Mencicipi Kangguru dan Buaya di Banksia Food & Beer

Friday, 22 December 2017


Tahun lalu saya berkesempatan fine dining dengan para member InterNations yang tergabung di grup Girls Night Out. InterNations sendiri adalah wadah perkumpulan ekspatriat di negara tertentu yang sering mengadakan event seru setiap minggunya. Sila coba saja daftar menjadi member mereka untuk update event terbaru sekalian bertemu dengan para global minded lain.

Saya sendiri sebenarnya kebagian informasi bukan melalui akun InterNations, tapi Meetup. Julia, host acara yang terkenal quirky dan easygoing, mengundang 6-8 cewek di sekitar area Kopenhagen untuk makan malam sekalian nonton bareng film di bioskop setelahnya. 

Restoran yang dipilih pun berada di Indre By atau downtown-nya Kopenhagen. Karena sedang ada promo di Sweetdeal, Julia hanya menekankan kepada para undangan untuk hanya membayar 290 DKK termasuk tiket nonton dan 3-course menu makanan Australia di Banksia Food and Beer. Sounds very enticing!

Iseng-iseng mengecek situsnya, Banksia adalah restoran Australia yang ternyata menyediakan kangguru dan buaya sebagai menu andalan mereka. Harga menu yang ditawarkan pun termasuk mahal-mahal. Untuk menu kangguru, pelanggan harus merogoh kocek 235 DKK per porsi. Beruntung sekali saya bisa mencicipi 3 macam menu hanya dengan 200 DKK saja, plus tiket nonton 90 DKK.

Jam 6 sore ditengah cuaca Kopenhagen yang basah, saya masuk ke restoran berdua lantai ini. Lantai pertama dibuat lebih rileks sekalian menyediakan menu burger mini kangguru dan bir keran. Sementara naik ke lantai atas, suasana cozy dan elegan menyambut di pintu depan. Julia yang sudah menunggu, melambaikan tangan ke saya.

Atmosfir lantai dua Banksia memang super nyaman dan intim. Lampu-lampu dibuat temaram, lilin sudah benderang di tiap meja, serta meja-meja simpel nan elegan menambah kesan mewah restoran. Beberapa grup tamu pun sudah memenuhi ruangan berdekatan dengan meja kami. Ingin sekali memotret ruangan dalam restoran, tapi saya buru-buru menyimpan ponsel dan lebih menikmati suasana makan malam ketika semua cewek dari InterNations telah tiba. 

Kembali ke menu Banksia, jadi dari kupon promo yang Julia dapatkan di Sweetdeal, kami boleh memilih satu dari masing-masing appetizer, main course, dan dessert. Meskipun dengan harga 200 DKK kami tidak bisa asal pilih makanan yang ada di menu, namun pilihan yang sudah disediakan pun tidak pelit dan semuanya terlihat enak.


Untuk menu pembuka, pelanggan boleh memilih antara Crocodile Dumpling Soup atau satu makanan Italia, yang saya lupa namanya, berbentuk bola-bola nasi yang digoreng. Penasaran dengan menu buaya, saya memutuskan untuk memilih sup buaya sebagai appetizer.

Sup buaya yang bercitarasa Australia-Asia ini ternyata cukup menyegarkan dan pedas dengan perpaduan daun serai, cabe, dan lemon. Sementara daging buayanya diisi di dalam dumpling yang lembut. Dagingnya berwarna putih dan menurut saya lebih mirip daging ayam yang direbus namun tanpa serat. Lumayan pas dipadukan dengan sup berkuah pedas segar.


Di menu utama, pelanggan boleh memilih antara Banksia Steak 150GR, Seared Tuna, atau menu andalan mereka, The Kangaroo. Meskipun di luar sana banyak pendapat yang pro kontra dengan daging kangguru, saya tetap penasaran dan memilih kangguru sebagai menu utama. Iseng-iseng bertanya ke pelayannya, ternyata daging kangguru bukan didatangkan langsung dari Australia tapi Jerman.

The Kangaroo disajikan super apik dengan perpaduan mashed potato, buah bit bakar, dedaunan segar, dukkah kacang, serta saus buah bit hangat. Rasanya? Juara! Daging kanggurunya super lembut dan saus buah bit-nya juga pas sebagai pelengkap. 

Berbeda dengan daging sapi yang banyak serat, daging kangguru memiliki serat lebih sedikit dan teksturnya lebih lembut. Katanya juga, daging kangguru mengandung banyak protein, lho!


Setelah lumayan kenyang menyantap makanan utama, saatnya menunggu makanan penutup yang bisa dipilih antara Beer Tiramisu atau Brownies. Tentu saja saya memilih tiramisu berasa bir yang cukup unik dan baru.

Tiramisu disajikan dengan taburan kacang tanah dan Macadamia dipadukan dengan saus bir dan madu. Rasanya menurut saya sedikit aneh karena perpaduan manis dan pahit dari alkohol yang kurang pas di lidah saya. Pun begitu, bagi yang suka bir, tiramisu yang lembut akan mencair di lidah bersama rasa alkohol yang cukup strong pasti akan menambah kesan baru dan berbeda.

Overall, pengalaman makan buaya dan kangguru menjadi sangat seru karena sekalian bisa bertukar cerita dengan girls member InterNations lainnya. Saya juga cukup beruntung bisa makan di tempat ini karena ternyata Banksia sudah tutup permanen di akhir tahun 2017.

Bagi yang punya kantong cetek seperti saya namun tetap ingin makan enak di restoran dengan harga murah di sekitar area Kopenhagen, boleh cek promo atau diskon di Sweetdeal. Biasanya akan ada kupon makan atau nongkrong dengan diskon lumayan setiap minggunya.


No comments:

Care to leave your comments?