Langsung ke konten utama

Tips Belajar Bahasa Asing (3)


Tulisan yang saya berikan sebelumnya adalah tips untuk pemula yang baru mulai belajar bahasa asing atau masih berada di tingkat basic/beginner. Banyak orang mengatakan 'memulai' suatu hal itu adalah hal yang sangat sulit. Ada banyak hal yang biasanya jadi masalah seseorang malas belajar bahasa asing, apalagi secara otodidak.

Tidak ada teman ngobrol.
Malas buka buku.
Tidak ada waktu.
Sekarang belum penting, nanti aja nunggu dapat beasiswa sekolah ke luar negeri.

Keluhan di atas merupakan 4 dari banyak kendala yang sering dialami seseorang ketika mulai atau sedang belajar bahasa. Tapi setiap kendala tentunya punya solusi dong. Intinya kita memang harus disiplin dan rajin mencari solusi atas kendala atau keterbatasana kita kalau kita memang mau belajar.

1. Sewaktu di Penang, saya sekamar dengan seorang tante asal Spanyol. Saya sempat kegirangan saat itu gara-gara saya juga sedang belajar bahasa Spanyol dan selama ini tidak ada teman ngobrol. Sebalnya, tiba-tiba kemampuan bahasa Spanyol saya kok jadi hilang ya? Swear, untuk bilang 'apa kabar?' saja saya amnesia! Saya mengaku kalau sebenarnya sedang belajar bahasa Spanyol dan mendadak lupa saat bertemu dengan dia. Tante yang namanya Veronica itu langsung memberikan tips saya harusnya punya pacar orang Spanyol biar ada teman mengobrol. Tante Veronica sebenarnya benar juga sih. Karena level bahasa Inggris saya juga sempat naik lantaran tiap hari BBM-an sama gebetan asal Kanada (isshhh pameeerr).

Kamu sebenarnya tidak harus punya pacar dulu untuk ngobrol, kamu bisa menemukan situs yang menghubungkan kamu dengan para native speakers yang bersedia mengajarkan kita sedikit bahasa mereka. Berikut rekomendasi yang saya berikan karena sering pakai:

Status pertemanan ini saya gunakan dua tahun belakangan. Anggotanya berasal dari hampir seluruh negara di dunia. Mirip-mirip Facebook sih, tapi kelebihannya kita bisa sekalian cari teman yang bisa diajak tukar bahasa (language exchange). Kita juga bisa sekalian pilih teman yang bisa diajak mengobrol dengan melihat deskripsi profil mereka. Kita juga bisa mengatur profil pribadi dengan membatasi umur orang yang bisa menghubungi kita serta membuat tulisan warna-warni di profil. Lucunya, kita juga bisa flirting sama cowok-cowok ganteng disini dengan modus minta diajarin bahasa mereka. Tertarik bikin akun?

Kamu suka kirim-kiriman surat atau tukar-tukaran kartu pos dengan orang di seluruh dunia? Kamu wajib bikin akun di situs ini! Selain bisa tukar-tukaran kartu pos, saya biasanya memanfaatkan situs ini untuk belajar bahasa. Kalau kebetulan kamu 'disuruh' mengirim kartu pos ke negara yang sedang kamu pelajari bahasanya, bisa jadi ajang pamer kemampuan menulis dong. 

2. Saat sedang pelajaran bahasa Inggris waktu di SMA, guru saya pernah ngomong daripada ngabisin duit kursus bahasa bertahun-tahun, mendingan duitnya dikumpulin terus belajar keluar negeri. Sudah banyak tempat kursus bahasa Inggris besar seperti EF yang menawarkan homestay keluar negeri sebagai bagian dari proses belajar. Kalau kamu merasa malas belajar bahasa asing di kota kamu (dan kebetulan banyak duit), saya sarankan mencoba kursus musim panas di luar negeri yang durasinya 3-12 bulan tergantung level yang kamu tuju. Biaya yang dikeluarkan memang besar, dari akomodasi sampai uang kursus. Tapi ada beberapa kursus bahasa yang memberikan beasiswa bebas uang kursus namun kita tetap harus menanggung biaya akomodasi dan tiket pesawat.

3. Zaman sekarang memang sudah masanya teknologi digital. Saya sendiri masih tetap memerlukan buku teks atau modul sebagai penunjang. Bayangkan kalau kita mesti dihadapkan pada kondisi dimana mati lampu seharian penuh. Kita tetap tidak bisa memanfaatkan laptop atau handphone untuk mengecek arti satu kata secara terus-menerus kan? Untuk itulah keberadaan buku dan kamus tetaplah penting saat belajar bahasa asing. Sebaiknya carilah buku-buku yang bahasanya kamu mengerti, komposisi bukunya cukup lengkap, dan harganya bisa disesuaikan dengan kantong. Sebelum pergi ke kasir, pastikan dulu kamu membaca isi buku tersebut sekali lewat. Kamu juga bisa mengambil beberapa modul di internet sebagai penunjang kalau kebetulan tidak ingin keluar uang banyak membeli buku.

4. Kalau kebetulan kalian ingin mempelajari bahasa tertentu dan memerlukan tentor atau setidaknya website yang user-friendly agar tidak terlalu membingungkan, saya sarankan mengunjungi website dibawah ini.

Disini kamu bisa ngobrol langsung dengan native speakers yang bisa berbahasa Inggris, mencoba kelas privat berbayar dari mereka, atau kamu juga bisa mendaftarkan diri sebagai tutor orang lain.

Pod101
Website ini menurut saya komplit. Kita bisa download modul, video, podcast untuk belajarr listening, bahkan ada sesi latihannya. Situs ini termasuk yang 'mendaftar seumur hidup' dan kamu tinggal meng-upgrade akun agar banyak keuntungan yang bisa kamu dapat.

Pertama kali mendaftar, kamu akan mendapatkan waktu gratis 7 hari untuk men-download semua podcast yang tidak semuanya bisa terbuka kalau kamu belum meng-upgrade akun. Saya sarankan kamu harus memiliki kemampuan bahasa Inggris di level Intermediate untuk mendengarkan podcast-nya. Semuanya berbahasa Inggris, namun sangat mudah dipelajari kalau kamu paham apa yang sedang mereka ucapkan. Mereka juga punya musik pengantar lucu sesuai negara yang bahasanya sedang dipelajari. Untuk menemukan situs dengan bahasa yang tepat untuk kamu, cukup tambahkan bahasa yang ingin kamu pelajari + Pod101 + [dot]com, enter. Contohnya ItalianDutch, Japanese, atau Swedish.

Seperti yang saya bilang ditulisan sebelumnya, selain belajar bahasa baru, durasi belajar bahasa Inggris tetap harus dilebihkan. Ini merupakan situs favorit saya saat belajar reading dan listening. Yang paling penting, situsnya user-friendly, materinya fun, dan kita bisa download teks atau audio-nya gratis.

5. Belajar bahasa bisa kapanpun dan dimanapun, bahkan untuk kamu yang sudah terdaftar di salah tempat kursus manapun. Kalau problem waktu adalah alasan terbesar kamu malas belajar dan kamu lebih memilih otodidak, cobalah untuk terus belajar minimal seminggu sekali. Bisa hari apapun dan jam berapa pun. Bahkan durasinya terserah kamu. Saya sendiri kadang harus membawa buku grammar bahasa Inggris ke kampus biar bisa dipelajari di dalam bus. Kadang juga cuma bertahan 20 menit, soalnya saya cepat ngantuk kalau belajar grammar. Hihi..

6. Kapan waktu yang tepat untuk belajar? Ya sekarang! Kamu menunggu apalagi? Menunggu dapat beasiswa dulu? Duh, kelamaan! Kalau memang kamu sedang merencanakan studi ke luar negeri, ada baiknya kamu mulai mempelajari bahasa negara yang sedang kamu bidik. Kemampuan berbahasa yang baik akan menaikkan poin kamu dimata juri saat kamu mengajukan beasiswa. Akan kelihatan kalau kamu serius belajar di negara mereka dengan bukti kamu sudah mempersiapkan diri kamu jauh sebelum diterima.

Semoga tips-tips di atas membantu ya, teman. Tidak ada kata terlambat kok untuk belajar. Namun apa yang bisa kita lakukan sekarang, yuk mari kita lakukan. Semoga bermanfaat!


Komentar

  1. Makasih kak atas sharing ilmunya, jd tmbah semangat buat bljar banyak bahasa asing :)

    BalasHapus
  2. Halo Nurul, terima kasih sudah mampir ya!
    Semoga tips2-nya membantu kamu belajar bahasa asing.
    Sukses ya! ;)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bule Ketemu Online, Bisakah Serius?

( PERHATIAN!!! SAYA BANYAK SEKALI MENERIMA TESTIMONIALS SOAL COWOK-COWOK DARI INGGRIS YANG MEMINTA ALAMAT SI CEWEK YANG DIKENAL VIA ONLINE. FYI , HAMPIR SEMUA MODUS PENIPUAN SEPERTI INI BERASAL DARI INGGRIS DAN AMERIKA! JANGAN PERNAH TERTIPU KEMASAN KULIT PUTIHNYA, KARENA BISA JADI YANG KALIAN AJAK CHATTING -AN ATAU VIDEO CALL -AN ITU ADALAH PENIPU !! JANGAN PERNAH BERI DATA DIRI SEPERTI NAMA LENGKAP, ALAMAT, SERTA NOMOR IDENTITAS ATAU KARTU KREDIT KE ORANG-ORANG ASING LEWAT DUNIA DIGITAL! BE SMART, BE AWARE, AND PLEASE JANGAN DULU BAPERAN KALO ADA YANG MENGAJAK NIKAH PADAHAL BARU SEMINGGU KENAL!!!) Selain berniat jadi au pair, ternyata blog saya banyak dikunjungi oleh cewek-cewek Indonesia yang ingin pacaran atau sedang dekat dengan bule. Gara-gara tulisan tentang cowok Eropa dan cowok Skandinavia , banyak pembaca blog yang mengirim surel ke saya dan curhat masalah cintanya dengan si bule. Aduh, padahal saya jauh dari kata "ahli" masalah cinta-cintaan. Saya sebetu

Mempelajari Karakter Para Cowok di Tiap Bagian Eropa

*I talk a lot about European boys in this blog, but seriously, this is always the hottest topic for girls! ;) Oke, salahkan pengalaman saya yang jadi serial dater  selama tinggal di Eropa. Tapi gara-gara pengalaman ini, saya juga bisa bertemu banyak orang baru sekalian mempelajari karakter mereka. Cowok-cowok yang saya temui ini juga tidak semuanya saya kencani. Beberapa dari mereka saya kenal saat workshop, festival, ataupun dari teman. Beruntung sekali, banyak juga teman-teman cewek yang mau menceritakan pengalamannya saat berkencan dari cowok ini, cowok itu, and all of them have wrapped up neatly in my head! Secara umum, tulisan yang saya ceritakan disini murni hasil pengalaman pribadi, pengalaman teman, ataupun si cowok yang menilai bangsanya secara langsung. Letak geografis Eropanya mungkin sedikit rancu, tapi saya mengelompokkan mereka berdasarkan jarak negara dan karakter yang saling berdekatan. Kita semua benci stereotipe, tapi walau bagaimana pun kita tetaplah bagi

7 Kebiasaan Makan Keluarga Eropa

Tiga tahun tinggal di Eropa dengan keluarga angkat, saya jadi paham bagaimana elegan dan intimnya cara makan mereka. Bagi para keluarga ini, meja makan tidak hanya tempat untuk menyantap makanan, tapi juga ajang bertukar informasi para anggota keluarga dan pembelajaran bagi anak-anak mereka. Selain table manner , orang Eropa juga sangat perhatian terhadap nilai gizi yang terkandung di suatu makanan hingga hanya makan makanan berkualitas tinggi. Berbeda dengan orang Indonesia yang menjadikan meja makan hanya sebagai tempat menaruh makanan, membuka tudung saji saat akan disantap, lalu pergi ke ruang nonton sambil makan. Selama tinggal dengan banyak macam keluarga angkat, tidak hanya nilai gizi yang saya pelajari dari mereka, tapi juga kebiasaan makan orang Eropa yang sebenarnya sangat sederhana dan tidak berlebihan. Dari kebiasaan makan mereka ini juga, saya bisa menyimpulkan mengapa orang-orang di benua ini awet tua alias tetap sehat menginjak usia di atas 70-an. Kuncinya, pola

First Time Au Pair, Ke Negara Mana?

Saya ingat betul ketika pertama kali membuat profil di Aupair World, saya begitu excited memilih banyak negara yang dituju tanpa pikir panjang. Tujuan utama saya saat itu adalah Selandia Baru, salah satu negara impian untuk bisa tinggal. Beberapa pesan pun saya kirimkan ke host family di Selandia Baru karena siapa tahu mimpi saya untuk bisa tinggal disana sebentar lagi terwujud. Sangat sedikit  host family dari sana saat itu, jadi saya kirimkan saja aplikasi ke semua profil keluarga yang ada. Sayangnya, semua menolak tanpa alasan. Hingga suatu hari, saya menerima penolakan dari salah satu keluarga yang mengatakan kalau orang Indonesia tidak bisa jadi au pair ke Selandia Baru. Duhh! Dari sana akhirnya saya lebih teliti lagi membaca satu per satu regulasi negara yang memungkinkan bagi pemegang paspor Indonesia. Sebelum memutuskan memilih negara tujuan, berikut adalah daftar negara yang menerima au pair dari Indonesia; Australia (lewat Working Holiday Visa ) Austria Amerika

Berniat Pacaran dengan Cowok Skandinavia? Baca Ini Dulu!

"Semua cowok itu sama!" No! Tunggu sampai kalian kenalan dan bertemu dengan cowok-cowok tampan namun dingin di Eropa Utara. Tanpa bermaksud menggeneralisasi para cowok ini, ataupun mengatakan saya paling ekspert, tapi cowok Skandinavia memang berbeda dari kebanyakan cowok lain di Eropa. Meskipun negara Skandinavia hanya Norwegia, Denmark, dan Swedia, namun Finlandia dan Islandia adalah bagian negara Nordik, yang memiliki karakter yang sama dengan ketiga negara lainnya. Tinggal di bagian utara Eropa dengan suhu yang bisa mencapai -30 derajat saat musim dingin, memang mempengaruhi karakter dan tingkah laku masyarakatnya. Orang-orang Eropa Utara cenderung lebih dingin terhadap orang asing, ketimbang orang-orang yang tinggal di kawasan yang hangat seperti Italia atau Portugal. Karena hanya mendapatkan hangatnya matahari tak lebih dari 3-5 minggu pertahun, masyarakat Eropa Utara lebih banyak menutup diri, diam, dan sedikit acuh. Tapi jangan salah, walaupun dingin dan hampa