7 Fakta Cari Kerja di Norwegia Selulus Kuliah

Friday, October 8, 2021



Kontrak magang saya baru diperpanjang untuk 6 bulan ke depan, so I think I am quite ready to tell you this!

Sama seperti para lulusan baru pada umumnya, tujuan utama saya setelah diwisuda adalah mencari pekerjaan tetap. Frankly, I am seriously done with any internships or freelancing. Mungkin akan berbeda jika saya masih tinggal di Indonesia dan butuh pengalaman kerja. Namun karena berpengaruh terhadap izin tinggal yang harus terus diperbarui, maka mendapatkan pekerjaan tetap dengan benefit pegawai adalah motivasi saya saat ini. 

Norwegia nyatanya adalah negara impian bagi banyak orang. Siapa yang tak menginginkan kehidupan personal dan karir yang seimbang? No more job calls di atas jam 5 sore dan tak akan ada yang mengganggu di hari libur. Belum lagi jaminan hidup yang layak, alam yang indah, flat hierarchy, libur sampai 5 minggu per tahun, cuti untuk melahirkan bagi ibu dan ayah, gaji yang tinggi, serta perks menggiurkan lainnya, menjadikan banyak imigran berniat untuk meniti karir dan menetap di negara ini.

Susah Pulang, Terpenjara di Negara Orang

Wednesday, September 22, 2021


Going through hardships is good. It means you are growing stronger, even if it is tough.

Kalau ada yang merasa sedih saat pandemi ini belum bisa kemana-mana, baik untuk liburan ataupun au pair ke luar Indonesia, let me remind you a story.

Tahun lalu ketika pandemi serentak menutup pintu banyak negara, saya masih tinggal di Norwegia melanjutkan studi. Kala itu saya bagai anak hilang yang akhirnya lepas dari jaminan hidup dari host family dan memutuskan meneruskan langkah di negara orang sembari kuliah lagi. Dipikir hidup akan baik-baik saja, kenyataannya jauh dari apa yang sudah direncanakan. Pekerjaan pertama saya selepas jadi au pair, yaitu pelayan restoran, hanya bertahan selama 1,5 bulan. Restoran harus menghentikan semua aktivitas dining in dan menggantinya dengan take awayI lost my job in a sudden.

Sekeluarga Jadi Au Pair

Monday, September 6, 2021



Ketika memutuskan jadi au pair dan tahu beratnya mengarungi hidup di negara orang, di detik itu juga saya bersumpah tak akan pernah membiarkan keluarga saya mengikuti jejak ini. Bukan karena au pair program yang buruk, tapi karena saya tak ingin mereka juga merasakan apa yang pernah saya alami. Tinggal bersama orang asing, mengganti popok bayi, mengurus dokumen imigrasi, serta adaptasi cepat dengan cuaca itu tidak mudah bagi semua orang. 

Betul memang, jadi au pair bisa membentuk mental juang mu lebih kuat. Tinggal di negara baru sungguh menantang dan bisa berkesan jika kita memanfaatkannya dengan baik. Tapi untuk menawarkan kesempatan ini apalagi mewariskan host family kepada keluarga di Indonesia, saya enggan. Tanpa banyak orang tahu, cerita au pair saya kenyataannya lebih dramatis dari yang pernah saya ceritakan ke siapa pun.

Tentang Nilai dan Perayaan

Monday, July 12, 2021



I have just defended my thesis and had my commencement almost a month ago, but people have not stopped talking about that. Yet.

Sebelumnya, saya sangat berterima kasih untuk semua ucapan selamat yang tertulis di kolom komentar akun media sosial maupun direct message atas kelulusan saya. Bahagia sekali ketika tahu tulisan dan foto saya memberikan inspirasi baru ke banyak orang sampai menimbulkan efek positif untuk mengajak mereka berbahagia pula. 

Ketika saya mengambil foto tersebut, ditaruh di media sosial, sampai menuliskan keterangan yang cukup panjang, I truly just wanted to share my happiness. Ingin memberikan kabar terbaru, "halo, finally saya sudah lulus nih". Tapi ternyata saya tidak bisa bohong, it was uncomfortable. Meski sering menuliskan banyak hal di blog ini, namun saya sebetulnya adalah orang yang cukup tertutup apalagi yang bersifat euforia, seperti halnya kabar kelulusan kemarin. Bagi saya, semakin sedikit orang tahu pencapaian hidup saya malah semakin baik. Namun kali ini saya tetap harus go public mengingat gol yang sudah saya raih tak hanya penghargaan luar biasa bagi saya dan keluarga, tapi juga cerita yang layak dipublikasikan sebagai sumber motivasi bagi orang lain. Apalagi karena dari dulu sudah cerita A-Z mengenai perjalanan hidup sebagai au pair, akan lebih memuaskan jika disuguhi cerita bahagia di akhir.

I Made It: Dari Au Pair Sampai WISUDA S2!!!

Friday, June 25, 2021


LinkedIn is interesting. Gambar di bawah adalah hasil berbagi yang lewat di feed LinkedIn saya tentang jalan karir seseorang mulai dari awal sekolah.

Sangat apik menggambarkan tentang pandangan naif kita yang ingin semuanya berjalan mulus: lulus kuliah kalau bisa langsung cari kerja, posisi bagus, kerja yang rajin, lalu dipromosikan jadi manager. Tapi faktanya, tidak semua orang terlahir jadi pekerja kantoran dengan tangga karir demikian. Ada yang setelah lulus kuliah malah pindah bidang dan mengulang kuliah lagi. Ada juga yang ganti haluan dan sadar bahwa jadi pengusaha lebih menantang. Ada juga yang masih kesulitan menemukan apa yang mereka mau sampai usia di usia 30-an.

Selalu ada cerita dan usaha yang berbeda dari semua orang untuk menuju suatu titik. Inilah cerita yang ingin saya kenang dan bagikan kembali dari pertengahan 2013 sampai sekarang, hasil proses yang panjang hingga mencapai satu titik besar.