5 Alasan Mengapa Musim Dingin Begitu Magis

Thursday, 5 January 2017


Happy New Year! Selamat Tahun Baru!

Bagian utara bumi sudah masuk musim dingin lagi. Meskipun penduduk negara Nordik mulai menggerutu soal dingin dan panjangnya malam, namun musim dingin justru membawa rasa hangat dan kebersamaan. Musim dingin memang mencekam, hawa dingin, es dan saljutapi ada banyak alasan mengapa kita harus stop membenci musim dingin! Inilah beberapa alasan mengapa kita harus menikmati magisnya winter wonderland.

1. The lights, please!


Di awal-awal musim dingin, karena malam terasa panjang, lampu jalanan biasanya terlihat lebih cantik. Banyak perumahan dan area pertokoan memasang lampu-lampu LED di bagian luar rumah atau toko sebagai penghias. Saya pernah melewati area perumahan elit di dekat Klampenborg yang terlihat sangat cantik karena dihiasi banyak lampu.

Lalu, apalagi yang membuat musim dingin terlihat magis kalau bukan cahaya utara dan selatan yang menari-nari di langit. Memang kita tidak bisa menemukan aurora borealis dan australis di semua negara empat musim. Namun, kapan lagi bisa memburu fenomena alam yang spektakuler ini kalau bukan saat musim dingin?

2. Good food, good life


Berkesempatan tinggal di Eropa selama nyaris tiga tahun, membuat saya sudah melewati tiga kali musim dingin di area yang berbeda. But, trust me, winter food is the best ones among other seasons! Menjelang musim dingin, makanan dan minuman khas yang hanya ada saat winter sudah mulai dijual di pasaran. Lupakanlah sup labu di musim gugur, it's time for sweet porridge!

Di bagian utara Eropa, setiap negara biasanya memiliki minuman yang sama, Gløgg. Gløgg adalah wine hangat yang bisa diminum sendiri, atau ditambah kayu manis dan kismis. Meskipun kebanyakan beralkohol, tapi kita juga bisa menemukan Gløgg non-alkohol yang dijual di beberapa toko.

3. Christmas spell


Memasuki awal musim dingin di bulan November, atmosfir Natal sudah mulai terasa di banyak tempat. Meskipun Natal masih harus menunggu satu bulan lagi, tapi banyak toko dan tempat sudah siap dengan ornamen Natal yang seru. Banyak wilayah di Eropa pun mulai dipenuhi tenda-tenda penjual demi memenuhi Pasar Natal.

Natal memang tidak dirayakan secara religius di Eropa, tapi semua orang menyambut hari syahdu ini dengan damai dan bahagia. Karena Natal dirayakan saat musim dingin, suasana hangat antara kerabat dan keluarga pun terasa lebih intim. Tidak seperti malam Tahun Baru yang liar, malam Natal adalah kesempatan yang ditunggu orang Eropa untuk berkumpul bersama keluarga, menyantap makanan khas, lalu bertukaran kado.

4. We do love sale 


Siapa yang tidak suka diskon? Bohong sekali kalau penduduk yang tinggal di negara empat musim tidak suka belanja, apalagi saat musim diskon terbesar yang hanya terjadi dua kali setahun ini. Baju-baju musim dingin memang paling mahal dari semua musim. Bersabarlah menunggu sampai awal hingga pertengahan bulan Januari saat harga barang biasanya akan didiskon hingga 70%.  Siap-siap jadi hedonis saat mengitari pusat perbelanjaan di Eropa, karena nyatanya, harga boot kulit dan sweater kashmir yang sudah lama kita incar lagi didiskon besar-besaran.

5. So, Snow


Oke, musim dingin memang sangat lekat dengan salju dan es. It's true that NOT everybody loves snow. Salju bisa sangat menyebalkan jika sudah terlalu tebal. Tranportasi akan menjadi lamban bahkan delayed. 

Tapi, ski tidak akan menjadi olahraga yang seru tanpa salju. Salju juga yang membuat pegunungan dan banyak hutan rindang saat musim panas, menjadi putih mistis sekaligus cantik. Meskipun tidak semua wilayah di belahan bumi utara bisa menikmati White Christmas, tapi kita bisa menunggu serpihan salju turun di bulan Januari. Di Eropa Utara, salju biasanya akan mulai menumpuk di akhir bulan November, berhenti sejenak di bulan Desember, lalu turun lagi di bulan Januari.

So, are you ready for the magical darkness?


2 comments:

  1. Assalamu'alaikum...

    Wah seru sekali Mba baca tulisannya... Pengalamannya seruuu... Saya juga tertarik mau au pair, doakan semoga lancar ya... Nanti klo saya mau dm tanya-tanya boleh kan?

    Salam kenal,

    Addina :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Addina, makasih udah mampir ;)

      Sukses ya proses au pairnya. Semoga bisa mendapat pengalaman yang seru juga ya. Kirim aja surel kalo ada pertanyaan. Feel free to ask and share.

      Delete