Berniat Pacaran dengan Cowok Skandinavia? Baca Ini Dulu!

Friday, 23 September 2016



"Semua cowok itu sama!"

No! Tunggu sampai kalian kenalan dan bertemu dengan cowok-cowok tampan namun dingin di Eropa Utara. Tanpa bermaksud menggeneralisasi para cowok ini, ataupun mengatakan saya paling ekspert, tapi cowok Skandinavia memang berbeda dari kebanyakan cowok lain di Eropa. Meskipun negara Skandinavia hanya Norwegia, Denmark, dan Swedia, namun Finlandia dan Islandia adalah bagian negara Nordik, yang memiliki karakter yang sama dengan ketiga negara lainnya.

Tinggal di bagian utara Eropa dengan suhu yang bisa mencapai -30 derajat saat musim dingin, memang mempengaruhi karakter dan tingkah laku masyarakatnya. Orang-orang Eropa Utara cenderung lebih dingin terhadap orang asing, ketimbang orang-orang yang tinggal di kawasan yang hangat seperti Italia atau Portugal. Karena hanya mendapatkan hangatnya matahari tak lebih dari 3-5 minggu pertahun, masyarakat Eropa Utara lebih banyak menutup diri, diam, dan sedikit acuh.

Tapi jangan salah, walaupun dingin dan hampa, orang-orang yang tinggal di kawasan utara Eropa biasanya hidup lebih makmur dan kaya. Manusia terganteng dan tercantik seantero Eropa pun masih melekat dengan imej cowok-cowok tinggi berambut pirang dan bermata biru di Swedia.

Sementara Norwegia, merupakan negara kaya dengan perpaduan kecantikan cewek-ceweknya yang bertubuh tinggi langsing. Denmark dengan penduduk terbahagia di dunia dengan gaya hidup yang santai. Sementara Finlandia, negara kelahiran Nokia dengan cowok-cowok maskulin yang pandai membangun rumah.

Lalu bagaimana kalau ternyata kita terlanjur punya hati dengan para makhluk kece ini? So, girls, you want to date Scandinavian guys?

Dating in Scandinavia

Faktanya, tidak ada kata "kencan" di kamus cowok-cowok Skandinavia. Saya mempelajari (duile, gaya!) berkencan dengan cowok-cowok Skandinavia termasuk complicated. 

Di Swedia, terkenal budaya fika atau kebalikan kata dari kafi, yang secara harfiah bermakna kopi. Orang Swedia sangat suka ngopi-ngopi santai di kafe selepas jam kerja ataupun di akhir pekan. Bagi mereka, fika hanyalah coffee meeting kasual bersama teman ataupun kolega. Jangan geer atau pede dulu kalau ternyata si cowok mengajak seorang cewek fika-fika santai. Meskipun judulnya hanya "berdua", tapi sekali lagi, mereka tidak akan menganggap kegiatan ini sebagai proses kencan.

Lalu bagaimana kalau ternyata si cowok malah ada rasa dengan si cewek? Tanpa bermaksud mengekspresikan perasaannya secara berlebihan, si cowok biasanya lagi-lagi akan mengajak si cewek fika-fika santai. Bosan nge-fika, ujung-ujungnya mengajak nonton film di bioskop.

Intinya, sangat sulit menerjemahkan maksud si cowok dengan cara mengajak si cewek kesana kemari. Bagi mereka, kata "kencan" didefinisikan secara berbeda dengan pemahaman tradisional yang sudah ada. Kencan bagi mereka bukanlah soal si cowok mengajak si cewek jalan, diantar-jemput, diajak makan atau nonton, lalu dibayari pula. Balik ke kalimat awal tadi, "faktanya, tidak ada kata "kencan" di kamus cowok-cowok Skandinavia."

Mereka kurang ekspresif

Sebagai cewek, kita pasti inginnya dimanja ataupun diperhatikan. Tapi, tahan keinginan itu saat tahu bagaimana dinginnya cowok-cowok Skandinavia terhadap pasangan. Kalau ingin membandingkan para cowok di bagian Eropa mana pun, para cowok Skandinavia adalah kaum yang sebenarnya sangat membosankan. Mereka seperti sangat kesulitan mengekspresikan rasa sayang ke pasangan.

Lupakan soal bagaimana hangat dan agresifnya cowok-cowok Portugal atau Spanyol. Lupakan bagaimana cowok-cowok Italia yang sangat pintar merayu. Lupakan juga cowok-cowok Prancis atau Belanda yang romantis dan niat mengejar seorang wanita. Ingatlah bahwa cowok-cowok Skandinavia adalah kaum yang berbeda!

Cowok Skandinavia terkenal sangat tidak ekspresif terhadap perasaan mereka. Walaupun pasti ada pengecualian, namun secara umum, mereka sangat sulit mengatakan "I love you" ke pasangan. Mereka juga tidak membeli perhatian wanita dengan cara membanjiri kata-kata I love you setiap hari. They have their own way to get your attention. Cowok Finlandia terkenal sangat berhati-hati mengatakan kata "I love you". Bahkan, mereka hanya bisa mengucapkan kata-kata itu sekali seumur hidup saja. Their actions speak louder than words.

We are equal

Hidup dengan persamaan derajat antara wanita dan pria sejak lama, membuat para cewek tidak dimanjakan dengan kehadiran cowok. Si cowok juga tidak akan lagi melihat cewek sebagai makhluk lemah, hingga tidak bisa mengangkat barang belanjaan yang berat dan banyak. Mereka diciptakan sama, dengan pendapatan sama, hingga hak dari pemerintah yang juga sama. Downside-nya, si cowok juga tidak akan membayari si cewek makan dan minum saat kencan. You pay what you eat.

Saya pernah berkencan beberapa kali dengan cowok Norwegia yang ternyata sangat royal. Si doi juga tidak segan membayari makan dan minum terus-menerus. Lucunya, saat saya berusaha menawari untuk membayar satu bill di restoran, doi sepertinya tidak enakan. Sebenarnya, cowok-cowok Skandinavia masih terbilang royal saat kencan pertama, kedua, dan ketiga. Mereka masih bersedia membayari si cewek, apalagi kalau hanya minuman ringan seperti bir atau kopi.

Namun kalau sudah resmi pacaran, biasanya tagihan makan harus bayar sendiri-sendiri. Bukan lagi kewajiban si cowok untuk terus-terusan membayari si cewek ini itu. Cowok Skandinavia sangat strict soal bayar-membayari ini. Tidak masalah bagi mereka untuk membayari si cewek minum saat kencan, tapi tidak untuk makan malam. Mereka tidak ingin dianggap berlebihan membeli perhatian si cewek dengan cara terlalu royal saat kencan.

Mari berburu!

Selain tidak ekspresif, cowok-cowok Skandinavia juga bukanlah cowok agresif. Sangat sulit bagi mereka untuk mengajak kencan duluan. They take everything super duper slowly! Ada, ada saja yang bersedia mengajak kencan duluan, tapi kebanyakan malah diam di tempat.

Saya pernah mengobrol panjang lebar dengan seorang cowok Swedia via chat. Kalau bukan saya duluan yang mengajak fika, mungkin obrolan kami bisa saja berlanjut hingga tua. Kuncinya, jangan takut mengeluarkan sisi maskulin kita kalau memang sudah klik dengan si cowok. Menunggu si cowok punya inisiatif duluan? Basi!

Ibu saya pernah bilang, cewek baik-baik itu sebenarnya tidak mengejar cowok. Berburu itu tugasnya cowok. Tapi kalau si cowok berasal dari Skandinavia, ya si cewek yang harus berburu. Berburu disini bukan juga kita harus jadi cewek perkasa yang harus taking all the initiatives.

Intinya, kita harus maju duluan. Kalau memang sudah stuck di chat, ya ajaklah mereka jalan. Kalau memang kangen, ya mulailah chat duluan. Sudah berkencan berkali-kali tanpa ada kejelasan, then kiss him! Si cowok ini harus diberi sinyal kuat dulu, lalu biarkan mereka mencari arah. Duh!

Lalu bagaimana kalau ditolak? No, jarang terjadi. Bagaimana kalau nanti dicap cewek murahan gara-gara mengajak cowok jalan duluan? Tidak, mereka tidak akan berpikir seperti itu. Kita bisa tahu dia tertarik atau tidak lewat obrolan. Jarang juga saya dapati cerita cowok-cowok Skandinavia menolak cewek. Yang ada, mereka yang malah sering dapat sinyal penolakan.

Psstt.. Sebenarnya ada saja disaat dimana cowok Skandinavia berani mengambil inisiatif duluan untuk bertemu. Tapi sayang, niatnya biasanya bersamaan dengan keinginan berhubungan seks.

Betapa cemennya cowok-cowok ini

Kabar buruknya, siap-siap kecewa bagi para cewek asing yang terlanjur jatuh hati dengan para makhluk tampan Skandinavia. Mungkin cerita akan sedikit lain kalau kalian bertemu lewat online, lalu memutuskan untuk LDR.

Ingat rumus ini: tidak ekspresif + tidak ada inisiatif = cemen! Iya, itulah gambaran rata-rata cowok Skandinavia. Saya merasa, para cowok Eropa Utara sedikit berhati-hati untuk jatuh cinta, apalagi dengan para cewek asing yang ada di negara mereka.

Saya sempat bertemu dengan cowok Swedia yang sudah sangat klik namun tinggal (HANYA!) sekitar 37 km dari tempat saya tinggal. Walaupun kita tinggal di dua negara yang berbeda——namun sangat dekat, dia seperti tidak ingin mengambil resiko untuk hubungan jarak jauh. Terlebih lagi saat tahu saya hanya tinggal sebentar di Denmark.

Pernah juga saya mengobrol dengan seorang cowok Denmark yang sedang serius mencari pacar. Doi bertanya, sampai kapan saya di Denmark. Belum juga menjawab, doi sudah menambahi, "kalau kamu cuma seminggu, dua minggu, ataupun cuma 2 tahun di Denmark, kayaknya kita harus stop deh." *Yaileh* "Soalnya saya tidak bisa hanya menilai seseorang dalam waktu yang sangat singkat," tambahnya lagi.

Cowok Skandinavia juga sangat lamban menilai sebuah hubungan. Bagi mereka, rasa kepercayaan tidak hanya bisa dibangun lewat hubungan yang hanya berjalan sebulan, dua bulan. Terlebih lagi, mereka sangat takut untuk sakit hati karena jatuh cinta yang mendalam. Mereka takut sudah terlalu cinta dengan si cewek, namun mesti sakit hati karena si cewek harus kembali ke negara asalnya. Mereka juga tidak ingin mengambil resiko LDR, karena mereka tetap yakin, trust tidak bisa dibangun kalau tidak melihat dan menyentuh pasangan. Mereka seperti malas mengambil resiko untuk terbang ke negara asal si cewek yang jauh (dan mahal).

Begini kira-kira skenario saat saya membandingkan cowok di Eropa:
Cowok Belgia: Ketemuan yuk!
Saya: Males. Udah mau pulang ke Indonesia nih.
Cowok Belgia: Kapan?
Saya: Sebelas hari lagi.
Cowok Belgia: Masih lama! Ayo ketemuan!

Cowok Denmark: Sampai kapan disini?
Saya: Tahun depan.
Cowok Denmark: Oh. *gagal pedekate*

They dress posh

Kalau menurut kamu cowok terkeren dan termodis di Eropa itu dipegang oleh Italia atau Prancis, kamu salah. Cobalah berjalan-jalan di Stockholm atau Kopenhagen. Deretan cowok-cowok berewokan, rambut rapih, bermuka misterius, memiliki gaya yang kurang lebih sama; simple yet stylish. 

Orang-orang Skandinavia lebih suka memilih warna-warna gelap seperti hitam atau navy sebagai warna harian mereka. Musim panas akan sedikit ceria karena warna pakaian yang dipilih lebih functional yang menyerap panas, pun masih tergolong netral. Muka ganteng para cowok ini biasanya akan lebih misterius karena kacamata yang digunakan pun tergolong branded.

Karena termasuk bangsa terkaya di Eropa, kamu akan sangat jarang menemukan tas atau kemeja para cowok ini dibeli dari secondhand market. Nama-nama merk terkenal (dan mahal) seperti Tiger of Sweden, Samsø Samsø, Acne Studio, dan merk mahal lainnya adalah yang sering para cowok ini pilih. Intinya satu, they prefer quality over quantity. 

Sisi menarik mereka

Jangan selalu terprovokasi dengan drama Asia ataupun Amerika yang mengibaratkan cowok sebagai pangeran berkuda putih. Cowok tidak harus selamanya menghadiahi cewek barang-barang mahal demi menyenangkan mereka. Cowok juga tidak harus selalu membayari cewek ini itu demi dianggap perkasa. Cowok juga tidak harus selamanya bisa membaca kode-kode cewek demi dianggap sensitif.

Iya memang, cowok-cowok Skandinavia membosankan dan membingungkan. Main kode-kodean dengan mereka, ataupun masih termakan rasa gengsi, sama saja kita yang buang-buang waktu. Tapi meskipun para cowok ini bisa dikatakan "pelit" saat kencan, namun mereka tipe pasangan yang cukup setia, lho. Mereka adalah tipe cowok yang fokus dengan satu orang saja saat menjalin hubungan.

Ketika sudah tinggal bersama dan berkeluarga pun, cowok Skandinavia bukanlah tipe cowok yang harus dimanjakan oleh campur tangan wanita di rumah. Pekerjaan rumah tangga, membayar tagihan ini itu, ataupun tugas mengurus anak, akan dibagi rata dengan wanita. Para cowok ini biasanya bisa memasak, cuci baju, beres-beres rumah, belanja, hingga mengurus anak sendiri di rumah. Adanya persamaan derajat antara pria dan wanita, mewajibkan si cowok juga turun tangan dalam urusan rumah tangga minimal 3 jam per hari.

Jika sedang dekat dengan cowok Skandinavia, sekali lagi, ketahuilah kalau mereka tidak akan pernah mencoba untuk menarik perhatian dengan cara yang klasik. Cobalah untuk tidak tersinggung ataupun berasumsi mereka tidak tertarik dengan kita, hanya karena mereka tidak membawakan se-bouquet mawar merah, tidak pernah membukakan pintu, tidak membayari tiket nonton, ataupun tidak pernah mengantar pulang setelah kencan.

Sebaliknya, mereka akan selalu menghargai kita dan tidak akan pernah menganggap kita buruk dalam banyak hal hanya karena kita seorang cewek. He’d never assume that you won’t be able to get over that puddle of water without his help.



65 comments:

  1. Saya pernah beberapa kali kencan dengan cowo Scandinavia (2 Norway dan 2 Finland) sebelum saya menemukan jodoh saya cowo jerman yang udah sy kencani slama 3 tahun dan sudah mau tunangan. Yang kamu tulis memang benar, saya pernah tanya kenapa di budaya mereka cowo terkesan cuek sama cewe meskipun sebenarnya si cowo naksir abis sama si cwe, mereka bilang karena mereka punya budaya malu ngejar2 perempuan karena di negara2 maju di eropa perempuan dan laki derajatnya sama. Cowo scandavia dan jerman memang terkesan cuek dan dingin, mereka juga mensupport buat perempuan lebih mandiri dan berkarir dan gak slalu tergantung dari si cowo, bukan berarti mereka gak cinta tapi karena itu memang suatu yang lumrah dalam budaya mereka. Laki dan perempuan have to be equal.
    I love scandinavian man 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi.. Makasih udah sharing pengalamannya. Menarik banget :)
      Emang deh ya, cowok Skandinavia punya sisi menarik tersendiri.

      Delete
  2. Makasih udah sharing,,jadi tambah tau sifat pria Scandinavia. Kebetulan saat ini sedang berhubungan dengan pria Norwegia,dan seperti yg dceritakan,,cenderung cuek pria itu.. Trkesan ga peduli..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba kamu jujur deh ke si doi kalo sebenernya kamu pengen lebih diperhatiin dan dimanja, mungkin aja dia mengerti. So typical Nordic, mereka cenderung memperlakukan semua cewek layaknya cewek-cewek Nordik yang tangguh dan independen :>

      Delete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Ristya, boleh banget sharing. Langsung aja keluarin uneg2 kamu ke bagian "Contact" di atas ya ;>

      Delete
  4. Hi... Apakah kk seorang au pair???

    ReplyDelete
  5. Hi....
    Apakah kamu seorang au pair??

    ReplyDelete
  6. Bisa chatingan via email???
    Minta alamat emailnya boleh???

    ReplyDelete
  7. Hi mba..
    Boleh minta alamat email.. mau keluarin uneg - uneg
    bener yg mba bilang pacaran sm cowok scandinavia ( norwegia ) membingungkan di tambah usia doi yang lebih sudah kepala 4.......
    yang jelas emang udah bukan kya ABG lagi sih gaya2 pacaran nya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa hubungi saya di "CONTACT" bagian atas ya ;)

      Delete
  8. Siang Mba.
    Pertama-tama terima kasih sudah sharing infonya. Dalam beberapa hal saya setuju mengenai cowok Scandinavia. Kebetulan pacar saya Danish dan dia memang menjunjung tinggi equality. Very independent. Jagoan dia masak dibanding saya. Hahaha. Tapi seringkali kami salah paham akibat beda budaya. Terkesan ignorant dan straight forward padahal maksudnya emang tipe cowok sana itu ya begitu. Gak ngerti kode sama sekali. Jadi kalau pingin sesuatu ya kudu wajib terang2an minta ke doi.
    Bedanya, cowok saya ini sangat expressive, honest, dan dominant. Tyap hari bisa dibanjiri dengan kata2 romantis (justru kebalikan sama saya yang gak demen bilang I love you). Dan sebelum kenal sama doi, saya lagi deket sama cowok Polish. Pada akhirnya saya pilih doi. Gak kuat dengan karismanya! XD
    Waktu awal pacaran, memang betul saya mudah tersinggung dan berasumsi hal lain tentang doi gegara sifat to the point nya yang bisa bikin sakit hati dan hal itulah yang seringkali bkin kita berargument. But in the end, it's worth it. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih sudah berbagi pengalaman ;>

      Lucky you banget! Banyak cowok Denmark sebenernya super submissive sih sama cewek, apalagi kalo udah di rumah. Mereka tuh tipikal yes-man doang kebanyakan. Lucu juga sih denger ada cowok yang lebih dominan dan se-ekspresif cowok kamu :)

      Semoga clash culture-nya gak bikin hubungan kalian jadi messy ya. Communication is a key indeed.

      Delete
    2. Hai mba... makasih sharingnya.
      kebetulan saya juga lagi pacaran dengan cowok Denmark, setuju banget, mereka selalu menjungjung tinggi equality, ga bisa pakai bahasa kode2an dan super duper cuek. Beda 180 derajat dengan budaya kita, jadi perlu segudang pengertian.

      Delete
  9. Kok saya jadi penasaran sama cowo cowo dingin ini?

    ReplyDelete
  10. Gw lagi deket sama cowo Norway, kita ketemu di online dating. Awal-awal sih cuek ga karuan hahaha, tapi 1 bulan kenal si doi udah mulai agak perhatian gitu. Suka intense kirim pesan ke gw. Dia emang pendiem dan harus dipancing2 gitu buat bilang perasaannya lol

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ciyeee.. yang lagi deket sama cowok Norwegia ;D
      Kapan dong ketemuannya? Ntar diajakin adventuring bareng tuh kalo doi orangnya aktif.

      Delete
    2. Doi sih maksa buat ketemu tahun ini di Filipina haha, tapi ya namanya kantong mahasiswa duitnya ga nyampe lol. Dia super duper aktif, sering tuh dia ngekhayalin ngajakin hiking.
      But satu hal yg bikin gw heran, he's really frontal about sex.

      Delete
    3. Lha kenapa di Filipina dah? :O
      Ati2, cewek Filipina agresif dan ganas2. Hampir semua cewek disana pengen punya laki bule dan anak campuran ;p

      Delete
    4. Haha bener juga sih, katanya doi ada kerjaan di sana. Yaudahlah ya kalau nyantol ke pinay berarti ga jodoh haha

      Delete
  11. Hi Mba! Terima kasih sudah sharing. Infonya menarik sekali.
    Kebetulan pacar saya orang Denmark. Pernah saya tanya ke dia, apa bedanya perlakuan ke teman dengan ke pacar karena kan mereka sangat menghargai persamaan derajat/equality. Dia hanya menjawab, "Trust me, you'll know."
    Setelah saya perhatikan, kalau ke teman, pacar saya itu lebih senang menunggu untuk dimintai tolong. Dia tidak akan berbuat apa2 karena dia pikir temannya bisa melakukan sesuatu sendiri. Sedangkan kalau ke saya, hehe, dia lebih punya initiative untuk membantu. Apakah itu yang dimaksud dengan yes-man?
    Banyak yang mengatakan kalau Scandinavian guys are so cold yet submissive, but I guess I am so lucky to have such a funny, warm-hearted danish boyfriend. :")

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya bukan hanya cowok Denmark deh, cowok mana pun pasti bakal memperlakukan pacar dan temennya berbeda ;)

      Cumaaaan.. cowok Skandinavia ini kalo udah temenan awet banget. Sohib banget. Jadi kadang posisi pacar di bawah posisi temen. Soalnya bagi mereka, nyari temen sehidup semati lebih sulit ketimbang cari pacar. Then again, tiap orang beda-beda emang. Their girlfriends are still special after all.

      Iya betul, cowok Skandinavia tuh submissive sama pacar/bini. Tapi tergantung karakter si bini juga. Kalo si bini tipikal orang Asia yang submissive, mereka bakal jadi superior, lho!

      Delete
  12. Hai mbak! Baru baca postingannya dan tertarik banget mau tau lebih banyak. Aku lagi naksir banget nih sama cowok Norway, dan semua yang mbak sebutin di postingannya sama persis plek-plek! Hehehe. Mbak bilang kan cowok Skandinavia suka dengan cewek yang punya inisiatif tinggi. Apa itu termasuk dengan ngajak kenalan duluan? Kebetulan cowok yang aku taksir itu bos nya temenku di salah satu perusahaan di Jakarta sini, kantornya gak jauh dari kantorku. Kami belum pernah ketemu sih, tapi berdasarkan hasil kekepoanku bisa dibilang aku naksir berat. Well, dia cuek, pecinta alam dan yang paling penting pintar! Aku suka banget. Mbak punya saran gak gimana caranya pedekate sama dia tapi gak kelihatan norak supaya gak bikin dia ilfeel gitu? Makasih sebelumnya mbak. Ditunggu balasannya ya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi cuma sekedar crush doang nih? ;p
      Belom sempet ngobrol dan ketemuan? Yah..

      Ini di Indonesia? Duh, sebelnya bule di Indonesia tuh sok cool dan merasa banyak yang ngedeketin. Kalo di negara mereka sendiri, cowok Norwegia tipikal orang yang pemalu dan gak bisa liat mata cewek kalo ngomong—maksudnya sama cewek cantik/yang dia senengin ya. Makanya sebagai cewek, kita mesti lebih agresif. Gak ada kata norak/cari perhatian, selama masih dalam batas wajar :)

      Keep casual aja kalo emang posisinya di Indonesia sih. Mereka tuh cuek2, tapi sebetulnya desperately in love ;p Cuman dipastiin dulu, itu lelaki udah punya pacar atau belom.

      Sukses!

      Delete
    2. Ada saran gimana mulainya gak mba? Nah, menurut temenku sih dia belum menikah, dan hasil kekepoanku juga nunjukkin kalo dia masih sendiri karena banyak waktunya dihabisin bareng keluarga dan kegiatan outdoornya dia yg super seru dan banyak itu.

      Iya dia kerja disini udah 3 tahun lebih (hasil buka LinkedIn) hahaha! Kalo menurut cerita temenku sih dia orangnya jauh dari kata pemalu mba, secara posisinya di perusahaan merluin dia untuk banyak interaksi sama pekerja lain. Dan menurutku dia low profile banget, aku liat postingannya lebih banyak makan di kaki lima ketimbang resto mahal (entah ini related atau enggak). Dan temenku bilang sering banget dia coba ngomong pake bahasa Indonesia meskipun gak karuan pengucapannya! Ini lucu banget sih. Aku kepengen kenal tapi gak norak mulainya, gak pengen di cap stalker karena udah banyak kepoin dia (padahal iya). Udah dari sebelum lebaran aku mikirin gimana caranya, tapi setiap mau mulai kayak ragu gitu karena takut gak ada respon. Padahal ya dimulai aja belum.

      Delete
    3. Kayaknya kalo pekerjaan apapun gak boleh malu deh. Secara harus ketemu customers atau klien, jatuhnya kan bersikap profesional. Kalo soal masalah pribadi kan beda lagi ;) Cuman mungkin kalo dia emang udah lama di Indo dan gaul sama orang2 internasional, ya sifat malunya udah kekikis.

      Menurut aku, kamu gak bisa langsung tetiba ngirimi dia pesan. Ketahuan banget kalo ngefans ;p Orang Norwegia itu menghargai in real life communication kalo memungkinkan. Jadi kalo possible, jalan satu2nya ya minta kenalin temennya kamu :)

      Delete
    4. Nah, ini permasalahannya mba. Temenku bingung gimana ngenalinnya, mungkin karena gak terlalu sering interaksi dan gap antara bos-karyawan gitu. Jadi karena itu juga selama ini aku jadi ragu. Aku juga sependapat sama mba, real life communication emang penting banget buat tau respon dan bahasa tubuhnya pas lagi ngobrol gimana. Mudah-mudahan aja nanti ada kesempatan untuk ketemu dan ngobrol langsung. Hehehe.

      Delete
    5. Aha! Paham! Jalan satu2nya, kalo di kantor ada party dan si doi ikut, coba ikut aja. Kebanyakan pasangan yang ketemu dari tempat kerja biasanya emang kenalan pas ada party gitu. Biar kesannya tetep profesional dan casual aja sih. Sukses ya!!!

      Delete
    6. Sudah ketemu mba kemarin! Aku lagi janjian lunch bareng temenku dan kebetulan ada doi. Kami sempet ngobrol sebentar say hi. Kalo aku kasih dia souvenir atau kado gitu berlebihan gak ya mba?

      Delete
    7. Ciyeee.. finally ketemu ;) udah tukeran nomor hape/sosmed belom? Suvenir sama kado buat paan? :O ulang tahun ya dia?

      Delete
  13. Hai sis, aku mau nanya nih. Waktu liburan di pulau dewata aku ketemu sama cowok polish di resort aku (pertama wkt sarapan dia didkt aku sm keluarganya terus ketemu lagi di pool dan sebelahan). Awalnya sih aku biasa aja. Tapi dia suka ngelirikin aku dan aku ngerasa mungkin aku bisa make friends with this guy. Eh dianya ga pernah ajak ngomong duluan.. tapi karena segitunya doi aku jd penasaran, dan akhirnya aku dpt social media doi dr temen aku (wkwk typical of indonesian) yaudah deh aku belum follow sih, pengen nyapa.. tp takut ga dipeduliin.. ada saran ga? Hehe

    ReplyDelete
  14. Hi kak. Terimakasih sharingnya..
    Kebetulan aku lg deket sm cowok Skandinavia, dia danish.. Dan ya seperti yg kakak bilang, mereka cuek dan gak suka basabasi a.k.a to the point. Kami awalnya ketemu di online dating, lalu berlanjut chatting dan video call. Dan dalam waktu dekat ini dia akan dateng ke Bandung (krn aku org Bandung). Nah kak, kira² ada saran gak sih kak aku harus ajak dia ke tempat yg gimana, terus soal makan, apa iya bule itu perutnya sensitif kalo makan indonesian food? aku takut aja gitu kalo dia diajakin makan sate/nasi goreng tibatiba sakit perut. Dan apa aja yg harus dan jangan aku lakukan ketika menghadapi pria skandinavia? Aku gugup juga sih sbnrnya. Meskipun disebut pacaran, kan setidaknya kami belum pernah ketemu langsung. Rasanya juga pasti beda antara ketemu langsung dan hanya di video call.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Riezky ;)

      Selamat ya udah mau ketemuan sama pacar jauhnya. Deg2an dong pasti?

      Ajakin ke tempat2 yang paling hits di Bandung aja. Mereka suka yang ijo2 kok—kayak utan atau pemandangan lah. Pantai boleh juga, kalo emang oke.

      Soal makanan, bener banget. Perut bule itu gak sekebal perut orang Indonesia yang apa aja masuk. Rada ati2 sih mereka kalo makan. Usahain jangan terlalu pedes dan jangan diajakin ke tempat2 pinggiran dulu. Bukan apa, takut aja perutnya gak nerima. Kayak temen ku, sampe muntah dan mules2. Hehe.

      Be yourself aja ;) Terus jangan ngarepin dia semua yang bayar. Kalo dia cuek gak mau bayarin, ya terpaksa kamu sharing cost. Maklumlah ya.. kadang cowok2 Danish itu perhitungannya bukan main. Haha.

      Good luuuuuck! Pøj pøj!

      Delete
    2. Alhamdulilah calon suamiku Danish dan ga perhitungan....dari first date sampe diajakin ke negaranya,pdhl belum resmi jadian wktu itu hhe.sampe skg kita mau nikah dia baik bgt sih tapi ya emg kalo mau awet hubungannya ,mreka ga bisa di kodein orgnya harus to the point masalah apapun....

      Delete
    3. Happy to hear so :)

      Tapi apa yang aku tulis di sini memang sebetulnya lebih ditujukan ke cowok Skandinavia yang memang betul2 kalian temuin dari negaranya. Bukan via online antar negara. Range umur dan profesi juga menentukan, karena cowok muda dgn karir yg belom terlalu stabil biasanya emang cenderung lebih perhitungan tentang apa aja yang mesti dibayar.

      ;)

      Delete
  15. Belum, cuma aku udah follow dia di sosmednya sih. Entah dia notice atau enggak. Gak lagi ultah sih mba, saking excitednya aku kepengen kasih aja gitu. Lebay ya? Tipikal mereka gak suka ya dikasih sesuatu gitu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo posisinya, kamu belom tau dia suka juga sama kamu atau gak, ngasih hadiah (padahal baru pertama ketemu) rada berlebihan sih. Contohnya aja kamu nih, baru ketemu cowok, terus si cowok langsung ngasih hadiah gitu. Antara bingung, aneh, atau bahagia kan? ;)

      Kalem aja dulu. Ntar ketahuan kalo kamu ngefans tuh. Haha. Tapi ya kembali ke kamunya lagi sih. Kalo mau ngasih ya silakan. Tapi resikonya; dia ilfil (dan menjauh) atau dia respon positif (dan pengen kenal kamu lebih jauh) :D

      Delete
  16. Belum tau sih mba. Dia super misterius dan sosmednya hampir bersih dari yg namanya foto yang menandakan dia punya seseorang. Jadi aku belum tau kesan dia tentang aku kemarin gimana. Sejauh ini sih dia belum ada tanya apapun ke temenku. Apa memang respon kebanyakan dari cowok Norway begitu ya mba? Terlalu menggebu-gebu akunya nih ya mba maaf hehehe! Maklum ketemu yg kayak dia ini bikin aku jadi semangat banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maksudku disini respon mereka lamban atau memang naturalnya mereka kurang responsif ya mba?

      Delete
    2. Aku udah nanya ke cowok Denmark & Norwegia tentang respon mereka gimana, kalo ada cewek ‘model kayak kamu’ treats him like that. Hehe..

      Kata mereka, it sounds odd. Soalnya kamu dan dia belom pasti akan ketemu lagi. Jadi stalking means creepy. Pun kalo kamu ngasih dia suvenir/sesuatu, mereka pasti bakalan nerima buat ngehargain kamu. Tapi, mereka bingung harus gimana soalnya mereka juga gak paham maunya kamu itu apa.

      Jadi saran aku...
      Harus ada penengah disini. Gak bisa langsung agresif aja maen DM dia. Hehe. Jadinya kayak secret admirer gitu ya.

      Delete
    3. Nah, ini ngejawab semua rasa penasaranku mba thank you! Oke, berarti aku harus coba lagi ya, cari kesempatan untuk ketemu doi sekali lagi siapa tau dia notice. Agak complicated sekali mereka ini, bener-bener 180 derajat beda dengan kebiasaan orang Indonesia. Banyak surprisenya! Tapi malah makin bikin penasaran, isi pikiran mereka bikin geleng-geleng mba. Hehehe!

      Delete
    4. Sebenernya gak kok kalo kamu udah kenal beneran. Cowok2 Skandinavia tuh mudah ketebak. Kalo kamu sering ngobrol sama doi, langsung paham isi otaknya paan dan maunya gimana. Mereka tuh tipikal yang jujur kalo udah nyaman sama orang :) Beda sama cowok Finlandia yang ngomongnya sedikit dan mesti kena pancing dulu.

      Good luck ya semua2nya! Mungkin kamu harus ketemu sekali atau dua kali lagi nih. Baru deh bisa ngobrol via DM. Siapa tau si doi malah lagi deket sama cewek Indo laen lagi? :<

      Delete
    5. Mereka sama-sama Skandinavian tapi beda gitu ya mba? Yep, harus usaha buat punya kesempatan ketemu kayak kemarin. Good luck to me!

      Nah, lagi nih mba yang buatku penasaran. Tipikal mereka tuh yg memang jarang post foto bareng pacar (kalau kebetulan mereka punya) atau tipe yg justru ekspos kebersamaan banget? Secara umumnya gimana mba? Kalo yg aku perhatiin di sosial media doi, dia banyak hangout sama orang Indonesia, tapi kebanyakan dari mereka itu pasangan temennya doi sendiri. So, sekali lagi sampe sekarang belum ada clue dia sendiri atau enggak.

      Apa mereka tipikal yg hampir sama kayak Belgian? Lebih luwes dan tahan LDR? Karena yg aku curigain, doi ada post sama satu cewek dan dia Norwegian juga.

      Delete
  17. Hi mba makasih buat storynya tentang cowo skandinavia. Kebetulan aku lg pdkt dengan cowok denmark. Ketemunya sih di online dating. Dan udah sering video call an juga. Yang mba bilang itu benar semua loh ttg cowok2 skandinavia. Bener2 bikin bingung tapi bikin penasaran juga. Dia sering bilang dia suka sama aku dan janji bakal datang ke indo 2 bulan lg. Tp kalo lagi video callan aku ngomong apa trus kalo ga sesuai dgn permintaannya pasti dia lgsg tutup call nya. Dan itu udah bbrp kali terjadi. Kadang suka ga ngerti sih dia maunya gmn. Kalo dia udah tutup call gitu biasanya aku say sorry. Abis itu dia mau juga lanjut obrolan lg. Yang aku perhatikan dia sepertinya kurang suka chat lama2, maunya video call an.
    Orangnya sih straight to the point dan ga ngerti kode2an cewe. Tp dia sering bilang kangen banget ke aku mba.
    Menurut mba kalau cowo danish udah sering bilang suka dan kangen gitu serius ga sih mba? Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Again, yang hanya bisa tau keseriusan mereka ya mereka sendiri :)

      Tergantung kamu maunya gimana dalam berhubungan. Kalo mau serius, ya mending jelaskan dari awal. Kalo hanya pengen fun doang sekedar nyari temen ngobrol, ya mending gak usah dibawa perasaan banget.

      Cowok Denmark tuh ada dua tipe; yang suka ngobrol atau yang demennya chattingan aja. Kalo dia suka video call-an, berarti orangnya emang suka face-to-face interaction — which is a good sign!

      Soal kangen sih, kayaknya natural ya. Apalagi kalo udah sering ngobrol dan bertukar pikiran. Kapan dong ajak dia ke Indonesia?? ;)

      Delete
  18. Makasih ya kak ud share...
    Ngebantu banget infonya

    ReplyDelete
  19. Basically, aku deket sama cowok Norway baru 1 bulan ini. Lewat asian dating . Dia tampan dan bertattoo, suka racing dan hiking. Sayang banget sama keponakan- keponakannya. Dia seorang sailor di usianya yg masih muda. Tinggal di farm di rumah sendiri dan hampir ga pernah pulang. Jadi rumahnya ga ada yg nempatin 😂
    Pertama- tamanya dia cukup ngebosenin karna tiap hari cuma kirim selfie (narsis ya) sama pemandangan2 negaranya yg masih amat natural itu. Forest and hill doesn't excite me that much. Tapi kastil dan old town ala eropa baru aku suka. Ngobrolnya juga cuma iya-iya aja. Seperti di artikel kamu mereka cuek setengah mampus. Kalo bukan aku yang cuma read- read chatnya dia doank dan dia sadar, dia gak bakal ngobrol lagi. Lol maaf bertele-tele. Jadi intinya diawal- awal kurang menarik perhatianku. Sampai baru- baru ini setelah kita ngobrol banyak tentang tattoo dan hiking (aku juga tattoan), tiba2 dia bilang 'aku suka kamu'. Dan udah mulai ngomongin hal romantis lainnya. Padahal baru kenal dan cuma gara2 banyak hal kesukaan kita yang sama. Menurut kamu dia itu bisa di pertimbangkan ga untuk diseriusin ? Karna aku bener2 khusus mencari pasangan dalam kasus ini. Hehe terima kasih love your blog though ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Brenda,

      Thanks for sharing! Haha.. sama! Aku juga biasa aja sama utan dan pegunungan pas tinggal disini. Gak terlalu tertarik.

      Menurut aku ya, cowok Norwegia tuh gampang banget suka sama cewek yg emang satu hobi sama mereka. Apalagi kalo kamu punya kesamaan tatoan dan cukup aktif balesin pesan2 dia :)

      Kalo emang mau serius, mending tembak aja langsung dari awal. Yang aku tau, cowok2 Norwegia tuh gak takut berkomitmen tapi mikir berkali2 dulu buat nikah. Apalagi masih muda. Disini banyak pasangan yang bahkan maunya punya anak dulu, baru deh mikirin mau nikah apa gak :)

      Good luck ya!

      Delete
    2. Okay Nin! Kamu memang keren ! Kata2 dalam blogmu pas dan sesuai dengan dia. Seperti yang kamu tulis semuanya benar. Dia bukan cuma overwhelming tapi super pekerja keras. Bahkan dengan jadwal nya yang full seharian berkutik mesin-mesin di kapal 12 jam sehari 7 hari seminggu. Tapi masih sempatnya hubungin aku. Sekarang kita sudah resmi ketemu dan berpacaran dan sedang mengurus dokumen travel sama ke Norway hehe. See you soon there :)

      Btw, terlalu buru-buru gak sih ? :'D

      Delete
    3. Happy to hear your story, Brenda! ;)

      Asiiikk.. udah mau jengukin dia balik ke Norwegia ya? Dia tinggal dimana, kalo boleh tau? Aku sekarang di Oslo soalnya.

      Masalah terburu2, itu subjektif banget. Tergantung niat awal kalian gimana. Tapi menurut aku, “mengikat” dia dalam sebuah hubungan terkesan normal kok. Gak terburu2 ;)

      Delete
    4. Iya gantian aku yg kesana :D doain selamat sampai pelaminan ya !
      Dia rumahnya di Haugensand/ Haugesund/Haugen aku lupa yang mana yg bener nama kotanya XD
      Tapi dia kerjanya di Alesund dan pulangnya cuma beberapa bulan sekali :') apakah kedua kota dia jauh sama kamu. Ya mungkin suatu hari kita bisa ngebir2 cantik di fjord kan aku jadi punya temen disana :D

      Delete
    5. Amin! Sukses semua persiapannya :) Resmi tinggal di Ålesund apa Haugesund jadinya?

      Oslo - Haugesund itu kayak Jakarta - Pekalongan. Sementara Oslo - Ålesund kayak Jakarta - Jogja.

      Delete
    6. Trims Nin!

      Hahaha aku ga mungkin tinggal di Ålesund kan dia tinggalnya di kapal offshore disana :'D Dia chief engineer dikapalnya.
      Kemungkinan kecil aku bisa join dia di deck kapal 😂
      Jadinya nanti aku tinggalnya di Haugen di rumahnya itu.

      Delete
    7. Waah ikutan seneng deh baca ceritanya..

      Bisa minta emailnya gak brenda lenny wijayanti ? Barangkali bisa sharing gitu yah 😆 kebetulan pacar sama sama danish ..
      Makasih sbelumnya😊

      Delete
  20. Hi Nin
    Just found your blog !!!!! Damn, i love your words.
    And.....
    Aku setuu bgt, klo cowo scandinavia itu jauh lebih keren dari cowo eropa lainnya. terutama Swedia.
    Swedish is my favorit for sure :)


    Best
    Nida

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thankisses, Nid!!! ♥️

      Haha.. oke2, you agree with me.

      Delete
  21. I've read all the sweet things...interesting. Kalo lagi berantem kaya gimana bentuknya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo lagi berantem??

      Tergantung karakter cowoknya juga. Ada yang dewasa dan menyelesaikan masalah dengan cara yang tenang banget. Super sabar dan lembut. Gak pake otot.

      Ada juga yang emosional dan temperamen, sampe saling ngelempar kata2 kotor atau maen tangan. Ada banget.

      Tapi sejauh yang aku lihat, kebanyakan cowok Nordik ada di tipe pertama. Menyelesaikan masalah dengan gentleman dan face-to-face. Bener2 menghargai argumen perempuan karena doi ngerti masalah kesetaraan gender. Malah yang lebih kayak laki dan teriak2 si ceweknya kadang ;)

      Delete
  22. Hey kak....
    thx for your information...
    Cow Swedia tuhhhh ya duuhhh emesss bgd!!!

    ReplyDelete
  23. Ouh thanks finally I find your blog😘
    Kebetulan pacar dari denmark. Dan dari semua tulisan di atas hampir semua sama persis kayak dia. Tapi dia cukup romantis menurutku dan mau menghargai pendapat orang lain. Mau juga bayarin aku buat ke sana karena aku gak punya duit 😂dan juga karena dia gak bisa kesini soalnya baru pulang trip dari jepang dan korea.
    Gak segan untuk say sorry juga dia kalau pas lagi ngecewain.
    Tapi emang gak banyak omong sih dan yah jarang ngmong I love u di awal, tapi sekarang jadi biasa dan sering bilang love u mungkin kebawa karena aku biasa bilang gitu kali yah.
    Dari awal tujuannya sama sama serius. Dia bilang mau punya anak(pdahal umurnya 28th spertinya masih muda ya kalau untuk danish guy, sedangkan aku single mom 25th). Aku bilang aku maunya nikah dulu. Dan dia setuju. Mau menikah dulu atau enggak buat orang sana gak masalah katanya .
    Dan problemnya disini adlah..
    Kita beda keyakinan. Dan sama sama kekeuh dengan pendirian masing masing gitu.
    Malah dia bilang ntar mau ngasih kebebasan ke anak soal keyakinan (its big No for me).
    Aku gak bisa maju kalau gak seiman 😢
    Jadi yah jalanin aja dulu sambil dia ngumpulin uang. Soalnya biaya nikah di denmark dengan foreign kan gak murah yah. Harus nyiapin dana 200juta(rupiah) lebih untuk jaminan aja belum yang lain lain.
    Dan satu lagi aku suka bete kalau inget mantan nya (mantan yg dari jepang,ceritanya putus karena cewe nya gak bisa diajak serius maunya party terus, masih muda sih 21th).
    Padahal dia gak pernah bahas soal mantan. dia bilang sih aku suka langsung berubah gitu kalau bahas mantan.
    Sampe akun sosmednya dia hapus. (Ini bagus biar gak main sosmed)
    tapi diem diem ak suka stalking akun mantannya itu.. Gak tau kenapa sebel aja bawaannya dan suka mikir yg enggak enggak.. apalagi disana masih terpampang nyata fotonya dia dan segala kegiatan mereka waktu masih pacaran.
    Nyebelin banget gak sih?😡 (tapi tetep kepo)
    yaah kalau jodoh gak akan kemana yah..tapi aku lebih ke pasrah gitu sih sekarang. Hopeless 😢

    ditunggu sarannya yah..
    Sorry jadi curhat panjang. Haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahhh seru banget curhatannya! Makasih banyak :)
      Aku sampe lupa balesnya. Maaf.

      Eniwei, kalo cowok asing udah pernah pacaran sama cewek Asia atau sering ke Asia, emang kelakuannya udah gak 100% Skandinavia lagi ;p Udah mulai nyesuaiin sama gaya/kultur pacaran Asia. Makanya no wonder doi gak setipe sama mostly cowok2 Skandinavia :)

      FYI, reunification family visa di Denmark udah makin sulit sekarang ini. Udah gak gampang bawa2 pacar/istri asing karena pemerinta Denmark makin anti-imigran dan rasis. So, good luck deh buat hubungan kalian! ;) Semoga bisa makin serius ya ke depannya.

      Delete
  24. bener saya pernah mengalaminya dengan cwo denmark.dia bener2 dingin dan gak romatis.ngebosenin banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang rata2 cowok Denmark ngebosenin sih. Tapi sebetulnya mereka tuh bisa jadi partner yang asik banget karena mau berbagi peran dalam rumah tangga :)

      Delete
  25. Hi kak Nin, tulisan blognya keren banget, dan aku bener ngerasain hal yang sama dengan tulisan kak Nin ini.
    Aku punya kenalan orang Swedia, orangnya suka ngbrol di chat, status kami msih berteman biasa, udah hmpir 1 tahun ini kenal di sosmed ngga sengaja.
    Entah kenapa kak, kalo aku ngga chat dia, nanti dia nyariin misal kyk bilang "Hello where are you?"
    Atau pernah dia ngabarin aku kalau dia mau pergi ke luar Swedia, ke daerah yang pedesaan, yang kalau sinyal tuh kendat kendut kak hehe ��
    Dia terlihat sedih dan ngeluhnya ke aku sehari sebelum ninggalin Swedia. Aku berusaha support aja dgn caraku.

    terus juga kak, pas dia udah sampe, dan mau pergi ke pedesaan itu, dia ternyata secara diam mengutus *cielah mengutus hihi , maksudnya minta ke sepupunya untuk ngechat atau kabarin ke aku kalo dia lagi ngga bisa dapet sinyal bagus/ngga pegang hp. Itu berlangsung sekitar 1 bulanan kak, dan setelah itu alhamdulillah komunikasi kami lancar luncur ae hehe.
    Menurut kkak, caranya yg seperti itu mengindikasikan dia kenapa ya sama kita? Susah susah gampang ditebak gitu ya hehe Mohon penjelasannya kak ��

    ReplyDelete
  26. benar-benar tulisan yang diatas sesuai pengalaman saya kak, saya sekarang dekat sama cowok Finland dan Russia yang tinggal di moskow, menurut saya mereka memang sama2 dingin, cuek, walaupun dua2nya jarang senyum kalau ketemu, benar2 susah ditebak, tapi aslinya kalau kita sudah begitu dekat mereka benar2 sangat setia & baik.

    ReplyDelete