paruh waktu lagi kesana kemari. Jobless is tiring. Apalagi di musim panas, saya dan Mumu berencana menghabiskan summer holiday beberapa hari di Norwegia Selatan jika memang saya berhasil dapat pekerjaan. Semuanya begitu apik terencana ketika realita yang terjadi adalah saya masih menganggur sampai akhir musim panas! Liburan ke Norwegia Selatan pun dibatalkan karena kami tak punya cukup uang untuk liburan hedonis layaknya tahun lalu.

Menikmati Kuliah di Luar Negeri

Tuesday, 18 August 2020



Sisa musim panas mengawali dimulainya semester baru di Norwegia

Hari ini saya masuk kuliah lagi setelah berbulan-bulan harus berinteraksi jarak jauh dengan teman sekelas dan para pengajar. Meskipun tetap ada protokol untuk menjaga jarak aman selama di dalam kelas, tapi karena jumlah kami tak sampai 10 orang, maka semester tiga diadakan 100% on campus. Sayangnya kebanyakan mahasiswa baru, terutama dari luar Uni Eropa, tak diizinkan dulu datang ke Norwegia sampai tahun depan dan kelas pun hanya diadakan lewat digital.

Kalau melihat euforia para mahasiswa baru ini, saya jadi ingat mimpi sedari kecil yang ingin kuliah di luar negeri sampai akhirnya terwujud. Tahun lalu, beberapa bulan sebelum pengumuman, saya sempat datang ke pelataran Universitas Oslo di malam hari ditemani Mumu hanya untuk mengambil foto demi konten blog. Entah diterima atau tidak, saya rencananya hanya ingin berbagi cerita tentang proses mendaftar kuliah di Norwegia. Saat itu saya berkata ke Mumu, "mudah-mudahan ya tahun ini bisa datang ke tempat ini setiap hari untuk kuliah." Mumu yang suportif hanya meyakinkan saya, "pasti kamu dapat, yakin saja."

Meskipun awalnya skeptis karena persaingan yang kompetitif, puji syukur saya betul-betul diterima di jurusan yang memang jadi prioritas utama. Saya patahkan anggapan yang mengatakan bahwa hanya ada dua tipe orang Indonesia yang bisa kuliah di luar negeri; yaitu yang super kaya karena dana orang tua dan yang super pintar karena dana beasiswa. Saya lahir dari keluarga kelas menengah yang tetap harus berjuang menghidupi diri sendiri di sini dan juga bukan murid super pintar hingga tahu diri tak daftar beasiswa manapun.