Ide Kencan Seru: Camping di Hutan

Sunday, 24 December 2017


Sejak di Belgia dulu, saya dan beberapa orang teman pernah berencana camping saat musim panas di Ardennes. Ardennes, wilayah kecil di selatannya Belgia menjadi salah satu tempat paling populer selama musim panas karena keindahan hutan dan alamnya yang sedikit berbeda dari wilayah utara Belgia. Sayang sekali, saya harus segera pulang ke Indonesia di awal musim semi.

Musim panas tahun kedua di Denmark, ide camping masih berada di top list what-to-do. Ingin mengajak beberapa teman, tapi sepertinya mereka masih sibuk kerja. Tidak ingin rugi menghabiskan musim panas hanya di kota, saya memasukkan camping sebagai ide kencan berikutnya bersama Bunny.

Sedikit kaget ternyata doi sangat antusias dengan ide kencan outdoor yang saya ajukan. Kami memang baru kenal sekitar satu bulan, tapi karena doi orangnya sopan dan terbuka dengan ide baru, saya pun cukup senang ada teman camping. Ibaratnya, cukup aman untuk mempercayai doi sebagai teman berpetualang di alam bebas.

Di Denmark terdapat banyak tempat yang sebenarnya bisa dijadikan lokasi camping, mulai dari lokasi berbayar hingga gratisan. Dari hutan, tebing, hingga pantai. Mencari tempat gratisan juga tidak sulit karena bisa langsung diakses di website Balai Konservasi Sumber Daya Alam Denmark. Karena Bunny lebih mengenal negaranya, mencari spot camping adalah tugas doi. 

Berbekal tenda pinjaman mini milik Brian, saya dan Bunny mantap akan camping di akhir pekan. Tugas membawa peralatan pun dibagi rata. Saya kebagian membawa bahan makanan, alat makan plastik, dan tenda. Sementara Bunny yang akan membawa duvet, bantal, hingga peralatan untuk memanggang.

Sempat nyasar ke perumahan penduduk, saya dan Bunny sampai ke lokasi camping yang ternyata adalah lapangan kecil dikelilingi pepohonan. Karena hujan yang terus mengguyur dan lamanya waktu tempuh, kami baru sampai jam 8 malam.

Tanpa persiapan peralatan camping yang benar, kami hanya mengandalkan lampu senter dari ponsel saja. Suasana sekitar begitu gelap dan sepi. Belum lagi keadaan rumput yang masih basah karena hujan. Kabar baiknya, di Denmark tidak ada hewan liar dan berbahaya, makanya saya cukup berani gelap-gelapan di hutan saat itu.


Saat melihat tempat panggangan yang sudah disediakan, Bunny langsung bersigap menyalakan api. Dengan sangat serius, cowok Denmark ini berusaha memadukan spiritus, arang, hingga ranting kayu hanya untuk mendapatkan sedikit cercahan. Saya, meskipun pernah tergabung sebagai anggota Pramuka, hanya jadi penonton sesekali membantu.

Setelah semua urusan api dan tenda selesai, kami mulai menyiapkan bahan makanan siap panggang yang terdiri dari daun bawang, kentang, wortel, sosis sapi, serta ayam yang telah dibumbui. Bagian terserunya tentu saja saat memanggang makanan diiringi suara nyanyian di perut. Everybody was starving!


Sempat panik gara-gara hujan turun cukup deras di tengah malam dan takut kebasahan, nyatanya kami tetap bisa tidur dengan baik. Pagi-pagi buta, sekitar jam 5-an, kuping saya mulai tergganggu dengan bisingnya suara pesawat hingga tidur pun tak nyenyak lagi.

Tak kaget, lokasi camping kami saat itu memang sangat berdekatan dengan Bandara Kastrup. Namun tak menyangka juga kalau pesawat yang terbang rendah bisa sangat menganggu. 

Bosan dengan suara bising pesawat yang makin mengaung saat hari mulai terang, saya bangun dan langsung membuka tenda.


Uh lala ~

Good morning, sunshine!

Udara segar nan lembab masuk menyegarkan wajah. Mata pun dibuat segar dengan hijaunya pepohonan dan rumput di sekitar yang semalam absen warna aslinya.

Kaki saya masih membeku. Dari semalam saya merasa kedinginan karena selimut yang dibawa Bunny tidak mampu menahan hawa dingin. Jangan salah, meskipun saat itu musim panas, tapi suhu malam di Denmark bisa turun lagi jadi 15-17 derajat Celsius. Lalu Bunny, masih tidur nyenyak dengan duvet hangat pribadinya.


Saat sarapan, kami sekalian main tebak-tebakan pesawat dari maskapai mana yang sedang terbang di udara. Kencan juga semakin romantis karena Bunny mengajak mengitari hutan dulu sebelum pulang. Doi pun sekali lagi, sangat kooperatif dan helpful melipat kembali tenda hingga membersihkan sampah makanan dari sisa semalam.

Setelah camping date pertama ini, entah kenapa saya dan Bunny malah semakin antusias merencanakan kencan selanjutnya. Bukannya menyeramkan tinggal berdua saja di hutan yang gelap, kami malah menikmati kebisuan dan suasana hutan Denmark saat musim panas. Dengan keahlian Bunny yang bisa menyalakan api unggun, saya ikut merasa aman punya camping mate yang multi-talented seperti doi. Ehehe.

Dua minggu kemudian, sebelum saya pulang ke Indonesia, kami merencanakan kembali ide camping date. Kali kedua ini, kami tetap memilih hutan yang tidak jauh dari sempat saya tinggal. Karena sudah tahu situasi dan kondisi sebelumnya, saya dan Bunny juga lebih optimal mempersiapkan peralatan seperti membawa sleeping bag, senter, bantal, korek api, panggangan sekali pakai, dan alumunium foil yang berguna saat memanggang.


Menurut saya, camping bisa jadi ide kencan seru yang bisa dicoba bersama pacar ataupun gebetan yang cukup kita kenal. It would bring something new in your dating scene. Karena dari sini juga, akan sedikit ketahuan sifat asli si pasangan apakah mereka termasuk orang yang kooperatif atau hanya hobi mengeluh.

Camping memang tidak gratis, karena kita juga mesti siap dengan peralatan dan bahan makanan yang sebenarnya lebih banyak menguras biaya, pun tidak banyak. Yang paling penting dari semua persiapan, camping tidak akan berjalan tanpa kehadiran tenda.

Saya cukup beruntung karena bisa meminjam tenda milik Brian yang katanya sudah hampir 3 tahun disimpan di gudang. Tenda ini pun tidak besar, berukuran 210 x 110 cm yang hanya cukup untuk orang dua saja. Katanya, dulu Brian memang sengaja membeli tenda ini untuk Emilia, host kid saya. Kalaupun ingin membeli tenda murah meriah, coba cari di Bilka atau Føtex dengan harga 199 DKK.

Overall, saya bahagia akhirnya bisa camping di Eropa saat musim panas. Kegiatan outdoor seperti ini tetap saya ingin coba saat di Norwegia nanti. No doubt, alam Norwegia lebih menarik dan indah ketimbang Denmark. So, see you in the next camping!

Kalian sendiri bagaimana, lebih prefer ber-camping ria dengan pacar atau teman?


Peringatan!!
Camping berdua di alam bebas bisa sangat berbahaya jika kalian memang tidak terlatih menghadapi resiko atau kecelakaan yang akan ditimbulkan. Just because we do it, doesn't mean you have to do so.


2 comments: