Langsung ke konten utama

Pengumuman Pemenang Kompetisi “My Final Year”


2020 is just around the corner!

Tapi sebelum 2019 usai, saya ingin menutup postingan terakhir tahun ini dengan pengumuman pemenang Kompetisi "My Final Year" yang diadakan sejak bulan September lalu. Sedikit pesimis kalau ada yang ingin berpartisipasi, tapi nyatanya, di akhir-akhir submission justru semakin banyak yang mengirimkan karya! Saya juga banyak membaca, mendapatkan inspirasi dan gambaran tentang negara mana saja yang ingin kalian tinggali jika diberi kesempatan 1-2 tahun. Ternyata, tiga negara terfavorit adalah Britania Raya, Jepang, dan Prancis!

To be honest, I was so baffled!!! Semua karya, baik dalam bentuk tulisan dan ilustrasi, keren-keren dan personal sekali! Saya yang tadinya akan jadi juri tunggal untuk menilai tulisan, mesti menarik seorang teman yang pandai literatur demi memutuskan siapa yang paling paling paling baik diantara yang ter-terbaik! Mumu was in charge to be the only judge of your illustrations!

Terima kasih banyak bagi yang sudah ikut berpartisipasi dan membuat karya yang mungkin cukup melelahkan. Saya betul-betul menghargai kerja keras kalian, terutama yang rela begadang dan submit di akhir-akhir waktu. Tapi sayangnya, hanya ada 2 pemenang yang masing-masing merupakan Best Writing dan Best Illustration.

...and here they are! 


BEST ILLUSTRATION

Annisa Wijaya (IG/Twitter: @nisawijaya_) - Not a Dream to be Dreamed Of



Mumu said: I don't know what it says, but it looks like a lot of work went into it. Looks very professional and well done!


BEST WRITING

Klara (IG: @klaradvier) - Prancis
"Saya lahir dan dibesarkan dari keluarga Katolik. Banyak cerita Santo dan Santa alias Orang Kudus yang saya baca dan dengar. Namun yang selalu menjadi favorit saya sampai sekarang adalah kisah gadis kecil bernama Bernadette Soubirous yang juga menjadi kisah dibalik tempat ziarah kota Lourdes. Kalau diberikan kesempatan untuk tinggal di negara lain selain Indonesia, saya akan memilih Perancis. Keinginan itu sejalan dengan mimpi saya untuk menjadi seorang Au Pair. 
Kalau mimpi saya menjadi seorang Au Pair di Perancis terwujud, kota pertama yang ingin saya kunjungi tentunya adalah Paris. Mungkin untuk Nin, kota ini sudah biasa saja. Namun, saya tidak akan bohong, saya juga ingin melihat langsung penampakan Menara Eiffel di kota Paris. Melihat kerlap kerlip kota Paris di malam hari. Walaupun setelah saya menggali banyak informasi tentang kota Paris, ternyata tidak seindah bayangan saya.
Namun, kota Paris bukanlah kota tujuan utama saya. Melainkan satu kota di tenggara Perancis, Annecy, yang juga menjadi kota tempat mantan Au Pair, Kak Icha Ayu. Kota yang dijuluki Venesianya Perancis ini menawarkan keindahan kota yang sungguh cantik. Berdekatan dengan danau Annecy, kota ini dikelilingi dengan kanal-kanal layaknya Venesia di Italia. Kota ini juga berdekatan dengan Swiss, sehingga dekat dengan gunung dan perbukitan.
Nah, kalau saya berkesempatan Au Pair di Perancis, saya ingin mengajak Nin ke kota ini ketimbang Paris. Saya sendiri pun tidak terlalu menyukai wisata kota yang penuh wisatawan dan segala keramaiannya. Saya lebih menyukai wisata alam dan ketenangannya. Di kota Annecy, saya tidak ingin mengajak Nin camping, karena saya pun sebetulnya bukan anak Pramuka yang mengerti bagaimana mendirikan tenda. Saya hanya ingin sekedar berjalan-jalan di sekitaran kota. Dan mengunjungi Gorges du Fier yang berjarak sekitar 10km dari kota Annecy. Gorges du Fier adalah sebuah dinding ngarai/tebing yang terbentuk oleh alam dan dipasangi jembatan setinggi 25 meter diatas sungai di bawah tebing."
Baca cerita lengkap Klara di sini!

Why Klara: First of all, she REALLY knows what she wants for 2 years in France! Meskipun tempat yang dipilih mainstream, tapi ide untuk membawa saya ke kota Annecy ketimbang Paris terdengar begitu meyakinkan! Jepp, I'd love to go to Gorges du Fier!


Selamaaaaat kepada para The Best Winners di kompetisi kali ini karena kalian berdua masing-masing akan mendapatkan paket lucu asli desain Skandinavia.

BUT! As I said earlier, saya betul-betul kebingungan menentukan siapakah yang harus jadi pemenang, hingga akhirnya saya putuskan untuk menambah daftar pemenang menjadi The Most Favorite Ones. Tiga orang yang menjadi pilihan favorit saya ini akan mendapatkan masing-masing 3 lembar kartupos bergambar cetakan Prancis, Belgia, Italia atau Denmark (randomly chosen), serta cokelat Kvikk Lunsj asli khas Norwegia.


THE MOST FAVORITE;

ILLUSTRATION

Wastuwedha Kidung (IG: @wastuwedha/Twitter: @unyilkecilusil) - Ibu Peri

Mumu said: Very interesting! I like that the whole drawing is just one line. The line is the adventure and we get to follow it on the whole journey.


WRITING

1. I Gusti Made Dwi Guna (IG: @gunamars) - Narni, Land of Dream
"Narni, disebut sebagai sebuah komune di Provinsi Terni, Umbria di Italia. Sebuah tempat yang hanya bisa saya bayangkan karena belum pernah ke sana. Narni memiliki kontur kota yang tidak sepenuhnya tua, kuno, konservatif. Saya suka melihat arsitektur kota yang berwarna tanah, ochre, khaki, dan aneka warna alam lain yang berpadu dengan hijau landscape membentang lapang. Seni arsitektur yang klasik juga adalah hal unik yang tak mungkin dilewatkan.
Terakhir sempat mengecek story Instagram kamu yang konon peserta ajang menulis ini semakin membludak, namun adakah di antara mereka yang mengajak berjualan kopi keliling? Sebab itulah yang akan kita lakukan jika suatu saat nanti kita mendaratkan kaki di negeri nan indah, tempat bermuaranya mimpi bernama Narni. Iya, saya ingin kita berjualan kopi keliling dengan mobil Piaggio APE."
Baca cerita lengkap Gusti di sini!

Why Gusti: Definisi penulis yang menulis dengan sangat baik, menawarkan keunikan ide yang otentik dan cukup personal. Tempat yang dipilih Gusti pun cenderung out of radar, tapi doi mampu membuat jalan cerita yang imajinatif!


2.  Winda Rossalia (IG: @windarossalia/Twitter: @windarossalia) - Festival dan Daftar Impian di Korea Selatan
"Sejujurnya aku tak punya pikiran menjadikan Korea Selatan sebagai tempat yang ingin dikunjungi. Alasannya karena sudah terlalu banyak orang yang pergi kesana dan menurut ku kurang seru kalau pergi ke negara yang sudah sering dikunjungi oleh banyak orang. Namun Korea Selatan bukan hanya tentang Gangnam street-nya, Namsan Tower yang ada di Seoul, pantai di Pulau Jeju, atau menikmati musim gugur di Nami Island saja. Ada banyak festival yang ingin ku datangi selam 4 musim, serta mencicipi kuliner khas Korea yang selama ini hanya bisa ku lihat di serial drama.
Di satu sisi, aku ingin sekali mengajak Kak Nin ke secondhand bookstore atau dikenal dengan nama Seoul Book Respository. Kalau tidak salah baca nih ya, Kak Nin suka baca buku dan aku pun begitu. Aku selalu ingin berlama-lama kalau sudah di toko buku ataupun di perpustakaan. Apalagi di Seoul Book Respository ini desain bangunannya sangat keren dan bikin takjub karena ini salah satu store/perpustakaan dengan bangunan yang besar dan luas."
Baca cerita lengkap Winda di sini!

Why Winda: Kamu harus baca cerita lengkap Winda yang panjang untuk memahami kegelisahan dan kekocakkannya saat menentukan negara mana yang ingin dia tinggali! Meskipun ada banyak deretan target aktifitas yang ingin ia capai selama satu tahun di Korea Selatan, tapi idenya membawa saya ke toko buku bekas ini adalah ide yang PALING saya sukai dari semua tulisan! Hei, saya sebetulnya tak hanya suka membaca, tapi juga suka menikmati dan mengamati interior yang tak biasa. Well done, you studied me so well!


Bagi yang belum menang, PLEASE don't be sad dan tetaplah terus berkarya. Saya doakan semoga kalian diberikan kesempatan untuk menapakki dan tinggal di negara terfavorit seperti halnya mimpi yang sudah kalian tulis. I am pretty sure I will run another competition in the future with more interesting giveaways and hopefully you're still interested to join!

Sekali lagi, terima kasih banyak dan selamat kepada seluruh pemenang! Kalian semua akan dihubungi dan hadiah akan dikirimkan ke alamat masing-masing. Sampai ketemu di postingan berikutnya tahun depan!!

HAPPY NEW YEAAAAR!! 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bule Ketemu Online, Bisakah Serius?

( PERHATIAN!!! SAYA BANYAK SEKALI MENERIMA TESTIMONIALS SOAL COWOK-COWOK DARI INGGRIS YANG MEMINTA ALAMAT SI CEWEK YANG DIKENAL VIA ONLINE. FYI , HAMPIR SEMUA MODUS PENIPUAN SEPERTI INI BERASAL DARI INGGRIS DAN AMERIKA! JANGAN PERNAH TERTIPU KEMASAN KULIT PUTIHNYA, KARENA BISA JADI YANG KALIAN AJAK CHATTING -AN ATAU VIDEO CALL -AN ITU ADALAH PENIPU !! JANGAN PERNAH BERI DATA DIRI SEPERTI NAMA LENGKAP, ALAMAT, SERTA NOMOR IDENTITAS ATAU KARTU KREDIT KE ORANG-ORANG ASING LEWAT DUNIA DIGITAL! BE SMART, BE AWARE, AND PLEASE JANGAN DULU BAPERAN KALO ADA YANG MENGAJAK NIKAH PADAHAL BARU SEMINGGU KENAL!!!) Selain berniat jadi au pair, ternyata blog saya banyak dikunjungi oleh cewek-cewek Indonesia yang ingin pacaran atau sedang dekat dengan bule. Gara-gara tulisan tentang cowok Eropa dan cowok Skandinavia , banyak pembaca blog yang mengirim surel ke saya dan curhat masalah cintanya dengan si bule. Aduh, padahal saya jauh dari kata "ahli" masalah cinta-cintaan. Saya sebetu

Mempelajari Karakter Para Cowok di Tiap Bagian Eropa

*I talk a lot about European boys in this blog, but seriously, this is always the hottest topic for girls! ;) Oke, salahkan pengalaman saya yang jadi serial dater  selama tinggal di Eropa. Tapi gara-gara pengalaman ini, saya juga bisa bertemu banyak orang baru sekalian mempelajari karakter mereka. Cowok-cowok yang saya temui ini juga tidak semuanya saya kencani. Beberapa dari mereka saya kenal saat workshop, festival, ataupun dari teman. Beruntung sekali, banyak juga teman-teman cewek yang mau menceritakan pengalamannya saat berkencan dari cowok ini, cowok itu, and all of them have wrapped up neatly in my head! Secara umum, tulisan yang saya ceritakan disini murni hasil pengalaman pribadi, pengalaman teman, ataupun si cowok yang menilai bangsanya secara langsung. Letak geografis Eropanya mungkin sedikit rancu, tapi saya mengelompokkan mereka berdasarkan jarak negara dan karakter yang saling berdekatan. Kita semua benci stereotipe, tapi walau bagaimana pun kita tetaplah bagi

7 Kebiasaan Makan Keluarga Eropa

Tiga tahun tinggal di Eropa dengan keluarga angkat, saya jadi paham bagaimana elegan dan intimnya cara makan mereka. Bagi para keluarga ini, meja makan tidak hanya tempat untuk menyantap makanan, tapi juga ajang bertukar informasi para anggota keluarga dan pembelajaran bagi anak-anak mereka. Selain table manner , orang Eropa juga sangat perhatian terhadap nilai gizi yang terkandung di suatu makanan hingga hanya makan makanan berkualitas tinggi. Berbeda dengan orang Indonesia yang menjadikan meja makan hanya sebagai tempat menaruh makanan, membuka tudung saji saat akan disantap, lalu pergi ke ruang nonton sambil makan. Selama tinggal dengan banyak macam keluarga angkat, tidak hanya nilai gizi yang saya pelajari dari mereka, tapi juga kebiasaan makan orang Eropa yang sebenarnya sangat sederhana dan tidak berlebihan. Dari kebiasaan makan mereka ini juga, saya bisa menyimpulkan mengapa orang-orang di benua ini awet tua alias tetap sehat menginjak usia di atas 70-an. Kuncinya, pola

Jadi Au Pair Tidak Gratis: Siap-siap Modal!

Beragam postingan dan artikel yang saya baca di luar sana, selalu memotivasi anak muda Indonesia untuk jadi au pair dengan embel-embel bisa jalan-jalan dan kuliah gratis di luar negeri. Dipadu dengan gaya tulisan yang meyakinkan di depan, ujung tulisan tersebut sebetulnya tidak menunjukkan fakta bahwa kamu memang langsung bisa kuliah gratis hanya karena jadi au pair. Banyak yang memotivasi, namun lupa bahwa sesungguhnya tidak ada yang gratis di dunia ini. Termasuk jadi au pair yang selalu dideskripsikan sebagai program pertukaran budaya ke luar negeri dengan berbagai fasilitas gratisan. First of all , jadi au pair itu tidak gratis ya! Ada biaya dan waktu yang harus kamu keluarkan sebelum bisa pindah ke negara tujuan dan menikmati hidup di negara orang. Biaya dan waktu ini juga tidak sama untuk semua orang. It sounds so stupid kalau kamu hanya percaya satu orang yang mengatakan au pair itu gratis, padahal kenyatannya tidak demikian. Sebelum memutuskan jadi au pair, cek dulu biaya apa s

Guide Untuk Para Calon Au Pair

Kepada para pembaca blog saya yang tertarik menjadi au pair, terima kasih! Karena banyaknya surel dan pertanyaan tentang au pair, saya merasa perlu membuat satu postingan lain demi menjawab rasa penasaran pembaca. Mungkin juga kalian tertarik untuk membaca hal-hal yang harus diketahui sebelum memutuskan jadi au pair  ataupun tips seputar au pair ? Atau mungkin juga merasa tertantang untuk jadi au pair di usia 20an, baca juga cerita saya disini . Saya tidak akan membahas apa itu au pair ataupun tugas-tugasnya, karena yang membaca postingan ini saya percaya sudah berminat menjadi au pair dan minimal tahu sedikit. Meskipun sudah ada minat keluar negeri dan menjadi au pair, banyak juga yang masih bingung harus mulai dari mana. Ada juga pertanyaan apakah mesti pakai agen atau tidak, hingga pertanyaan soal negara mana saja yang memungkinkan peluang kerja atau kuliah setelah masa au pair selesai. Oke, tenang! Saya mencoba menjabarkan lagi hal yang saya tahu demi menjawab rasa penasar