5 Alasan Musim Semi Terlalu Keren dan Romantis

Friday, 28 April 2017


When spring came, even the false spring, there were no problems except where to be happiest.”—Ernest Hemingway

Bulan April sudah hampir selesai, tapi para penghuni bagian utara Eropa masih menggerutu betapa dinginnya musim semi tahun ini. Beberapa kali salju masih sering turun membawa harapan summer akan tiba segera hilang. Saat orang-orang di bagian selatan Eropa sudah merasakan hangatnya mentari dan jutaan bunga yang mulai bermekaran, kami yang tinggal di utara mesti harus bersabar menunggu Mei membawa kejutan baru.

Meskipun musim semi tahun ini masih jauh dari ekspektasi, tapi ada beberapa alasan mengapa spring adalah musim paling romantis sepanjang tahun. Selain itu, musim semi juga membawa rasa kegembiraan tersendiri bagi para orang-orang yang rindu hangatnya sinar matahari dan bikini. Hihi.

1. Colors are back


Sejujurnya, saat saya menulis tulisan ini, banyak pepohonan di hutan masih tampak gersang dan bunga-bunga di taman depan masih menguncup. It's not the time. Not yet.

Walaupun beberapa jenis bunga masih menunggu cuaca benar-benar hangat dulu untuk bermekaran, namun banyak juga bunga-bunga kecil yang sudah mulai cantik berkembang. Perasaan suka cita biasanya muncul bersamaan dengan deretan pepohonan yang menghijau hingga mata kembali fresh melihat warna-warni bunga di taman. Lucunya, bunga-bunga ini memang hanya akan tumbuh di musim semi, lalu kembali layu saat musim panas tiba.

2. Aroma sakura


Di Denmark, banyak pepohonan sakura yang ada di kuburan mulai dipenuhi oleh gradasi pink di sepanjang bulan April. Meskipun judulnya kuburan, tapi taman pemakaman disini tidak ada aura mistis sama sekali seperti yang ada di Indonesia. Bukannya mengerikan, kuburan justru dijadikan tempat rekreasi ataupun jalan-jalan santai.

Saat cuaca mulai sedikit bersahabat, banyak orang yang datang ke taman sakura hanya untuk foto-foto ataupun piknik menggelar tikar. Saya sendiri sudah hapal betul dengan ke-mainstream-an seperti ini di Denmark. Lihat saja saat pertengahan bulan April, news feed Facebook saya pasti dipenuhi postingan seragam teman-teman yang datang dan berfoto ria di Bispebjerg Kirkegaard dan Langeline Park.

3. Nyamannya berjalan kaki


Meskipun musim semi bisa sedikit basah, berangin, dan dingin, tapi ada beberapa kesempatan terbaik saat cuaca sedang bagus-bagusnya. Ketika matahari sedang bersinar terang hingga membawa suhu hangat di siang hari, saat-saat seperti inilah biasanya dimanfaatkan seseorang untuk mengitari taman ataupun berjalan-jalan santai di luar.

Di bagian utara Eropa, suhu terbaik musim semi di siang hari adalah 14-18 derajat Celcius. Jika suhu bersahabat, taman dan jalanan biasanya akan dipenuhi oleh banyak orang saat akhir pekan. Don't stay inside! Put the glasses on and go grab your Vitamin D!

4. Musim festival


Karena cuaca sudah mulai bersahabat dengan kulit, banyak festival seru pun sudah banyak digelar di luar ruangan. Selain Festival Sakura, banyak juga festival musik dan olahraga yang memang menunggu musim semi untuk menebar keseruan. Time to check them out and have fun!

5. Time to be outside longer


Sangat kontras dengan musim dingin yang gelap dan suram, musim semi membawa warna baru di siang hari. Hari terasa lebih panjang karena jam 6 pagi sudah mulai terang dan matahari baru mulai terbenam jam setengah 9 malam. Artinya, energi positif dan rasa bahagia bisa membuncah sepanjang hari karena bisa kelayapan lebih lama 😊


No comments:

Care to leave your comments?