Program Au Pair di Norwegia Akan Dihentikan???

Monday, November 1, 2021



Membuka bulan yang baru dengan berita tentang skema au pair di Norwegia yang semakin kencang wacananya akan dihentikan. But, is it for real?

Bagi saya, wacana tentang penghentian program au pair di Skandinavia ini bukan hal baru lagi. Lama ketika saya masih jadi au pair di Belgia, wacana tersebut di Denmark sudah berhembus kencang. Saya yang kala itu bingung apakah hal ini akan benar terjadi sudah harap-harap cemas mengingat Denmark adalah salah satu negara tujuan au pair. Beruntung, program au pair tidak dihapuskan namun strateginya diubah; dari mulai gaji au pair yang dinaikkan tiap tahun sampai les bahasa yang sekarang wajib dibayarkan sepenuhnya oleh host family — bukan lagi kommune.

7 Fakta Cari Kerja di Norwegia Selulus Kuliah

Friday, October 8, 2021



Kontrak magang saya baru diperpanjang untuk 6 bulan ke depan, so I think I am quite ready to tell you this!

Sama seperti para lulusan baru pada umumnya, tujuan utama saya setelah diwisuda adalah mencari pekerjaan tetap. Frankly, I am seriously done with any internships or freelancing. Mungkin akan berbeda jika saya masih tinggal di Indonesia dan butuh pengalaman kerja. Namun karena berpengaruh terhadap izin tinggal yang harus terus diperbarui, maka mendapatkan pekerjaan tetap dengan benefit pegawai adalah motivasi saya saat ini. 

Norwegia nyatanya adalah negara impian bagi banyak orang. Siapa yang tak menginginkan kehidupan personal dan karir yang seimbang? No more job calls di atas jam 5 sore dan tak akan ada yang mengganggu di hari libur. Belum lagi jaminan hidup yang layak, alam yang indah, flat hierarchy, libur sampai 5 minggu per tahun, cuti untuk melahirkan bagi ibu dan ayah, gaji yang tinggi, serta perks menggiurkan lainnya, menjadikan banyak imigran berniat untuk meniti karir dan menetap di negara ini.

Susah Pulang, Terpenjara di Negara Orang

Wednesday, September 22, 2021


Going through hardships is good. It means you are growing stronger, even if it is tough.

Kalau ada yang merasa sedih saat pandemi ini belum bisa kemana-mana, baik untuk liburan ataupun au pair ke luar Indonesia, let me remind you a story.

Tahun lalu ketika pandemi serentak menutup pintu banyak negara, saya masih tinggal di Norwegia melanjutkan studi. Kala itu saya bagai anak hilang yang akhirnya lepas dari jaminan hidup dari host family dan memutuskan meneruskan langkah di negara orang sembari kuliah lagi. Dipikir hidup akan baik-baik saja, kenyataannya jauh dari apa yang sudah direncanakan. Pekerjaan pertama saya selepas jadi au pair, yaitu pelayan restoran, hanya bertahan selama 1,5 bulan. Restoran harus menghentikan semua aktivitas dining in dan menggantinya dengan take awayI lost my job in a sudden.

Sekeluarga Jadi Au Pair

Monday, September 6, 2021



Ketika memutuskan jadi au pair dan tahu beratnya mengarungi hidup di negara orang, di detik itu juga saya bersumpah tak akan pernah membiarkan keluarga saya mengikuti jejak ini. Bukan karena au pair program yang buruk, tapi karena saya tak ingin mereka juga merasakan apa yang pernah saya alami. Tinggal bersama orang asing, mengganti popok bayi, mengurus dokumen imigrasi, serta adaptasi cepat dengan cuaca itu tidak mudah bagi semua orang. 

Betul memang, jadi au pair bisa membentuk mental juang mu lebih kuat. Tinggal di negara baru sungguh menantang dan bisa berkesan jika kita memanfaatkannya dengan baik. Tapi untuk menawarkan kesempatan ini apalagi mewariskan host family kepada keluarga di Indonesia, saya enggan. Tanpa banyak orang tahu, cerita au pair saya kenyataannya lebih dramatis dari yang pernah saya ceritakan ke siapa pun.

Tentang Nilai dan Perayaan

Monday, July 12, 2021



I have just defended my thesis and had my commencement almost a month ago, but people have not stopped talking about that. Yet.

Sebelumnya, saya sangat berterima kasih untuk semua ucapan selamat yang tertulis di kolom komentar akun media sosial maupun direct message atas kelulusan saya. Bahagia sekali ketika tahu tulisan dan foto saya memberikan inspirasi baru ke banyak orang sampai menimbulkan efek positif untuk mengajak mereka berbahagia pula. 

Ketika saya mengambil foto tersebut, ditaruh di media sosial, sampai menuliskan keterangan yang cukup panjang, I truly just wanted to share my happiness. Ingin memberikan kabar terbaru, "halo, finally saya sudah lulus nih". Tapi ternyata saya tidak bisa bohong, it was uncomfortable. Meski sering menuliskan banyak hal di blog ini, namun saya sebetulnya adalah orang yang cukup tertutup apalagi yang bersifat euforia, seperti halnya kabar kelulusan kemarin. Bagi saya, semakin sedikit orang tahu pencapaian hidup saya malah semakin baik. Namun kali ini saya tetap harus go public mengingat gol yang sudah saya raih tak hanya penghargaan luar biasa bagi saya dan keluarga, tapi juga cerita yang layak dipublikasikan sebagai sumber motivasi bagi orang lain. Apalagi karena dari dulu sudah cerita A-Z mengenai perjalanan hidup sebagai au pair, akan lebih memuaskan jika disuguhi cerita bahagia di akhir.