Biaya Hidup (baca: Belanja) di Belgia

Monday, 20 October 2014




Setiap berencana ke luar negeri, baik itu untuk urusan jalan-jalan, kuliah, atau jadi au pair, yang harus dipikirkan pastinya adalah masalah biaya hidup. Untuk yang jalan-jalan, mungkin hanya akan memikirkan soal biaya hidup harian yang masanya hanya seminggu sampai sebulan. Namun, bagi mahasiswa dan juga au pair, biaya hidup di Eropa hingga setahun atau dua tahun harus benar-benar dikalkulasi.

Memang standar biaya hidup di Eropa sangat tinggi untuk ukuran orang Indonesia, tapi kembali lagi ke gaya hidup pribadi masing-masing. Walaupun tinggal di Indonesia, kalau setiap minggu nongkrong di kafe, jalan ke bioskop, atau belanja produk branded, pastinya akan sangat boros. Tinggal di Eropa pun, kalau doyan masak dan membatasi untuk jajan di luar, akan sangat menghemat pengeluaran.

Berikut saya berikan gambaran berapa biaya untuk hidup di Belgia tiap kategori:

Akomodasi

Untuk seorang au pair, urusan akomodasi pastinya tidak lagi jadi masalah karena sudah tinggal dengan host family. Bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di Belgia, biasanya akomodasi akan disewakan oleh pihak kampus. Walaupun saya bukan mahasiswa disini, namun yang saya tahu besar biaya sewa asrama kampus sekitar €400/bulan.

Karena host family saya yang sekarang punya student housing di beberapa kota di Belgia, mereka cerita menawarkan biaya sewa satu kamar €450/bulan di Ghent sudah termasuk dapur, listrik, dan kamar mandi.

Student housing milik host family saya ini bahasanya mirip kos-kosan di Indonesia. Namun jangan salah, student housing di Belgia biasanya punya bangunan dan interior yang sangat modern mirip-mirip apartemen pribadi.

Bahan Makanan

Selama jadi au pair, saya biasanya juga punya tugas belanja bahan makanan tiap minggu. Belanja bahan makanan di Belgia jadi suatu hal yang sangat saya sukai, karena saya bisa langsung membandingkan harga dari satu tempat ke tempat lain dan yang jelas punya pengalaman sendiri selama bergerilya cari tempat termurah. 

Kebanyakan orang Belgia biasanya akan pergi ke supermarket besar seperti Carefour atau Del Haize untuk belanja bahan makanan. Harga yang ditawarkan kedua tempat ini biasanya relatif sama, kecuali untuk Carefour Express atau Louise Del Haize. Kedua tempat terakhir tersebut biasanya punya selisih harga lebih mahal €2-an.

Satu tempat yang sangat saya sukai untuk belanja adalah Colruyt. Dibandingkan Carefour dan Del Haize, harga beberapa bahan makanan di Colruyt lebih murah. Dua supermarket murah terkenal lainnya adalah ALDI dan LIDL.

Berbeda dengan LIDL yang masih menjual makanan dengan merk komersial, bahan makanan yang dijual di ALDI semuanya merk lokal sehingga harga yang ditawarkan pun murah meriah. Jangan harap akan menemukan merk ternama seperti Coca Cola atau Nutella disana. Namun biasanya akan ada alternatif coke atau pasta cokelat lainnya yang mirip dengan merk-merk ternama. Untuk belanja mingguan di ALDI dengan asumsi masak sendiri, kira-kira hanya menghabiskan €10-15.

Di banyak kota besar biasanya akan digelar pasar akhir pekan yang bisa jadi alternatif belanja bahan makanan murah. Selain sayur-sayurannya masih segar, semakin siang biasanya penjual juga akan semakin menurunkan harga. Seperti pasar akhir pekan terbesar di Brussels yang berlokasi di Gare du Midi, karena hari sudah siang saya membeli sekotak sedang stroberi yang masih segar dengan harga €1 saja!

Di beberapa desa kecil lainnya biasanya juga menggelar pasar kaget seminggu sekali dan menjual sayur-sayuran segar. Kegiatan pasar mingguan seperti ini sebenarnya tidak asing di Indonesia, karena setiap hari pun, saya nyaris ke pasar tradisional. Namun jalan-jalan ke pasar di Belgia tentunya akan jadi cerita baru.

Untuk yang sangat suka makan ikan atau seafood seperti saya, belanja ikan di supermarket memang sangat tidak menyenangkan. Selain tidak segar, rasanya juga akan berbeda karena terlalu lama dibekukan. Ikan segar biasanya akan saya temukan di Vrijdagmarkt Ghent setiap hari Jumat atau pasar akhir pekan terbesar yang ada di Brussels. Banyak penjual yang menawarkan ikan-ikan segar dengan mobil besar mereka.

Untuk seekor ikan makarel sedang bisa saya beli dengan harga €1. Untuk salmon, biasa dijual perkilonya sekitar €25 karena sangat fresh dan gemuk. Kalau lagi sangat ingin makan salmon, saya biasanya beli sepotong salmon beku di ALDI seharga €3 yang bisa makan dua kali.

Di pinggir jalan biasanya juga bisa ditemukan kios penjual buah dan sayur-sayuran milik orang Turki yang buka dari Senin sampai Minggu. Harganya lumayan murah dan bisa jadi alternatif belanja, mengingat banyak toko yang tutup di hari Minggu. Semakin sore, biasanya mereka juga akan semakin menurunkan harga buah dan sayuran.

Kios penjual daging halal biasanya hanya dapat ditemukan di kota besar yang kebanyakan penduduknya warga pendatang dari Maroko atau Turki. Cobalah pergi ke daerah yang banyak bermukim kios-kios yang penjualnya pendatang dari kedua negara tersebut, dijamin akan menemukan daging halal disana.

Yang ingin membeli produk makanan dari Indonesia atau Asia, pastinya hanya bisa ditemukan di toko asia. Di Brussels, biasanya saya pergi ke supermaket KamYuen di daerah De Brouckere atau di Antwerp, toko asia bisa ditemukan di sepanjang jalan Chinatown tidak jauh dari Stasiun Antwerpen Central.

Ada juga beberapa toko kecil milik orang Afrika yang menjual bahan makanan khas Afrika dan Asia, namun stoknya tidak banyak atau minim pilihan. Harga yang ditawarkan toko asia ini pun yang pasti akan lebih mahal seperti sebungkus Indomie dijual seharga 55 Sen. Namun hal itu tidak jadi masalah mengingat lidah yang pasti kangen makanan Indonesia.

Transportasi Umum

Belgia punya sistem transportasi sangat baik yang berbeda nama di tiap daerah. Untuk daerah Belgia Utara namanya De Lijn, TEC untuk Belgia Selatan, sementara di Brussels namanya STIB/MIVB. Tarif naik bus sekali jalan €1.55 (lewat SMS), €1.90 (beli di mesin/in advance), hingga €3 (beli di sopir). Sementara untuk tram tarifnya €2.40. 

Kalau sering naik transportasi umum, sebaiknya berlangganan tiket bus dan tram agar lebih murah dan unlimited. Tarif De Lijn/TEC perbulannya €23.60 (di bawah 25 tahun), namun akan lebih murah kalau berlangganan 3 bulan, atau bahkan setahun.

Enaknya lagi, beberapa distrik memberikan diskon hingga 50% bahkan gratis (untuk di atas 65 tahun) bagi warganya yang langganan De Lijn/TEC! Sayangnya, tiket De Lijn hanya bisa dipakai di daerah Flemish dan tidak bisa digunakan untuk naik bus ke Wallonia, maupun sebaliknya.

Hal ini juga dialami saat naik tram atau metro di Brussels. Walaupun sudah punya tiket De Lijn/TEC, sistem tram atau metro di Brussels tidak bisa menggunakan tiket tersebut. Kalau sekali dua kali naik tram sih tidak masalah bayar €2.40, namun kalau keseringan, ya tekor juga. Pilihannya adalah langganan tiket unlimited MTB (Metro-Tram-Bus) yang mencakup keseluruhan  (De Lijn, TEC, metro dan tram di Brussels) dengan biaya €55.50/bulan atau €583/tahun.

Walaupun Belgia adalah negara kecil, namun tidak selamanya bus atau tram bisa menjangkau setiap kota. Ada kalanya kereta (SNCB) merupakan tranportasi umum tercepat untuk menuju satu kota. Tiket kereta sekali jalan dihitung berdasarkan jarak dan bisa dibeli di mesin, loket, atau kondektur.

Sebelum memutuskan untuk membeli Standard Ticket ke satu kota, ada baiknya memilih opsi Go Pass 1 (untuk usia di bawah 26 tahun) yang harga tiket sekali jalannya €6 ke seluruh kota di Belgia.

Jadi kalau dengan Standard Ticket harganya €12 sekali jalan, dengan Go Pass 1 kemana saja hanya €6/sekali jalan. Atau kalau memang sering travelling ke kota Belgia dari utara ke selatan, coba pakai Go Pass 10 yang bisa dipakai 10 kali jalan kemanapun dengan harga tiketnya €55.

Namun, harus diingat ya, cek dulu berapa harga Standard Ticket untuk sekali jalan/pulang-pergi. Karena bisa jadi, harga Standard Ticket yang PP lebih murah ketimbang pakai Go Pass. Atau kalau memang perginya pas akhir pekan, bisa juga beli Weekend Ticket dengan reduksi harga 50% untuk tiket PP.

Outfit Pribadi

One thing you have to know is barang Eropa yang dijual di chain shops itu kebanyakan barang China atau buatan negara ketiga seperti Turki, Bangladesh, Pakistan, bahkan Indonesia! So, apa masalahnya? Ya kalau selama ini dipikiran kita belanja di Eropa itu akan wah sekali, ya nyatanya tidak seperti juga.

Barang-barang yang ASLI buatan Eropa tentunya hanya dijual di butik-butik tertentu dan pastinya sangat mahal. Jadi kalau belanja barang China di Eropa tidak jadi masalah, liriklah deretan chain shops seperti ZARA, Mango, H&M, Forever 21, atau Pull & Bear yang barangnya lumayan bagus dan banyak pilihan.

Tenang saja, walaupun di Indonesia merk-merk tersebut sangat luxurious, tapi disini merk tersebut ya semurah-murahnya Eropa. Mirip Matahari di Indonesia lah, kualitasnya lumayan baik, masih dijangkau kantong, dan selalu ramai (apalagi pas diskon dan akhir pekan).

Atau bisa juga mengunjungi Primark, toko fashion terkenal dari Belanda, yang menjual barang fashionnya murah dengan desain simpel tapi klasik khas Eropa. Di Belgia sendiri, Primark baru ada di LiƩge, Ghent, dan Brussels.

Di butik kecil atau pasar mingguan biasanya juga menjual barang impor China yang dijual dengan harga murah. Tentunya barang tersebut dibuat dengan desain khas Asia yang kyut dan kadang agak lebay.

Untuk sepatu dan tas, beberapa toko yang sudah saya sebutkan di atas juga menjualnya. Kadang satu toko dan toko lainnya punya sepatu atau tas yang agak sama modelnya. Yang cari sepatu boot kulit khas Eropa dengan kualitas lumayan baik, liriklah toko sepatu Tamaris, MANO, atau TODS yang ada di chain shops. Biasanya mereka menjual boot asli buatan Eropa dengan harga paling murah €99.

Favorit saya sebenarnya Tamaris, merk sepatu buatan Jerman. Desainnya simpel, harganya tidak terlalu mahal dibandingkan yang lain, di kaki terlihat bagus, dan yang paling penting nyaman. Lalu untuk tas, karena saya tidak terlalu suka belanja barang ini, jadinya menurut saya, selama dia masih Made in China, ya dimana-mana sama saja. Namun ada satu toko yang pernah saya kunjungi di Ghent menjual produk tas kulit asli Made in Italy dengan harga sekitar €59.

Kalau tidak gengsi, cobalah pergi ke rommelmarkt atau lapak barang second yang digelar setiap akhir pekan di beberapa kota. Selain bisa cuci mata dan menemukan banyak barang antik disana, kita juga bisa mendapatkan barang baru yang dijual murah. Kalau beruntung, kita juga menemukan boot atau tas kulit dengan harga €20 saja. Tapi saya juga pernah membeli boot hitam baru yang lumayan hangat saat cuaca dingin di pasar mingguan Gare du Midi seharga €10.

Empat kali ganti musim, empat kali ganti baju. Karena seringnya orang Eropa belanja setiap pergantian musim, toko-toko juga akan mengadakan big sale setiap dua kali setahun. Tepatnya saat summer di bulan Juli dan winter di bulan Januari. 

Kosmetik

Cari yang asli Made in Belgium, France, Spain, atau Italy? Pilihlah kosmetiknya yang memang asli produk dari Eropa! Rata-rata sampo, sabun mandi, lipstik, atau pelembab yang dijual disini memang benar-benar diimpor dari negara tetangga. Kalau tidak terlalu pilih-pilih merk, bisa beli pasta gigi atau sampo seharga €1-an di supermarket murah seperti ALDI.

Yang suka pakai L'oreal, Maybeline, atau Revlon, supermarket seperti Carefour, Del Haize, atau Colruyt juga menjualnya. Merk-merk khas Eropa lainnya yang agak langka seperti Neutrogena bisa ditemukan di departement store semacam INNO atau toko farmasi.

Untuk yang cari produk kosmetik organik dan natural, bisa ditemukan di Bio Planet, Bio Shop, atau toko organik lainnya yang berlabel "natural". Bisa juga melirik The Body Shop, L'occitane, atau Yves Rocher untuk yang suka aroma buah dan tumbuh-tumbuhan. Parfum juga bisa ditemukan di Icci Paris atau departement store.

Nongkrong dan Jajan

Bagi saya, nongkrong bisa berupa ngobrol-ngobrol di kafe, nonton, ataupun cari light lunch di luar bersama teman. Yang pastinya biaya nongkrong ini pengeluaran yang kita lakukan di luar rumah.

Untuk yang suka ngobrol-ngobrol sambil makan es krim, wafel, ataupun minum kopi, harus merogoh kocek sekecil-kecilnya €4.50. Es krim atau frozen yoghurt mini biasanya berkisar €4-an, wafel polos sekitar €1 (kalau tambah topping yang rame bisa sampai €5), atau kopi sekitar €3. 

Tarif nonton berkisar €10, namun ada diskon tambahan bagi pelajar. Di hari Senin, beberapa bioskop juga memberikan tarif khusus €6 per film. Ada beberapa keuntungan lainnya saat Cinema Days yang diadakan oleh bank BNP Paribas Fortis pertahun. Di akhir bulan September, biasanya pemilik kartu Fortis bisa membeli tiket dengan harga €4.50/film. Lumayan kan?

Yang sering jajan makan siang di luar, siap-siap juga merogoh kocek minimal €6 sekali makan. Makanan siap saji semacam Quick, biasanya menawarkan harga satu burger, kentang, dan minum sekitar €10-15. Yang suka sandwich, bisa pilih Subway atau Panos. Sandwich yang saya suka di Panos itu Di Mare Pikant (sandwich dengan tuna pedas, salad, dan telur) seharga €3. 

Kalau lagi jalan-jalan ke Korenmarkt Ghent, cobalah menu varian sup dengan isi mangkok lumayan banyak plus apel dan roti mini seharga €4 di Soup Lounge, a healthy stopover! Atau juga bisa coba kebab Turki seharga €4-5. Sebagai gambaran, harga seporsi menu di restoran (bisa mie, nasi, atau steak) minimal €8.

Biar hemat, bawa air botol dari rumah karena kalau beli di luar bisa €2. Untuk mahasiswa, biasanya tiap kampus punya kantin yang menjual makanan dengan harga pelajar alias sangat murah. Menu yang ditawarkan pun bervariasi, lingkungan yang bersih, dan yang pasti murahnya itu dong.

Ingin sesekali dining out di restoran wah dan ajak seseorang (bahkan empat orang)? Coba download aplikasi Groupon.inc lewat smartphone! Selain menawarkan paket-paket hotel dan menjual barang, banyak juga kupon-kupon konser atau restoran tertentu dengan harga diskonan.

Lain-lain (Telepon, Hobi,...)

Semenjak di Belgia, saya sangat jarang menggunakan kredit telepon untuk menelepon teman disini atau keluarga di Indonesia. Fasilitas chatting ala media sosial sepertinya "sudah cukup" berkabaran dengan para handai taulan dimanapun berada. Malesnya, baterai handphone pun jadi korban gara-gara paket data yang selalu on. 

Untuk operator di Belgia sendiri ada nama-nama seperti Base, Mobistar, Proximus, Mobile Viking, Lyca Mobile, dan lainnya. Tentunya pilihan harga perbulan bervariasi tergantung pilihan simcard kita, postpaid atau prepaid.

Untuk saya pribadi, €10-15/bulan sudah sangat cukup menjalankan fungsi smartphone. Awalnya saya pilih Base, namun karena dinilai boros, jadinya saya pindah ke Mobistar (on Mobile). Karena hanya tinggal selama setahun di Belgia, saya memilih prepaid card.

Pengalaman pakai Base €10 hanya untuk beli paket data 1GB dan habis. Sementara Mobistar €10 sudah termasuk paket data 750MB, 500SMS, dan kredit telepon €10. Untuk operator lain saya kurang tahu, yang jelas Base dan Proximus adalah salah dua operator dengan tarif termahal.

Oh ya, disini tidak ada kios penjual pulsa. Kalau memang pakai prepaid card dan pulsanya habis, bisa beli voucher di supermarket dan toko khusus kecil atau juga bisa beli via internet lewat akun bank.

Biaya hobi bisa seperti memasak, menjahit, menggambar, atau lainnya. Untuk memenuhi alat-alat yang mendukung hobi, saya biasanya pergi ke toko home & living semacam HEMA, Blokker, CASA, atau IKEA. Selain barangnya lucu-lucu (cocok untuk yang suka interior), harganya juga masih bijaksana dengan isi dompet. Untuk yang suka menggambar, ada beberapa toko khusus yang menjual alat-alat gambar dengan harga Eropa (baca: mahal).

Kalau ingin cari barang-barang elektronik semisal smartphone, laptop, atau aksesoris lainnya, bisa tengok ke Media Markt, Fnac, atau beli online di negara sebelah. Biasanya harga yang ditawarkan di internet sudah termasuk biaya antar ke tempat tujuan.

Yang cari smartphone dengan harga murah, operator seperti Mobistar atau Base biasanya bekerja sama dengan pihak marketing merk smartphone terkenal. Ponsel high class seperti iPhone 5s dijual dengan harga €149.99 tapi syaratnya mesti langganan paket data tahunan minimum €55/bulan.

Sekian gambaran belanja-belinji di Belgia. Yang pasti, setiap orang punya pengeluaran yang berbeda-beda setiap bulannya tergantung dengan gaya hidup. Untuk ukuran seorang au pair dengan uang saku €450/bulan, tentunya tidak perlu lagi memikirkan urusan akomodasi dan makanan. Tapi tetap saja, belanja barang pribadi yang mempercantik diri sukses menyita uang bulanan!


8 comments:

  1. Dear mba Nin,
    Salam kenal ya mba..
    Saya mau nanya2 mengenai au pair nih mba, boelh minta emailnya?
    Atau mba bisa email saya ke blablablahh20@gmail.com
    Terima kasih ya mbaa.. :)

    ReplyDelete
  2. met kenal mba, sy blh mnta emailny ga ya?sy akhir feb akan dinas k belgia, kira2 ada mahasiswa yg bersedia jd guide sy ga ya

    ReplyDelete
  3. Hello, Mba Nin. Sepertinya saya selalu dapat info bagus bagus dari tulisan di sini loh. Saya akan kuliah di Brussels September ini, sekarang lagi nyari student housing via internet, tapi baca dari blog mba ada kosan harga 450 euro dan well furnished?! Saya jadi ngiler, di net harganya 600-700 euro. Boleh kah kita ngobrol via email mba? Please kindly hit me at adek.impianna@hotmail.com, ditunggu mbaaa :D

    ReplyDelete
  4. Kak, mau tanya,ada referensi apartment murah di deket KBRI gak ya? sama ada referensi kira-kira biaya hidup perbulan disana berapa ya?

    ReplyDelete
  5. informasi yang sangat berharga bagi saya, karena dalam waktu dekat insya allah akan berkunjung ke Belgia

    ReplyDelete
  6. heeyy,, terima kasih sudah bergai pengalaman lewat tulisanmu... sungguh sangat informatif dan inspiratif. makaa dari itu, ijinkan saya utk share tulisan kamu yaak,.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan. Makasih banyak udah bantuin sharing :)

      Delete