Berburu 'Student Job' Tanpa Lelah

Sunday, 19 January 2020



"It doesn't matter if you flip burgers, bricks or houses. Just don't sit on your ass all day flipping channels. Hustle." - Denzel Washington

Setelah pencarian host families tanpa lelah sejak 5 tahun ke belakang, kegiatan saya berburu pekerjaan baru memang belum terhenti sampai di situ. Ketika mendengar cerita berkuliah saya di Norwegia, salah satu om menyayangkan keputusan saya harus kuliah dengan biaya sendiri. Apalagi setelah tahu saya akan kuliah sekalian bekerja paruh waktu untuk menopang biaya hidup. Ide ini dipandangnya cukup nekad dan gila mengingat beliau dulu bisa kuliah di luar negeri juga karena bantuan beasiswa.

"Kalau ada beasiswa, ya kenapa juga harus repot-repot kerja? Sebaiknya fokus saja ke studi, daripada harus mengorbankan waktu sekalian kerja part-time," ujarnya.

Dari sana, beliau dengan pedenya menyuruh saya mencari tahu informasi beasiswa LPDP yang begitu dia banggakan tersebut  meskipun dulunya dapat beasiswa dari Pemerintah Jerman, DAAD. Katanya tak masalah apply meskipun saya sudah masuk semester dua. Jadi maksudnya on going saja begitu. Well, demi memuaskan keingintahuan beliau, saya cari saja informasi soal beasiswa tesis LPDP yang mungkin memang tersedia tahun ini. Namun untungnya, memang tak ada!

Cari Kontrakan Baru di Oslo

Monday, 13 January 2020



Nasib saya di awal tahun ini sebelumnya cukup abu-abu. Setelah nihil akomodasi dan tidak punya alamat lagi per awal Desember tahun lalu, saya cukup dipusingkan kemana akan tinggal setelah kembali lagi ke Oslo. Awal Desember saya sudah harus hengkang bantu host family pindahan ke Swiss sebelum pulang ke Indonesia sampai awal Januari. Intinya, saya sudah kehilangan waktu untuk datang ke room viewing.

Di Norwegia, beberapa pemilik apartemen atau kamar biasanya mewajibkan calon penyewa datang dulu ke lokasi dan melihat langsung kamar, sebelum akhirnya memutuskan. Selain itu, biasanya dari pihak pemilik juga ingin melihat langsung si penyewa ini orangnya seperti apa. Meskipun, ada juga banyak kamar yang bisa disewakan tanpa kita perlu datang langsung tapi cukup lewat video call. Intinya, karena dari awal Desember sampai awal Januari saya tak berada di Oslo, hal ini cukup memberatkan untuk datang langsung melihat hunian.

Ngomong-ngomong, saya ingin cerita dulu tentang banyaknya istilah akomodasi di Norwegia ini. Kali ini saya hanya akan fokus ke kamar saja, bukan rumah atau apartemen, karena daftarnya akan sangat panjang. Di sini, kalau kita menyewa satu kamar di dalam apartemen yang juga dihuni oleh 2-5 orang lainnya, itu disebut hybel atau bofellesskap. Jika kita memilih kamar yang ada di student residence (studentbolig), biasanya hanya disebut rom atau kamar. Bedanya apa dengan dormitory (asrama mahasiswa)? Dormitory biasanya disewakan hanya bagi semua mahasiswa yang berkuliah di satu kampus tertentu. Sementara ‘rom’ di Norwegia ini, bisa dihuni oleh semua mahasiswa campuran dan tak harus berkuliah di satu kampus yang sama.

2020: The Newest Year After Five-Year

Friday, 3 January 2020



Setelah 5 tahun jadi au pair dan selalu merasa hidup dengan banyak batasan, akhirnya di tahun ini saya bebas melakukan apa yang saya mau  meskipun dengan tanggung jawab yang lebih besar pula! Beruntungnya lagi, dari bulan lalu saya masih sempat pulang ke Indonesia demi melepas penat sebelum kembali menyelesaikan studi di Norwegia.

Pulang ke Indonesia selalu menjadi terapi ketika masih punya kesempatan berkumpul bersama keluarga sekalian makan makanan khas yang tak ada kloningannya di Eropa. This is SO good! Bangun tidur dengan santai, tak ada suara teriakan anak, tak ada SMS soal daftar pekerjaan rumah tangga, serta tak ada batas sungkan karena masih tinggal di rumah orang. I am at home, literally my parents' home, Kota Palembang!

What are (gonna be) new things in 2020 that make me this happy?

Pengumuman Pemenang Kompetisi “My Final Year”

Sunday, 29 December 2019



2020 is just around the corner!

Tapi sebelum 2019 usai, saya ingin menutup postingan terakhir tahun ini dengan pengumuman pemenang Kompetisi "My Final Year" yang diadakan sejak bulan September lalu. Sedikit pesimis kalau ada yang ingin berpartisipasi, tapi nyatanya, di akhir-akhir submission justru semakin banyak yang mengirimkan karya! Saya juga banyak membaca, mendapatkan inspirasi dan gambaran tentang negara mana saja yang ingin kalian tinggali jika diberi kesempatan 1-2 tahun. Ternyata, tiga negara terfavorit adalah Britania Raya, Jepang, dan Prancis!

To be honest, I was so baffled!!! Semua karya, baik dalam bentuk tulisan dan ilustrasi, keren-keren dan personal sekali! Saya yang tadinya akan jadi juri tunggal untuk menilai tulisan, mesti menarik seorang teman yang pandai literatur demi memutuskan siapa yang paling paling paling baik diantara yang ter-terbaik! Mumu was in charge to be the only judge of your illustrations!

Berapa Sebetulnya Gaji Nanny dan Cleaning Lady di Norwegia?

Monday, 23 December 2019



Di postingan sebelumnya, saya membahas soal uang saku au pair versus gaji mahasiswa asing dari hasil kerja paruh waktu atau uang bulanan dari dana beasiswa atau hibah pemerintah Norwegia. Meskipun, masih dinilai kurang relevan karena gol au pair dan mahasiswa asing tentu saja berbeda. Au pair komitmen utamanya adalah sebagai pengasuh anak dan asisten rumah tangga, sementara pelajar punya komitmen yang besar terhadap studi. Tapi intinya, uang saku au pair sudah didesain sedemikian rupa mengikuti kisaran rata-rata uang saku anak sekolahan di Eropa.

Karena mungkin kurang apple to apple, kali ini saya coba beri gambaran berapa besar sebetulnya gaji seorang nanny atau cleaning lady lepas di Norwegia. Anyway, meskipun saya beri contoh Norwegia, namun gambaran kasar ini bisa juga diterapkan di hampir semua negara Eropa. Dari sini kalian bisa compare sendiri apakah uang saku yang sudah ditakar oleh imigrasi negara setempat cukup adil atau belum.

Sebelumnya, saya ingin jelaskan dulu bahwa babysitter, nanny, atau cleaning lady adalah jenis pekerjaan low-skilled di Norwegia yang artinya tidak perlu skill khusus. Selain cleaning lady, dua pekerjaan lainnya hanya bersifat freelance alias kita sendiri yang mencari employer dan menentukan sendiri kapan ingin bekerja. Sementara untuk jadi cleaning lady, kita bisa daftar lewat agensi atau memilih bekerja sendiri. Kerja di agensi tentunya punya pemasukan lebih besar, sekitar NOK 180 per jam, tapi dalam sehari setidaknya bisa kerja di dua tempat berbeda maksimal selama 8 jam.