Para Gadis Muda Itu, Apa Yang Memotivasi Mereka Jadi Au Pair?

Friday, 25 September 2015




Menyadur tulisan Celia V. Harquail tentang motivasi para gadis muda sengaja datang ke US demi jadi au pair, beberapa hal yang dikemukakannya memang benar adanya. Mengasuh anak, membersihkan rumah, atau hanya kursus bahasa, bukankah bisa saja kita lakukan di negara asal? Tidak usah repot-repot membersihkan rumah orang. Membantu membersihkan rumah orang tua ataupun mengasuh sepupu di Indonesia, bisa menghindarkan kita dari ketidakcocokan dengan host family ataupun  kesepian karena jauh dari rumah.

Tapi apa alasan "sesungguhnya" para gadis muda, dari Indonesia khususnya, datang jauh-jauh ke Eropa atau Australia demi (hanya) jadi au pair?

Melihat benua Eropa atau Australia
1. Meningkatkan kemampuan bahasa asing, seperti Jerman, Prancis, atau Belanda
2. Melihat kota-kota terkenal seperti Berlin, Amsterdam, atau Paris
3. Belajar tentang kebudayaan lokal daerah setempat

Melarikan diri dari negara asal
1. Melarikan diri dari jeleknya sistem pemerintahan
2. Melarikan diri dari buruknya kondisi ekonomi
3. Melarikan diri dari paksaan, perceraian, atau kekerasan dari orang tua
4. Melarikan diri dari buruknya kondisi sosial

Melarikan diri ke Eropa atau Australia
1. Berimigrasi secara ilegal (khususnya bagi imigran dari negara sekitar/dalam benua Eropa sendiri)
2. Berharap bertemu calon suami (bule)
3. Mendapatkan izin tinggal permanen (green card) dari si calon suami nantinya
4. Berharap dapat mengganti visa jangka panjang setelahnya disini

Tidak tahu lagi apa yang akan dilakukan di negara asal
1. Tidak ada prospek kerja yang menarik
2. Tidak ada prospek hubungan asmara yang serius
3. Belum bisa memutuskan antara karir atau pendidikan
4. Setidaknya mendapatkan pengalaman setahun yang menyenangkan

Menemukan jati diri
1. Menciptkan petualangan yang menantang
2. Mengembangkan kemandirian
3. Berusaha lebih dewasa

Bersenang-senang!
1. Berpesta
2. Minum-minum alkohol
3. Jalan-jalan ke banyak tempat
4. Berkencan dengan orang yang tidak disetujui orang tua
5. Mendapatkan pengalaman dalam pergaulan yang "liar" tanpa mementingkan reputasi orang lain

Mempelajari banyak kemampuan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di negara asal
1. Meningkatkan kemampuan bahasa asing yang dapat digunakan untuk bekerja
2. Mempelajari kebudayaan Eropa atau Australia
3. Mempelajari sistem pendidikan Eropa atau Australia

Alasan-alasan lain
1. Menabung sebagian uang
2. Mengirimkan sebagian uang ke rumah
3. Belanja, belanja, belanja
4. Melihat Menara Eiffel

Saya sendiri sebenarnya pertama kali memutuskan jadi au pair karena memang sudah muak dengan aktifitas kuliah. Saya harus bangun pagi, rebut-rebutan bus ke kampus, belum lagi macet di jalanan, stress karena ketidakcocokan dengan jurusan yang saya ambil, hingga memang keinginan yang amat kuat untuk tinggal dan sekolah ke luar negeri dari dulu. 

Tapi karena rasa jenuh selepas kuliah, saya akhirnya belum berani terjun langsung ke dunia pekerjaan yang ada hubungannya dengan jurusan yang saya ambil. Masih ada perasaan belum puas terhadap apa yang saya jalani. Walaupun salah satu motivasi saya tamat kuliah karena visa au pair sudah menunggu, saya memang berharap bisa mendapatkan ilmu baru di negeri orang. Pengalaman yang tidak bisa saya dapatkan di Indonesia, maupun ilmu yang memang harusnya saya pelajari di benua lain.


4 comments:

  1. Setuju nin!
    Melarikan diri sejenak...hehe

    ReplyDelete
  2. Saya juga setuju. Bagus ini artikelnya. Saya suka. Saya juga berencana akan Au Pair di Jerman, tapi saat ini saya dapatnya kluarga yang asalnya dari Dubai, sudah lama tinggal di Jerman dan skarang kerja di Dubai.. bagaimana ya mbak nin menurut mbak Au Pair di Dubai ? Apakah nantinya bahasa jerman saya dapat meningkat jika Au Pair di Dubai?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Cory,

      Setau saya, konsep au pair yang "benar", hanya ada di Eropa, Australia, Kanada, & NZ. Di Amerika pun, gak ada konsep au pair. Mereka sedikit disetarakan dengan nanny "murah".

      Pun begitu halnya kalo kamu memutuskan jadi au pair di Dubai. Konsep au pair gak ada di Dubai. Jadi, be aware kalo posisi kamu akan disamakan dengan pembantu. FYI, entah kenapa saya sedikit dgn keluarga bangsa Arab.

      Kamu gak akan pernah bisa belajar bahasa asing optimal, kalo bukan di negaranya langsung. Kalo emang sudah niat belajar bahasa Jerman, jangan tanggung ke Dubai. Shoot to Germany or Austria directly! Lagian di Dubai kagak ada salju. Puanaaazzz ;)

      Delete
    2. **sedikit skeptis
      ***soalnya banyak banget kasus gak enak kalo hf-nya orang2 bangsa Arab (Maroko, Arab, dll)

      Delete