Bertahan dari Dinginnya Eropa

Thursday, 5 February 2015




Bagi yang sudah pernah tinggal di negara empat musim sebelumnya, tentu tahu bagaimana rasanya suhu 7 derajat Celcius saat musim gugur atau -5 derajat saat musim dingin. Panas untuk bule hampir sama dengan dingin untuk orang-orang tropis seperti kita. Bagi para bule, suhu 25 derajat dengan matahari yang terik sudah cukup membuat mereka nyaris telanjang. Begitu pula dengan kita, suhu 7 derajat dengan kondisi mendung dan berangin, sudah pasti membuat kita nyaris menutup seluruh anggota tubuh karena kedinginan. 

Pertama kali mempersiapkan diri akan tinggal di Eropa, saya sempat melihat prakiraan cuaca jika saya tiba disini. Saat itu baru masuk musim semi yang katanya mulai hangat dengan suhu maksimum 7 derajat di siang hari. Karena belum tahu dinginnya 7 derajat itu seperti apa, jadinya saya hanya menyiapkan mantel tebal dan pakaian ala kadarnya. Sempat juga mencari tahu gaya berpakaian orang saat musim semi yang kelihatannya santai dan sudah bisa pakai flat shoes kemana-mana. Faktanya, saya harus disambut dinginnya musim semi yang saat itu masih bertemperatur minus.

Memang tidak ada yang bisa memprediksi cuaca tiap tahunnya. Kalau pada tahun itu musim dingin bisa mencapai -10 derajat Celcius, bisa jadi awal musim semi akan sangat bersalju dan dingin. Suhu di beberapa bagian Eropa juga akan berbeda di tiap tempatnya. Eropa utara dan timur menjadi wilayah yang sangat dingin saat akhir tahun karena lebih dekat dengan kutub. Eropa barat dan tengah cenderung bertemperatur "normal" atau bisa bersalju. Sementara di bagian selatan Eropa sendiri bisa lebih hangat dengan curah hujan yang tinggi.

Agar tubuh tetap hangat dan tidak salah kostum, namun tetap stylish saat bepergian, berikut beberapa tips saya berikan sesuai pengalaman saya di tahun ini!

Rambut dan telinga

Saya sempat mengalami masalah kulit kepala kering pertama kali menginjakkan kaki di Eropa. Kulit kepala saya yang biasanya berminyak saat musim panas mendadak kering karena perubahan cuaca. Untuk menghindari hal ini ada baiknya tidak terlalu sering mencuci rambut saat musim dingin. Yang saya lakukan biasanya cukup dua hari sekali dengan air hangat untuk membuka pori-pori dan diakhiri dengan air dingin untuk membuat batang rambut tetap lembut. Air hangat tidak cukup baik untuk rambut karena bisa membuat kulit kepala makin kering, batang rambut menipis, dan akhirnya rambut bisa rontok.

Baiknya juga melapisi batang rambut dengan leave-in conditioner atau minyak argan untuk memberikan proteksi lebih. Topi semacam beanie bisa dijadikan opsi untuk menutupi kulit kepala dan telinga dari kedinginan saat bepergian keluar. Atau kalau malas pakai beanie hat karena membuat rambut lepek, bisa juga gunakan earmuff untuk menahan angin dan hawa dingin yang bisa membuat telinga menjadi kaku dan sakit.

Muka

Bagian ini tentunya paling vital karena paling sering terkena dinginnya angin. Perawatan yang dilakukan pun mesti lebih intens mengingat kulit muka juga mesti beradaptasi dengan perubahan suhu. Sama halnya dengan kulit kepala, krim yang saya gunakan di Indonesia juga tidak berfungsi dengan baik saat musim dingin. Yang ada kulit saya makin kering karena memang krim muka yang saya gunakan tidak mengandung air.

Saat musim dingin, sebaiknya pilih krim muka dengan bahan dasar air dan tidak mengandung alkohol. Pelembab di Eropa rata-rata tidak mengandung SPF, sehingga saya juga harus melapisi kulit dengan sunblock ber-SPF tinggi. Pernyataan kalau saat musim dingin tidak butuh sunblock itu justru salah besar! Walaupun cuaca sedang mendung, SPF tetap sangat penting digunakan untuk melindungi kulit muka dari pengaruh buruk sinar matahari yang malah lebih berbahaya saat musim dingin.

Kalau masih nyaman menggunakan krim dari Indonesia yang biasanya sudah cocok dengan kulit tanpa membuatnya makin kering, coba saja mengoleskan minyak almon, argan, atau zaitun sebelum mengaplikasikan krim muka untuk menjaga kelembabannya.

Berhubung kantung mata saya sudah turun dan kelihatan seperti orang capek terus, saya juga mengoleskan krim mata saat siang dan sebelum tidur untuk menjaga kelembaban di daerah tersebut. Pernah kejadian kulit di sekitar mata saya jadi kering dan menghasilkan garis-garis halus yang membuat muka kelihatan tua! Hiiiih..

Bibir

Suhu yang rendah dan kering membuat kulit bibir mudah terkelupas bahkan luka. Tahu kenapa orang Rusia dikatakan bangsa yang tidak ramah karena jarang senyum? Karena mereka harus bertahan di temperatur yang nyaris selalu di bawah -5 derajat Celcius selama beberapa bulan! Suhu rendah mudah membuat bibir kering dan sekalinya senyum, bisa-bisa kulit ikut merenggang dan menyakitkan. Bahkan di keadaan yang sangat dingin, bibir bisa berdarah karena luka.

Pelembab bibir wajib digunakan setiap hari untuk membuatnya tetap lembab. Membersihkan kulit mati di bibir juga mesti sering dilakukan untuk membuatnya tetap lembut. Hal sederhana yang sering saya lakukan saat mandi adalah mengelupasi sel-sel kulit mati di bibir. Air hangat membuat kulit bibir melembut dan cukup mudah dikelupas. Bisa juga menggunakan scrub khusus bibir buatan sendiri dari gula dan minyak zaitun.

Tubuh

Karena sering tertutup oleh pakaian, daerah sekitar tangan dan badan biasanya lebih hangat dari bagian tubuh manapun. Memilih pakaian juga tidak boleh sembarangan agar tetap merasa hangat. Gaya berpakaian layering atau bertumpuk memang cukup ampuh. Namun kalau bahan pakaiannya menghangatkan, hanya beberapa lapis saja sudah cukup tanpa harus menumpuk banyak jaket tebal.

Untuk mantel, ada banyak pilihan yang bisa digunakan. Saya pribadi, saat suhu masih di atas 2 sampai 8 derajat Celcius, mantel berbahan campuran wool ampuh menghangatkan tubuh sekaligus memberikan kesan neat dan classy

Mantel berbahan campuran wool yang tetap stylish saat cuaca dingin

Kalau sudah di bawah 2 derajat, saya biasanya memilih anorak andalan yang cukup tebal dan anti angin. Anorak yang saya beli di pasar loak (mirip dengan gambar di bawah) cuma 45ribu saja dan sangat menghangatkan di bawah suhu 0 derajat Celcius!


Image 2 of WATERPROOF COMBINED PARKA from Zara
Anorak ZARA yang tidak tembus air

Menyambut musim gugur atau di akhir musim semi, biasanya suhu masih 10 derajat di siang hari dengan sinar matahari yang hangat. Walaupun sudah cukup nyaman untuk bepergian, namun jangan lupakan parka, padded jacket, trench coat, jaket kulit, atau cardigan tebal berbahan wool untuk melindungi tubuh dari hawa dingin.

Image 4 of COTTON PARKA from Zara
Parka ZARA berbahan katun khas musim gugur





Agar tidak terlalu banyak menumpuk pakaian di dalam mantel, cobalah untuk memakai pakaian berbahan kashmir atau wool yang lembut namun sangat menghangatkan. Saya pribadi, biasanya menggunakan empat lapis pakaian saat cuaca sedang dingin-dinginnya. Pakaian thermal di lapis pertama, kaos atau kemeja katun di lapis kedua, pullover di lapis ketiga, dan anorak setelahnya. Bahkan saya bisa saja menggunakan tank top sebagai dalaman, kaus katun tangan panjang, dan anorak saat bepergian.

Pakaian thermal bisa juga diganti dengan dua lapis kaus katun agak mengetat di badan, atau dalaman tangan panjang berbahan dasar spandex. Pakaian yang mengetat ini cukup menghangatkan tubuh dan bisa berfungsi sebagai dalaman thermal saat musim dingin. Saya juga suka mengoleksi kemeja flanel yang dibeli dari pasar loak di Indonesia sebagai koleksi pakaian hangat. Cukup pakaian thermal, kemeja flanel, dan anorak, you can go, girl!

Bagian tubuh yang sering kena angin dingin lainnya adalah leher. Kadang mantel kita tidak cukup tinggi menutupi bagian tubuh yang ini. Solusinya dengan memakai scarf, syal tebal, atau sweater berleher tinggi untuk menghangatkannya.

Selain pakaian yang menghangatkan, kita juga harus aware dengan kesehatan kulit tubuh saat musim dingin. Mandi dan berendam dengan air hangat saat cuaca dingin memang sangat nyaman dan menyegarkan. Namun kalau lebih dari 5 menit, justru akan membuat kulit tambah kering. Jika terus dibiarkan, kulit bisa menjadi bersisik, luka, dan parahnya bisa kena eczema. 

Meskipun dingin bisa membuat kita malas membasuh tubuh dengan air, namun saya selalu berusaha menjaga kebersihan tubuh dengan mandi sekali sehari saat cuaca dingin. Hindari terlalu lama berendam dan mandi dengan air hangat. Sebisa mungkin basuh tubuh dengan air yang lebih dingin sehabis mandi untuk membuat pori-porinya tertutup. Mengoleskan pelembab tubuh yang creamy seperti body butter juga sangat penting. Saya pribadi juga mengoleskan pelembab tubuh yang berbeda di tiap musim. Body milk atau body lotion dengan formula ringan biasanya cocok digunakan saat musim panas, sementara body cream atau body butter yang cukup rich untuk musim dingin. Jangan lupa juga untuk rajin menghilangkan sel-sel kulit mati dengan scrub agar pelembab tubuh lebih cepat menyerap.

Tangan dan jari

Jari-jari tangan yang lentik akan sangat tidak cantik kalau terlihat kering dan bersisik. Hal yang sangat saya sebalkan adalah ketika merasakan jari-jari tangan saya kedinginan karena bisa membuatnya mengkerut dan kering. Hindari membasuh tangan dengan air yang terlalu dingin atau terlalu hangat, karena keduanya juga bisa membuat kulit kering. Sabun cuci tangan dengan kandungan sabun yang keras juga bisa membuat kulit kesat dan semakin kering. Gunakan krim tangan dan krim kuku sehabis mencuci tangan. Saat bepergian, sebelum menggunakan sarung tangan, selalu oleskan juga krim tangan untuk membuatnya tetap lembut.

Kaki

Jeans sebenarnya sangat tidak disarankan karena menyerap dingin. Tapi saya juga sangat suka memakai jeans karena memang celana jenis ini yang paling nyaman digunakan kapan pun. Saya biasanya memakai celana ketat berbahan spandex sebelum menggunakan jeans untuk memberikan efek thermal. Bisa juga memakai celana berbahan wool atau stocking tebal untuk menutupi kaki. Untuk stocking sendiri, saya harus menggunakan dua lapis agar kaki tetap hangat. Lapis pertama stocking 400D, sementara lapis kedua stocking wool 1200D.

Bungkus jemari-jemari kaki dengan kaus kaki berbahan wool sehabis mengoleskan krim kaki. Kadang saya juga menggunakan dua lapis kaus kaki dengan bahan yang berbeda, lapis pertama katun biasa, lalu dilapisi lagi kaus kaki berbahan wool. Saat cuaca sedang memburuk, bisa juga melapisi lagi betis dengan leg warmer atau kaus kaki selutut.

Hati-hati juga dengan pemilihan sepatu saat musim dingin! Sama seperti mantel, sepatu juga menjadi sangat vital untuk membungkus jari-jari agar tetap lemas saat berjalan. Jangan sampai karena salah pilih sepatu, kaki jadi terasa beku dan mati rasa. Hal ini juga pernah saya alami pertama kali datang ke Eropa di suhu musim semi yang masih -3 derajat Celcius! Saya tidak bisa merasakan jemari kaki lagi karena sangat beku dan rasanya digigit-gigit.

Saat bersalju, jalanan akan menjadi licin dan berbahaya. Kalau saljunya masih sebatas beberapa sentimeter seperti yang saya rasakan tahun ini, tidak terlalu bermasalah. Namun kalau saljunya sudah mencapai beberapa puluh sentimeter dan menjadi es, jalan pun harus hati-hati karena sangat licin. Sepatu boot tinggi dengan sol karet dan dalaman fur adalah pilihan terbaik saat kondisi ini.

http://normalizer.liveclicker.com/thumb/7/1883974359_1_Flv_512x288_thumb_1.jpg/women-keen-hoodoo-high-lace-snow-boots-1.jpg
Boot bersol karet cocok untuk menahan licinnya salju

Walaupun terlihat youthful dan sangat nyaman digunakan, tapi saya sangat sangat sangat tidak menyarakan sepatu baseball semacam Converse digunakan saat suhu di bawah 0 derajat Celcius! Apalagi kebanyakan sepatu jenis ini berbahan katun yang tidak bisa menghangatkan jemari kaki meskipun sudah memakai kaus kaki dobel. Saat cuaca tidak bersalju namun minus, sepatu berbahan kulit adalah yang paling sangat dianjurkan.

Saya juga sebenarnya suka sneakers bertali yang membuat penampilan lebih casual dan muda. Namun demi kenyamanan, saya hanya menggunakan sepatu jenis ini saat cuaca di atas 5 derajat. Itupun dengan syarat bahan sepatu tersebut bukan katun dan punya dalaman yang bisa menghangatkan.

Untuk mengantisipasi pemakaian kaus kaki dobel dan membengkaknya jari-jari saat dingin, belilah sepatu satu nomor lebih besar dari ukuran normal. Jika budget memungkinkan, pilihlah sepatu berbahan kulit asli yang lebih lembut dan nyaman di kaki.

Selain menutupi tubuh dengan pakaian hangat, jangan lupakan juga kesehatan kulit dengan melakukan perawatan rutin. Makanan kaya serat dan air putih yang cukup juga membantu kulit agar tetap lembab saat musim dingin. Ready to chill out in windchill??


Menjalin Hubungan Baik dengan Keluarga Angkat

Wednesday, 4 February 2015




Tiap keluarga angkat atau host family memang tidak sama. Ada yang sangat bersahabat, ada yang penuh aturan, ada yang cerewet, atau ada juga yang terlalu perfeksionis dan mengekang. Meski kita tidak tahu bagaimana sifat asli host family sebelum berangkat, namun sejatinya tidak ada host family yang sempurna. Host family adalah keluarga baru sekaligus ibarat perusahaan untuk kita. Tidak ada salahnya menjalin hubungan baik dengan mereka selama kita tinggal di rumahnya. 

Tinggal di rumah orang lain memang tidak bisa secuek di rumah sendiri. Selalu ingat, kita adalah au pair yang bertukar pengalaman tempat tinggal untuk membantu melakukan beberapa pekerjaan dasar di rumah mereka. Ada baiknya kita tetap selalu bersikap baik di rumah keluarga angkat dan berusaha menjalin hubungan baik dengan mereka.

What to do?

Dare to speak!

Ini permasalahan utama mengapa saya sering miskomunikasi dengan keluarga yang sekarang. Dari yang malu, banyak pikir, atau malah malas bicara, akhirnya saya tidak bisa mengutarakan apa yang harusnya dikatakan.

Sebenarnya bukan soal si au pair yang pemalu atau introvert, tapi sejauh yang saya temui, rata-rata au pair dari Asia memang tipikal orang yang suka menyimpan perasaan dan lebih baik diam. Padahal komunikasi dengan host family menjadi hal yang sangat vital.

 Awalnya memang sering kaku lidah, namun kalau sudah terbiasa, sebenarnya para keluarga bule itu juga open dan pikiran mereka kadang tidak sama dengan apa yang kita pikirkan. So, harus berani mengutarakan dulu apa yang kita rasakan! Harus berani! Harus!

Banyak sapa dan tanyakan kabar mereka

Apa yang membuat kamu dan teman atau gebetan lama berbetah-betah duduk di kafe? Pastinya ada topik seru untuk dibahas kan? Karena kita tinggal dengan host family yang dianggap keluarga juga, sebaiknya kita juga harus selalu menjaga komunikasi dan percakapan agar suasana tidak kaku.

Tidak harus menjadi seorang yang cerewet dan segala hal harus diceritakan, karena ada waktunya kita juga malas bicara dan memilih diam. Cobalah untuk ikut membaca koran atau berita tentang negara yang sedang kita tinggali. Hal ini bisa jadi topik seru untuk jadi topik dengan host family. Selain itu, host family pun bisa jadi akan sedikit terkesan karena kita mau lebih mengenal negara mereka.

Kebiasaan lainnya adalah menyapa di pagi hari dan sebelum tidur, berbincang tentang cuaca, atau menanyakan kabar harian. Yang keluarga saya lakukan saat semua anggota keluarga sudah pulang ke rumah adalah menanyakan tentang berita mereka hari itu. Walaupun kadang skenarionya cuma jadi begini;

"Hello, Nin. How was your day?"
"Good. Good. And how was Ghent, also hard rain?"
"Yes, also windy. How was the kids? Everything is okay?"
"Yes, everything is okay."

tapi setidaknya kita berusaha mengakrabkan diri dengan host parents dan ingin tahu apa yang terjadi di luar. Kedengarannya sih basa-basi, namun sebenernya mereka benar-benar ingin tahu apa saja hal yang sudah kita lakukan di negara mereka. Jika ada hal menarik yang terjadi, kita bisa menemukan satu topik untuk membuat percakapan lebih panjang.

Hal yang sama juga harus kita lakukan ke host kid(s). Walaupun seringnya cuma mendapatkan jawaban "good", "no", "yes", atau bahkan tidak ada jawaban sama sekali, saya tetap berusaha untuk selalu berkomunikasi dengan mereka. Yang sering ditanyakan biasanya tentang sekolah, pekerjaan rumah, teman, atau pertandingan basket mereka. Ssstt..pertanyaan seperti ini sebenarnya bukan kepo lho, tapi bagian dari perhatian.

Makan bersama

Sejak tinggal di keluarga yang sekarang, setiap pagi dan malam biasanya saya berkumpul di meja dan makan bersama. Walaupun beberapa kali absen ikut sarapan dan dinner, tapi biasanya saya menyempatkan untuk duduk dan mendengarkan cerita para bocah dan orang tuanya.

Beberapa teman au pair ada juga yang malas melakukan hal ini karena canggung. Tapi sebenarnya, hal inilah yang membuat kita benar-benar dianggap jadi bagian keluarga mereka. Duduk, makan bersama, dan cerita tentang apa saja yang sudah dilakukan hari itu. Jujur saja, saya juga kadang malas karena tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan. Tapi saya juga menyukai bagian dimana para anggota keluarga berkumpul dan berbincang. Bukankah hal ini sudah sangat jarang dilakukan saat kita sudah besar?

Mari memasak!

Hal menyenangkan selama tinggal di Belgia adalah saya bisa sekalian belajar memasak dan mencicipi makanan khas sana yang cenderung berkuah dan bersaus. Baru sekalinya ini saya merasa makan udang dan wortel mentah itu enak. Atau juga, baru sekalinya ini saya merasa roti yang dilumuri minyak olive bisa senikmat saat di Belgia.

Keluarga saya yang dulu dan sekarang dua-duanya suka memasak. Bedanya, keluarga yang dulu suka masakan seafood yang segar, sementara yang sekarang sukanya daging-dagingan yang berlemak. Walaupun saya lebih suka masakan keluarga yang dulu, tapi dari keluarga yang sekarang, saya diajari resep spaghetti dan saus bolognese paprika khas keluarga mereka yang enak.

Bagi saya, inilah namanya pertukaran budaya. Selain kita bisa mencicipi masakan khas dari host country, kita juga sesekali bisa menghidangkan makanan khas Indonesia di meja mereka. Walaupun sering ada ketakutan bakal tidak cocok dengan lidah mereka, namun makanan cukup familiar seperti nasi goreng atau bakso masih cukup bisa diterima. Bisa juga sesekali membuat muffin sederhana atau tiramisu untuk dimakan bersama. Setidaksukanya kamu memasak, atau setidaksukanya mereka dengan makanan Asia, tapi tidak ada salahnya mengenalkan satuuuu saja masakan karya kita di meja mereka.

Let's play together and be enthusiastic

Karena host kids saya sudah besar dan cukup mandiri, saya tidak perlu terlalu aware dengan mereka. Kalau lapar, mereka bisa makan sendiri. Kalau mandi, mereka juga bisa mandi sendiri. Bahkan kalau bosan, mereka juga bisa memilih main atau nonton tv. Karena kemandirian tersebut, saya benar-benar jadi kakak yang kadang hanya bertugas mengingatkan tentang jadwal tidur atau menegur kalau ada salah. Namun ada kalanya tugas au pair tidak hanya bersih-bersih dan mengontrol, tapi juga ikut main dan melakukan aktifitas bersama anak.

Tidak perlu jadi seorang guru TK yang harus menggiring main atau harus punya banyak ide untuk mengisi hari-hari kosong mereka, karena sejujurnya kita bukan seorang penghibur anak-anak! Yang harus kita tunjukkan adalah rasa antusias saat bermain atau berkumpul bersama. Meski saya punya sedikit masalah bercakap-cakap ria dengan anak-anak, namun saya selalu berusaha ikut nonton tv bersama atau main trampolin di luar walaupun malas sekali.

Kalau sedang good mood, saya biasanya mengajak si gadis kecil, Keet, menggambar sesuatu yang memang adalah hobinya. Hal yang selalu membuat dia penasaran adalah saat saya dengan baiknya menggambar seorang gadis berkepang lengkap dengan badan-badannya.

Lucu sekali saat melihat dia antusias menggambar hal yang sama dengan yang saya lakukan. Host kid saya yang satu ini memang punya hobi yang sama dengan saya. Berbeda dengan kakak-kakaknya yang aktif di olahraga, sebenarnya melakukan sesuatu dengan Keet bisa jadi lebih seru. Namun kadang saya juga tidak in good mood dan akhirnya meninggalkan dia bermain dengan iPad-nya. 

Aktifitas lain yang bisa dilakukan dengan anak-anak yang sudah lebih besar sebenarnya cukup mudah. Mainan klasik seperti UNO, Monopoly, atau board game juga seru. Aktifitas olahraga seperti renang dan bersepeda bisa juga dipilih kalau memang cuaca sedang bagus.

Voor jou, van mij

Arti dari kalimat di atas "untuk mu, dari aku". Walaupun tidak wajib, tapi sebaiknya berikanlah hadiah kecil pada host kids saat mereka berulang tahun, menang perlombaan, atau dapat juara kelas. Dengan gaji au pair yang pas-pasan kita juga tidak harus membelikan mereka sepatu basket atau mainan super canggih. Cukup belikan mug bergambar lucu, bando-bando imut, atau hadiah buatan tangan bisa jadi kenangan sendiri untuk mereka. Yang suka memasak, bisa juga membuatkan mereka cake cokelat favorit. Jangankan anak-anak, kita sendiri juga senang kan diberi kado? :)

Be flexible yet manageable

Jadi au pair menuntut fleksibilitas yang tinggi. Meski sudah jelas jam kerja cuma enam jam per hari, namun kadang host family masih butuh kita babysit di Sabtu malam atau saat kita libur. Apapun agenda kita saat libur baiknya didiskusikan dengan host parents dari jauh hari. Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman dan jadwal yang berbenturan. Tanyakan juga tentang rencana host family saat akhir pekan untuk mengatur agenda kita. 

Saya sempat ditegur host parents gara-gara ingin libur dari Jumat malam secara mendadak. Padahal Jumat malam itu saya masih kerja dan ternyata mereka butuh saya babysit. Untuk menghindari kesalahpahaman seperti ini, saya sekarang lebih aware dan mengalah dengan jadwal padat mereka. But fortunately, rata-rata host family tidak akan membebani au pair untuk babysit di tiap Sabtu malam kok.

Beritahukan teman dan rencana mu

Apa tanggapan kalian ketika ada anggota keluarga baru tinggal di rumah, namun pergi dan pulang tidak ada kabar? Atau bagaimana tanggapan kalian saat teman anggota keluarga baru datang, tapi kita tidak tahu bentuk mukanya, siapa, dan apa saja pekerjaan mereka di kamar?

Well, mungkin kita bisa saja cuek kalau yang dimaksudkan adalah kakak atau adik kandung sendiri. Tapi coba kamu bayangkan seandainya ada gadis asing datang dari tempat jauh yang sudah kita anggap sebagai keluarga, tiba-tiba tidak pulang ke rumah tanpa memberi kabar? Bukankah kita juga ikutan khawatir kemana dia dan apa yang terjadi?

Host family di rumah juga merasakan hal yang sama dengan kita. Dengan tidak menanyakan kabar kita, bukan berarti mereka tidak ingin tahu dan cuek. Mereka hanya menghargai privasi kita dengan tidak menanyakan macam-macam tentang hal yang kita lakukan.

Namun ada baiknya kita memberi kabar kemana kita akan pergi, di rumah siapa kita akan menginap, atau apakah kita akan pulang atau tidak. Sebenarnya host family lah yang bertanggungjawab atas kita di negara asing ini. Dengan memberi tahu siapa teman dan kemana kita akan pergi, menjelaskan kalau kita menghargai mereka.

Di lain sisi, jikalaupun ada sesuatu terjadi pada kita, mereka tahu akan mencari kemana. Tuliskan juga beberapa nomor telepon dan alamat teman-teman terdekat di kertas dan tempelkan di kamar kita untuk mengantisipasi seandainya host parents mencari beberapa kontak teman terdekat yang bisa dihubungi. 


Be socializing

Ada kalanya, host family punya acara dinner di rumah dan mengundang teman-teman mereka. Sejauh ini, kalaupun ada dinner di rumah, host family saya selalu mengajak untuk makan bersama di satu meja. Tapi ada juga beberapa keluarga yang hanya ingin menikmati acara dinner dengan teman-teman mereka tanpa diganggu anak atau au pair. Kalau kondisi ini terjadi, kita tidak perlu kecewa dan cukup biarkan host parents berkumpul bersama teman-temannya.

Yang ingin saya gambarkan disini bukan soal acara dinnernya, tapi ada masa dimana host family menawarkan au pair ikut acara mereka atau mengajak ke suatu tempat. Seringkali host parents saya menawari untuk datang ke acara mereka di hostel atau student housing. Meski saya tahu disana saya pasti akan sendirian dan tidak ada teman bicara, tapi ikut acara seperti ini membuat saya bisa lebih tahu pekerjaan host parents dan apa yang membuat mereka sangat sibuk setiap hari.

Seandainya host family memang menawari ikut ke sebuah acara, sesekali boleh saja kita terima ajakan mereka. Jangan terlalu sering menolak tawaran ini karena menandakan kita terlalu menjaga jarak dan tidak ingin terlalu ikut campur. Saat di acara itu pun, jangan cuma sibuk dengan ponsel dan menyendiri di pojokan. Cobalah untuk mencari teman bicara atau cukup sok-sok memperhatikan apa yang terjadi. Karena nyatanya acara orang barat memang tidak seakrab acaranya orang Asia.

Jadi au pair yang menyenangkan memang tidak mudah. Kita juga tidak harus berpura-pura untuk menjadi orang yang sok easy going untuk membuat keluarga angkat senang. Cukup jadi sendiri, jaga sikap, jujur, dan bertanggungjawab terhadap pekerjaan dan anak-anak mereka itu saja kadang sudah cukup kok.