Svartisen - Engenbreen: Camping di Dekat Gletser Abadi

Tuesday, 25 June 2019



Mumu, cowok Norwegia yang road trip bersama saya ke Utara Norwegia, berkali-kali mengatakan bahwa kami harus memasukkan Svartisen ke dalam agenda perjalanan sepulang dari Pulau Lofoten. Mumu sangat penasaran dengan tempat ini, hingga tertarik untuk mencoba panjat es yang ditawarkan oleh pengelola Svartisen.

Svartisen adalah gletser terbesar kedua di Norwegia dengan luas 370 meter persegi dan 60 lidah gletser yang membujur dari atas gunung. Ada 2 wilayah Svartisen yang sering dikunjungi turis, yaitu Austerdalsisen dan Engenbreen. Austerdalsisen letaknya lebih ke dalam gunung, berjarak sekitar 32 km dari Mo i Rana dan bisa ditempuh selama 20 menit naik kapal. Karena punya waktu hanya 2 hari mengunjungi Svartisen, kami putuskan untuk datang ke Engenbreen yang hanya 10 menit naik kapal dari Holandsvika.

Walaupun Norwegia memang menjual alamnya yang spektakuler, tapi saya tidak pernah tahu kalau ada tempat sebagus Svartisen. Dari jalan raya, kami sudah bisa melihat lidah gletser membujur dari atas gunung hingga hampir ke danau. Ditambah lagi kokohnya pegunungan dan sejuknya warna air laut berbiru turkis, membuat saya tidak berhenti berdecak kagum. Padahal katanya Svartisen jadi salah satu tempat terpopuler di Norwegia, tapi saya belum pernah mendengar gaungnya sampai saya sendiri bisa melihat betapa cantiknya tempat ini!

Road Trip Impian ke Pulau Lofoten, Norwegia

Tuesday, 18 June 2019



Sudah lama sebetulnya saya merencanakan ingin road trip ke Pulau Lofoten. Dulu inginnya ke Norwegia Utara bersama Michiyang belum tahu siapa itu Michi, baca cerita saya disini! Lalu karena sadar rencana tersebut hanya angan-angan belaka, saya lempar lagi rencana ini ke teman-teman au pair Indonesia di Denmark. Seorang au pair sudah mengantongi SIM Eropa dan sering antar-jemput host kids-nya, jadi saya anggap bisa diandalkan untuk jadi sopir 😛. Rencana sudah dibuat cukup matang sampai menghitung harga ongkosnya juga. Lagi-lagi, rencana tinggalah rencana.

Tahun ini, saya akhirnya bisa mewujudkan trip impian lewat darat ke Lofoten! Beruntung, seorang cowok Norwegia, sebut saja Mumu, secara spontan menawari saya perjalanan ke Lofoten melihat midnight sun. Rencana ini juga akhirnya bukan hanya wacana, meskipun sudah direncanakan Desember tahun lalu. (Next time mungkin saya akan sedikit cerita siapa itu Mumu)

Mengapa Lofoten?

Dilema Au Pair: Jalan-jalan atau Menabung?

Wednesday, 12 June 2019



Sebagai au pair yang tinggal di Benua Biru, salah satu privilege yang didapat adalah bisa jalan-jalan keliling Eropa dengan mudah. Hari ini bisa sarapan di Stockholm, siangnya lunch di Kopenhagen, lalu lanjut makan malam di Amsterdam. Besoknya, tiba-tiba sudah lunch di Paris, lalu dinner di Milan. Life is a luxury!

Tak heran mengapa sosial media au pair Eropa kebanyakan berisi foto jalan-jalan yang memamerkan gaya hidup anak muda zaman sekarang untuk tidak pernah absen travelling. Belum lagi karena kemudahan transportasi dan pendeknya jarak antar negara Eropa, membuat kesempatan travelling ke banyak tempat terasa lebih mudah dan cepat. Beda halnya kalau masih tinggal di Indonesia, Eropa seperti mimpi belaka.

Meskipun mudah, nyatanya keliling Eropa juga tidak murah. Apalagi uang saku au pair biasanya tetap harus dibagi untuk membayar pajak, ongkos transportasi dalam kota, beli baju, dan juga menabung. Inginnya terus jalan-jalan, tapi di sisi lain, harus menabung untuk simpanan masa depan. So, what should we choose between travelling and saving money? Atau, mana yang harus jadi prioritas?

6 Cara Dapat Uang Tambahan Selama Jadi Au Pair

Tuesday, 4 June 2019



Meskipun uang saku au pair sudah disesuaikan dengan gaya hidup dan pengeluaran pelajar lokal di negara tersebut, namun tak jarang au pair tetap harus ekstra irit setiap bulannya. Ongkos transportasi, jajan di luar, serta biaya jalan-jalan, seringkali membuat banyak au pair memutar otak bagaimana mengatur keuangan agar tak sampai angka 0 sebelum habis bulan.

Memang, biaya hidup tergantung gaya hidup. Walaupun sudah berusaha super hemat, tak sedikit au pair yang kurang puas dengan uang saku yang diterima lalu mencari kerja sampingan lain. Terlepas dari sifatnya yang ilegal, uang tambahan yang diterima memang cukup lumayan.

Tapi tahu kah kalian kalau sebagai au pair, kita juga bisa cari kerja sampingan lain untuk dapat uang tambahan? Bukan blackwork yang harus cleaning rumah dan osek-osek WC orang dulu. Kerjanya bisa dilakukan di rumah atau bahkan saat 'nongkrong' di toilet! Uang yang dihasilkan memang tidak sebesar dan seinstan kalau mengambil blackwork. Namun kerjanya legal, bisa sambil santai, dan kalau serius, jumlah uang tambahan yang didapat bisa lumayan!