Exam!!

Friday, 29 November 2019



Karena dari dulu saya sangat tertarik lanjut kuliah di luar negeri, rasanya begitu terinspirasi dan terhibur tiap kali membaca atau mendengar cerita orang Indonesia yang bisa lanjut kuliah di Eropa. Kali ini gantian, saya yang ingin cerita bagaimana sistem ujian di kampus saya di Universitas Oslo, setelah kemarin-kemarin lebih banyak cerita soal sistem kuliah di kelas.

Yang pasti setiap program studi dan kampus di Norwegia punya sistem yang beda-beda. Akhir tahun jadi masa paling sibuk bagi para mahasiswa karena semester musim gugur akan segera berakhir yang artinya, ujian sudah di depan mata! Perpustakaan biasanya jadi tempat nongkrong paling sering dikunjungi di kampus dan selalu penuh. Jam operasional akan ditambah menjadi setiap hari dan beberapa kantin kampus ikut buka lebih lama demi menemani masa-masa ujian para mahasiswa. Hampir semua kantin kampus juga memberikan diskon sampai 50% di minggu-minggu ujian untuk jenis makanan buffet.

The Story of 'Malu Jadi Au Pair'

Friday, 22 November 2019



Bulan lalu Twitter Indonesia dihebohkan dengan isu seorang cewek belia yang mengaku kuliah di Jerman, tapi sebetulnya au pair. Dari kebohongan ini, si cewek banyak dihujat oleh netizen sampai dilontari kalimat, "halah, jadi pembantu aja sok-sokan ngaku kuliah di Jerman!". Meskipun katanya sudah banyak bukti-bukti menunjukkan bahwa si cewek ini memang au pair, namun dari pihak si ceweknya sendiri tetap kukuh kalau status dia di Jerman sekarang adalah pelajar.

Saya sebetulnya tidak akan membahas terlalu jauh isu yang mulai dilupakan tersebut. Saya juga tidak tahu apakah isu tersebut fakta atau hanyalah gosip belaka. Namun kalau memang fakta, saya hanya perlu menggarisbawahi bahwa si cewek ini bukanlah satu-satunya au pair yang mengaburkan statusnya di Eropa! Au pair yang mengaku ke orang lain kalau dirinya sedang bersekolah di Eropa itu sesungguhnya...BANYAK!

No judge! Saya paham mengapa banyak au pair yang tidak ingin jujur soal apa yang mereka lakukan di sini. Kalau mereka jujur ke semua orang, apakah orang-orang ini akan mengerti dan berpikiran terbuka? Kalau semua orang tahu, yakin si au pair ini tidak akan dihujat dan disamakan dengan TKW yang keluar negeri jadi pembantu? Lalu kalau si au pair betul-betul ingin jujur ke keluarga, yakin akan langsung diberi restu saat itu juga untuk menapakki Eropa? Nope!

Au Pair di Norwegia Sekalian Kuliah S-2

Sunday, 17 November 2019



Di postingan sebelumnya, saya cerita bagaimana rasanya jadi mahasiswa lagi dan kuliah S-2 di kampus internasional di Norwegia. Faktanya, kuliah Master itu tidaklah sesantai yang para senior katakan! Kali ini, saya ingin menyambung cerita, bagaimana rasanya jadi au pair plus lanjut kuliah pula.

Dari banyaknya au pair yang saya kenal, saya belum pernah mendengar cerita au pair Indonesia di Eropa yang sekalian lanjut kuliah S-2. Yang lanjut kuliah setelah masa au pairnya selesai memang banyak. Bahkan karena sudah nyaman dengan keluarga tersebut, tak jarang mantan au pair ini masih tinggal dan bekerja di rumah host family. Jadi prioritasnya adalah kuliah, sekalian cari uang tambahan dari student job yang maksimalnya 15-20 jam per minggu.

Bedanya, status saya sekarang adalah au pair yang masih terikat kontrak penuh, tapi di sisa akhir kontrak memutuskan untuk lanjut kuliah di Norwegia. Prioritas saya disini tentu saja tidak hanya sekolah, tapi juga bekerja. Karena tidak ada kenalan au pair yang sekalian kuliah ini, saya tidak punya referensi soal pengalaman au pair plus kuliah full time di Eropa.

Persiapan Musim Dingin di Nordik

Wednesday, 13 November 2019



Sebetulnya postingan ini sudah jadi PR sejak minggu lalu, karena saya tahu kalau Norwegia sudah mulai turun salju di awal bulan November - bahkan akhir Oktober! Tapi lucunya, saat negara Eropa lain masih menikmati mild temperature musim gugur, di beberapa bagian wilayah Nordik malah sudah memutih.

Di kawasan Eropa Utara, orang-orang mesti siap menyambut salju yang lebih cepat turun dari kawasan Selatan. Daerah yang semakin dekat dengan kutub utara juga mendapatkan sinar matahari tak sampai 5 jam setiap hari saat musim dingin, gelap mencekam, dan ketebalan salju bisa sampai 25 meter. Denmark termasuk beruntung karena merupakan wilayah paling selatan dari wilayah Nordik. Hari ini baru saja saya melihat postingan foto di akun Instagram 'Visit Copenhagen' yang masih memamerkan pemandangan earth tone a la musim gugur. Di Norwegia, jangan tanya, dari Utara ke Selatan sudah kena tumpukan salju sejak minggu lalu meskipun belum terlalu tebal.

Bagi yang baru pertama kali pindah ke salah satu negara Nordik, ini "Winter Kit" untuk kalian agar tidak kaget dan lebih siap memasuki ekstrimnya cuaca di wilayah Eropa Utara! Ngomong-ngomong, saya tidak terlalu membahas secara detail tentang baju karena artikel tentang bertahan dari dinginnya Eropa sudah pernah saya bahas sebelumnya. Kalian juga bisa baca skincare favorit saya sepanjang musim serta belajar dari gadis-gadis Eropa bagaimana caranya berpakaian yang hangat tapi tetap modis sepanjang musim dingin.

Rangkuman: Step-by-step Jadi Au Pair (PENTING!)

Sunday, 3 November 2019



Halo kalian, para anak muda Indonesia yang tertarik jadi au pair untuk pertama kalinya, kamu masuk ke laman yang tepat! Sejak pindah ke Belgia 5 tahun lalu, saya memang sudah gencar bercerita tentang pengalaman jadi au pair di banyak negara. Tak hanya soal manis-manisnya saja, tapi juga pahit ketir hidup sebagai personal assistant di rumah native host family.

Lama-lama saya sadar bahwa anak muda Indonesia yang ingin 'kabur' ke luar negeri semakin banyak. Impian para milenials pun sekarang tak hanya bisa keliling Eropa, tapi juga mencari kesempatan untuk tinggal lama di sini. Ketika peluang lanjut sekolah bukan mimpi yang mudah diraih, lalu program au pair pun mulai dilirik.

Tapi tahukah kalian bahwa yang ingin jadi au pair tambah banyak setaip tahunnya?! Terbukti di tahun 2014 saat saya jadi au pair di Belgia, hampir semua au pair Indonesia yang tinggal di sana saya kenal. Jumlahnya pun bisa dihitung dengan jari karena komunitas au pair Indonesia hanya itu-itu saja. Saat pindah ke Denmark setahun berikutnya, jumlah au pair Indonesia di sana juga tak sampai 10 orang. Namun secepat kilat beranak pinak menjadi puluhan orang dua tahun kemudian. Terbukti bahwa mimpi untuk tinggal di luar negeri memang semakin mudah diraih.