Guide Untuk Para Calon Au Pair

Friday, 16 December 2016



Kepada para pembaca blog saya yang tertarik menjadi au pair, terima kasih!

Karena banyaknya surel dan pertanyaan tentang au pair, saya merasa perlu membuat satu postingan lain demi menjawab rasa penasaran pembaca. Mungkin juga kalian tertarik untuk membaca hal-hal yang harus diketahui sebelum memutuskan jadi au pair ataupun tips seputar au pair? Atau mungkin juga merasa tertantang untuk jadi au pair di usia 20an, baca juga cerita saya disini.

Saya tidak akan membahas apa itu au pair ataupun tugas-tugasnya, karena yang membaca postingan ini saya percaya sudah berminat menjadi au pair dan minimal tahu sedikit. Meskipun sudah ada minat keluar negeri dan menjadi au pair, banyak juga yang masih bingung harus mulai dari mana. Ada juga pertanyaan apakah mesti pakai agen atau tidak, hingga pertanyaan soal negara mana saja yang memungkinkan peluang kerja atau kuliah setelah masa au pair selesai.

Oke, tenang! Saya mencoba menjabarkan lagi hal yang saya tahu demi menjawab rasa penasaran para calon au pair Indonesia. I hope it could help you more!


1. Kak, saya sangat tertarik jadi au pair tapi bahasa Inggris saya pas-pasan. Apakah masih bisa?

Au pair berbeda dengan program pertukaran budaya dari penyelenggara kursus bahasa Inggris di Indonesia. Meskipun kebanyakan negara di Eropa tidak mengharuskan calon au pair memenuhi syarat IELTS/TOEFL, tapi kemampuan bahasa Inggris sangat wajib dikuasai oleh calon au pair.

Tenang saja, kamu tidak harus mendapatkan nilai IELTS 7.0 dulu untuk harus bisa jadi au pair. Tapi setidaknya kuasailah bahasa Inggris aktif. Artinya, mampu berbicara dengan baik saat mengutarakan pendapat.

Kesulitan berkomunikasi karena bahasa Inggris level rendah, membuat kita juga harus ekstra keras mengerti maksudnya keluarga asuh. Banyak juga au pair yang mengalami masalah komunikasi dengan keluarga asuh karena bahasa Inggris mereka masih terbata-bata. Anyway, you need to socialize though. Bahasa apalagi yang mesti kamu gunakan kalau bukan bahasa Inggris (dan bahasa setempat)?

2. Dimana mencari keluarga asuh? Apakah ada situs terpercaya?

Mencari keluarga asuh biasanya dimulai dengan membuat profil di beberapa situs pencarian au pair. Website yang direkomendasikan:

1. Au Pair World

Website yang paling banyak direkomendasikan karena memuat banyak profil keluarga asuh dari hampir semua negara di dunia. Silakan buat profil dan pasang foto semenarik mungkin, gratis!

2. Great Au Pair

Selain pencarian au pair, situs ini juga memuat banyak profil keluarga asuh yang memerlukan au pair hingga pekerja paruh waktu.

3. Au Pair Support Belgium

Sejenis agensi au pair dari Belgia yang membantu keluarga asuh mencari au pair dari beberapa negara seleksi. Agensi ini juga yang saya pakai saat menjadi au pair di Belgia dulu. Prosesnya tanpa ribet dan gratis.

4. Energy Au Pair

Kalau memang tertarik menjadi au pair di Denmark dan Norwegia, cobalah mendaftar disini. Tapi hati-hati, karena banyaknya saingan dari Filipina, biasanya sulit juga menemukan keluarga asuh yang cocok. Profil kita kadang tenggelam oleh kandidat dari negara sepupu.

5. Scandinavian Au Pair

Meskipun labelnya Skandinavia, tapi sebenarnya mereka lebih banyak memuat profil keluarga asuh dari Swedia. You want to try?

6. Smiling Face

Agensi berbayar yang biasanya banyak dipakai oleh calon au pair Thailand dan Indonesia untuk mencari keluarga di Belanda.

7. AuPair.com

Situs pencarian au pair berikut juga bisa kamu coba kalau memang situs di atas kurang menarik. Asiknya, AuPair.com juga memberikan sertifikat setelah masa au pair berlangsung, lho!

8. Au Pair Belgium

Solusi untuk kamu yang tertarik ke Belgia dan bisa submit aplikasi dengan mudah via situs mereka. Just give it a try!

9. Double Dutch

Meskipun judulnya versi Belanda, tapi agensi ini menawarkan booklet dan pencarian keluarga ke banyak tempat. Kalau kamu tertarik ke Belgia, Belanda, Islandia, atau Prancis, sila daftar ke situs mereka. Gratis!

10. Aufini

Situs pencarian keluarga angkat berbayar jika kamu ingin menikmati semua feature-nya. Kebanyakan keluarga di Belanda atau Denmark menggunakan situs ini untuk mencari calon au pair.

11. Grup Facebook Au Pair

Beberapa au pair ada yang berhasil menemukan keluarga asuh dari postingan di grup Facebook. Keluarga ini biasanya mencari langsung kandidat via akun Facebook mereka. Tidak jarang, banyak juga au pair yang bersedia mencarikan pengganti mereka sebelum masa kontrak berakhir lewat grup au pair.

3. Sebaiknya pakai agen atau tidak ya?

Tergantung. Kalau kamu dan keluarga asuh ketemu di salah satu website non-agen, urusan kelengkapan dokumen harus diurus sendiri. Biasanya dari pihak keluarga asuh harus menanyakan urusan dokumen ke balai kota dan bagian imigrasi di negara mereka. Komunikasi pun harus lebih jelas karena tidak ada pihak ketiga yang menangani.

Kalau kamu dan keluarga asuh bertemu lewat website agensi pencarian au pair, keluarga asuh harus membayar jasa agen untuk mengurus kelengkapan dokumen. Karena ada pihak ketiga, urusan dokumen biasanya lebih mudah dan ada pihak ketiga yang menengahi bila terjadi masalah.

Meskipun keluarga asuh sudah membayar jasa agen, namun tidak semua agensi memihak ke keluarga asuh kok. Banyak juga agensi yang bersikap netral, terbuka, dan sigap menangani masalah yang menimpa au pair.

Pakai atau tidak pakai agen, urusan kelengkapan dokumen di Indonesia dan mengurus visa, masih kita juga yang turun tangan. Keluarga asuh yang mau membayar agensi biasanya hanya tidak mau direpotkan oleh banyaknya dokumen yang harus disiapkan. Baca postingan saya tentang plus minus pakai agen kalau masih bingung juga!

4. Saya sudah membuat profil dan bicara dengan banyak keluarga asuh. Tapi mengapa selalu ditolak?

Namanya juga cari kerja, pasti selain skill, juga mengandalkan peruntungan dong? Sama halnya mencari keluarga asuh. Tidak semua calon au pair yang pernah jadi au pair sebelumnya, lebih mudah mendapat keluarga. Bahkan ada juga calon au pair yang belum pernah sama sekali ke luar negeri, gampang saja dapat keluarga asuh.

Intinya, tetap sabar dan usaha. Saya sendiri harus menunggu selama 5 bulan sebelum berangkat ke Belgia. Saat jadi au pair di tahun kedua pun, harus ditolak 7 kali dulu oleh beberapa keluarga asuh, sebelum akhirnya telentang cantik di kasur keluarga Denmark ini.

Cobalah beberapa situs pencarian au pair daripada stuck hanya di satu situs. Tetap kerjakan kesibukan lain di luar masa menunggu keluarga asuh. Yang mencari au pair banyak, tapi yang ingin jadi au pair lebih banyak lagi. Tetap semangat!

5. Negara mana saja yang direkomendasikan untuk pemegang paspor Indonesia?

Oke, angan-angan ke luar negeri dengan cara menjadi au pair sudah ada di ubun-ubun, profil juga sudah dibuat, langkah selanjutnya adalah memilih negara. Karena kebingungan dan terlalu excited, nyaris semua negara dipilih. Eiits, tunggu dulu!

Tidak semua negara memperbolehkan pemegang paspor Indonesia menjadi au pair. Ada juga negara-negara dengan regulasi tertentu yang mengharuskan calon au pair menguasai bahasa lokal hingga membatasi umur.

Di postingan sebelumnya, saya sudah merekomendasikan daftar negara yang memungkinkan serta plus minusnya bagi para calon au pair Indonesia. Kali ini, saya coba mengurutkan negara-negara dengan membandingkan proses visa, uang saku, hingga atmosfir yang cukup menjanjikan bagi au pair. You still have a choice! (*Diperbarui April 2019*)

1. Austria
Mengurus visa: Mudah
Level bahasa: Bahasa Jerman level A1.
Uang saku: €446.81
Jam kerja: Maksimum 18 jam per minggu.
Jatah libur: Biasanya au pair hanya mendapat satu hari libur per minggu dan full weekend per bulan. Au pair mendapat libur berbayar 30 hari selama setahun.
Sekolah bahasa: Biaya ditanggung setengah-setengah.
Tiket pesawat: Normalnya, dibayar setengah-setengah.
Batasan umur: 28 tahun
Masa tinggal: Maksimum 12 bulan.
Lowongan: Cukup banyak

2. Belgia

Mengurus visa: Ribet. Mesti legalisasi kesana kemari. Proses menunggu visa hanya 2 hari kerja.
Level bahasa: Tidak diperlukan.
Uang saku: €450
Jam kerja: Maksimum 20 jam per minggu.
Jatah libur: Biasanya au pair hanya mendapat satu hari libur per minggu dan full weekend per bulan. Au pair mendapat libur berbayar 14 hari selama setahun.
Sekolah bahasa: Biaya ditanggung keluarga asuh.
Tiket pesawat: Normalnya, dibayar setengah-setengah.
Batasan umur: 25 tahun
Masa tinggal: Maksimum 12 bulan.
Lowongan: Cukup banyak

3. Prancis 

Mengurus visa: Cukup mudah.
Level bahasa: Tidak perlu sertifikat bahasa seperti dulu lagi, namun harus menyertakan surat keterangan pre-register sekolah bahasa di Prancis.
Uang saku: €270 - €321 (biasanya ada keluarga asuh yang bersedia membayar €400/bulan)
Jam kerja: Maksimum 25 jam per minggu.
Jatah libur: Sesuai kesepakatan. Biasanya au pair hanya mendapat satu hari libur per minggu dan full weekend per bulan. Au pair mendapat libur berbayar 28 hari selama setahun.
Sekolah bahasa: Ditanggung sendiri.
Tiket pesawat: Dibayar setengah-setengah.
Batasan umur: 30 tahun
Masa tinggal: Diberikan 12 bulan, tapi bisa diperpanjang sampai maksimal 24 bulan.
Lowongan: Lumayan banyak

4. Belanda

Mengurus visa: Sedikit ribet. Wajib pakai bantuan agensi dan legalisasi kesana kemari.
Level bahasa: Tidak diperlukan
Uang saku: €300 - €340
Jam kerja: Maksimum 30 jam per minggu atau tidak lebih dari 8 jam per hari.
Jatah libur: Tidak lebih dari 5 hari kerja atau mendapatkan full weekend setiap minggu. Au pair mendapat libur berbayar 14 hari selama setahun.
Sekolah bahasa: Biaya ditanggung keluarga asuh.
Tiket pesawat: Biasanya keluarga asuh bersedia membayari tiket pesawat penuh.
Batasan umur: 30 tahun
Masa tinggal: Maksimum 12 bulan.
Lowongan: Banyak

5. Denmark dan Norwegia 

Mengurus visa: Mudah. Proses menunggu 3-4 bulan.
Level bahasa: Tidak diperlukan.
Uang saku: Selalu naik per tahun, tapi mesti membayar pajak. Tahun 2019, uang saku di Denmark sebelum pajak 4350 DKK, sementara di Norwegia 5900 NOK (Tiap satu/dua tahun sekali, uang saku di dua negara ini selalu naik)
Jam kerja: Maksimum 30 jam per minggu.
Jatah libur: Au pair yang bekerja 5 hari per minggu mendapat jatah libur 25 hari, sementara bagi yang bekerja 6 hari per minggu mendapat jatah libur 30 hari per tahun. It's fully paid!
Sekolah bahasa: Biaya ditanggung keluarga asuh
Tiket pesawat: Ditanggung penuh keluarga asuh, kecuali Norwegia yang biasanya hanya setengah-setengah.
Batasan umur: 29 tahun
Masa tinggal: Maksimum 24 bulan.
Lowongan: Mulai sedikit dikarenakan banyak keluarga yang hanya ingin merekrut au pair yang sudah tinggal di Eropa

6. Luksemburg

Mengurus visa: Dokumennya mudah, tapi mesti menunggu maksimum 3 bulan
Level bahasa: Tidak diperlukan.
Uang saku: €409
Jam kerja: 25 jam per minggu.
Jatah libur: Sesuai kesepakatan. Normalnya au pair mendapatkan libur satu hari dan tiga kali off di sore hari dalam satu minggu. Au pair mendapat libur berbayar 2 hari per bulan.
Sekolah bahasa: Biaya ditanggung keluarga asuh.
Tiket pesawat: Normalnya, dibayar setengah-setengah.
Batasan umur: 30 tahun
Masa tinggal: Maksimum 12 bulan.
Lowongan: Sangat rendah

7. Jerman

Mengurus visa: Cukup mudah.
Level bahasa: Bahasa Jerman level A1.
Uang saku: €260 - €300
Jam kerja: Maksimum 30 jam per minggu.
Jatah libur: Biasanya au pair hanya mendapat satu hari libur per minggu dan full weekend per bulan. Au pair mendapat libur berbayar 28 hari selama setahun.
Sekolah bahasa: Ditanggung keluarga asuh.
Tiket pesawat: Dibayar setengah-setengah.
Batasan umur: 26 tahun
Masa tinggal: Maksimum 12 bulan.
Lowongan: Banyak

8. Australia

Mengurus visa: Karena visa yang digunakan Working Holiday Visa, syarat yang harus dipenuhi pun banyak i.e. deposito tabungan di rekening 5000 AUD atau minimum semester 5 di bangku kuliah.
Level bahasa: Bahasa Inggris umum, minimum IELTS 4.5
Uang saku: 200-250 AUD selama 30 jam per minggu.
Jam kerja: Maksimum 40 jam per minggu.
Jatah libur: Sesuai kesepakatan. Biasanya au pair hanya mendapat satu hari libur per minggu dan full weekend per bulan. Au pair mendapat libur berbayar 28 hari selama setahun.
Sekolah bahasa: Ditanggung sendiri jika ingin mengambil kelas Bahasa Inggris.
Tiket pesawat: Ditanggung penuh sendiri, kecuali keluarga asuh bersedia membayari tiket pulang.
Batasan umur: 30 tahun
Masa tinggal: Maksimum 12 bulan.
Lowongan: Banyak

9. Swedia

Mengurus visa: Mudah namun masa tunggu visa 3-7 bulan.
Level bahasa: Tidak diperlukan.
Uang saku: 3500 SEK (sebelum pajak)
Jam kerja: Maksimum 25 jam per minggu.
Jatah libur: Sesuai kesepakatan dengan keluarga. Biasanya au pair hanya mendapat satu hari libur per minggu dan full weekend per bulan.
Sekolah bahasa: Biaya ditanggung balai kota.
Tiket pesawat: Normalnya bayar setengah-setengah.
Batasan umur: 30 tahun
Masa tinggal: Maksimum 12 bulan. Calon au pair yang pernah menjadi au pair di negara lain akan sedikit riskan, karena kemungkinan visa-nya granted semakin kecil.
Lowongan: Tidak terlalu banyak dan harus bersaing dengan kandidat Filipina.

10. Finlandia

Mengurus visa: Cukup mudah tapi waktu tunggu hingga 4 bulan
Level bahasa: Tidak diperlukan, namun mesti menunjukkan ketertarikan dengan budaya/bahasa mereka.
Uang saku: Minimum €280 (sebelum pajak)
Jam kerja: Maksimum 30 jam per minggu.
Jatah libur: Sesuai kesepakatan. Biasanya au pair hanya mendapat satu hari libur per minggu dan full weekend per bulan. Au pair mendapat libur berbayar 28 hari selama setahun.
Sekolah bahasa: Ditanggung sendiri.
Tiket pesawat: Dibayar setengah-setengah.
Batasan umur: 30 tahun
Masa tinggal: Maksimum 12 bulan. Finlandia menolak calon au pair yang pernah menjadi au pair di negara lain sebelumnya.
Lowongan: Sangat rendah

11. Islandia

Mengurus visa: Mudah
Level bahasa: Tidak diperlukan.
Uang saku: 10.000 ISK per minggu
Jam kerja: Maksimum 30 jam per minggu.
Jatah libur: Au pair mendapat libur minimum 2 hari per minggu dan libur berbayar 14  hari selama setahun.
Sekolah bahasa: Ditanggung sendiri.
Tiket pesawat: Dibayar setengah-setengah.
Batasan umur: 25 tahun
Masa tinggal: Maksimum 12 bulan
Lowongan: Sangat rendah


6. Saya mendapat banyak respon positif dari keluarga di United Kingdom, Amerika, Kanada, atau Selandia Baru. Tapi sayangnya pemegang paspor Indonesia tidak bisa jadi au pair di negara tersebut, benarkah?

Iya, benar. Sebaiknya kamu pendam saja keinginan menuju negara-negara tersebut karena pemegang paspor Indonesia memang tidak bisa menjadi au pair kesana.

Saya sempat mendengar ada au pair Indonesia yang pernah ke Amerika. Tapi tahun lalu, sepertinya kesempatan calon au pair Indonesia kesana sangat kecil. Untuk mendapatkan visa J-1, calon au pair dan keluarga asuh harus menunjuk satu agensi yang akan mengurus kelengkapan dokumen. Sayangnya, banyak agensi Amerika ini tidak memasukkan Indonesia ke dalam daftar negara seleksi mereka.

Tertarik jadi au pair ke Amerika? Baca serba-serbinya di postingan saya yang ini!

Ingin juga ke Italia, Spanyol, atau Irlandia, ada kesempatannya kok! Cek postingan saya disini!

7. Saya sudah bertemu keluarga asuh yang sepertinya cocok. Hal apa saja yang harus ditanyakan?

Banyak!

Selain menanyakan tentang jadwal kerja, tugas, dan uang saku, jangan takut juga menanyakan banyak hal untuk mendapatkan kejelasan. Jangan sampai nantinya kita merasa dibohongi gara-gara segan menanyakan hal yang dianggap tidak penting, tapi sebenarnya salah kita dari awal.

Tidak perlu takut dan segan soal pertanyaan yang menyangkut uang ataupun hari libur. Kalau perlu, semua pertanyaan dan jawaban dikopi lagi dalam satu kertas sebagai "bukti" kalau nantinya ada miskomunikasi dengan keluarga asuh. Contoh pertanyaan lainnya:

Bagaimana masalah tiket pesawat, apakah kalian bersedia membayar penuh ataukah setengah-setengah? 

Yang saya tahu, au pair di negara X mendapat jatah libur X hari per tahun (kalau perlu cantumkan juga website sumber), apakah kalian setuju dengan hal ini?

Di tempat kalian tinggal, berapa lama menuju stasiun atau halte terdekat? (Pertanyaan ini sangat penting karena sebagai calon au pair, kita harus tahu dimana kita tinggal. Apakah calon au pair akan merasa nyaman jika harus tinggal di pedesaan, pinggir kota, atau pusat kota?)

Apakah kalian juga membayari tiket transportasi per bulan? (Jika salah satu tugas au pair adalah antar-jemput anak menggunakan transportasi umum, biasanya keluarga asuh tidak keberatan membayari tiket bulanan. Tanyakanlah jika keluarga asuh belum membicarakan hal ini.)

Apakah kalian punya jam malam?

Adakah kemungkinan saya boleh membawa teman ke rumah dan menginap?

Apakah au pair juga libur saat Public Holiday di negara X?

Saat liburan keluarga, apakah au pair harus ikut serta? Jika ya, adakah kemungkinan au pair mendapatkan uang tambahan untuk mengurus anak?

Saya seorang umat beragama, ada masalah kah jika saya beribadah pada waktu tertentu?

Saya seorang muslim, apakah ada masalah jika saya tidak makan babi di rumah?

Apakah saya boleh meminta kontak au pair sebelumnya untuk mengobrol dan tahu lebih lanjut soal keluarga kalian?

8. Saya memiliki tekad untuk lanjut sekolah lagi selepas masa au pair. Apakah memungkinkan?

Yup!

Untuk lanjut kuliah di Eropa, biasanya kamu bisa mencari beasiswa, sponsor, ataupun dengan biaya sendiri. Banyak juga au pair yang "merayu" keluarga asuh mereka untuk dijadikan sponsor sebagai syarat administrasi kuliah.

9. Negara mana saja yang direkomendasikan untuk melanjutkan kuliah setelah jadi au pair?

Yang paling populer adalah Jerman dan Belgia. Biaya kuliah di kedua negara ini bisa sangat murah bahkan nyaris gratis kalau kita mengambil kelas bahasa lokal.  Banyak juga eks au pair yang lanjut kuliah kesini lewat bantuan sponsor dan biaya pribadi. Coba saja cari sponsor yang bersedia "menjaminkan" buku tabungannya sebagai syarat administrasi mendaftar kuliah.

Salah satu syarat administrasi kuliah di Eropa adalah mampu menyiapkan deposito kuliah sejumlah 8000€ per tahun. Uang ini tidak harus ada di rekening kita asalkan ada jaminan dari pihak sponsor; bisa keluarga asuh, keluarga kandung, ataupun perusahaan tempat kita bekerja.

Negara lainnya adalah Prancis dan Austria. Hampir sama dengan kedua negara di atas, Prancis dan Austria juga menyediakan kampus dengan biaya rendah jika kita mengambil kelas bahasa Prancis dan Jerman. Untuk masuk ke kelas bahasa lokal ini pun, level bahasa yang dibutuhkan berbeda dengan level kelas bahasa umum yang biasa au pair datangi. You need to pass the (higher) language test.

Kalau malas mengambil kelas bahasa lokal (yang murah), coba juga cek kelas berbahasa Inggris. Selain lulus syarat IELTS/TOEFL, biaya kuliah untuk kelas bahasa Inggris biasanya juga lebih mahal.

Tertarik kuliah di Eropa Utara gratis? Ayo ke Norwegia! Sampai sekarang, Norwegia masih membebaskan uang kuliah bagi mahasiswa lokal dan internasional di kelas bahasa lokal maupun bahasa Inggris. Syarat administrasi bagi mahasiswa internasional pun hampir sama dengan seperti kampus lainnya di Eropa; bukti kemampuan finansial sejumlah 103,950NOK atau 12000€ dan sertifikat kemampuan berbahasa Inggris.

Memang tidak semua kampus dan jurusan kuliah di Norwegia gratis. Beberapa jurusan kuliah, seperti kedokteran, memerlukan biaya kuliah tambahan. Mahasiswa pun biasanya harus membayar biaya administrasi kuliah sejumlah 600-800NOK per semester.

10. Adakah kesempatan mendapatkan pekerjaan setelah jadi au pair?

Tergantung. Ya dan tidak.

Pekerjaan apa dulu yang kalian cari? Tukang bersih-bersih, jurnalis, perawat, karyawan, atau apa? Jenis pekerjaan berketerampilan tinggi tentunya tidak mudah dicari. Mencari pekerjaan secara mandiri di negara orang lebih sulit ketimbang mencari di Indonesia.

Meskipun kita memiliki keterampilan yang dicari perusahaan, tapi kita juga harus bersaing dengan orang lokal dan orang asing lainnya. Menguasai bahasa lokal pun belum cukup menjamin eks au pair mendapatkan pekerjaan.

Saya sendiri belum pernah mendengar ada au pair yang langsung bekerja setelah masa kontraknya selesai. Kalau yang lanjut kuliah dan bekerja paruh waktu sih banyak.

Tapi bukan tidak mungkin lho, ya. Kalau si au pair memiliki networking yang luas dan berketerampilan, siapa tahu saja memang mendarat menjadi karyawan selepas masa kontrak berakhir.

Asalkan ada perusahaan yang mau menjamin, kita bisa mencari tempat tinggal dengan cepat, biasanya pihak balai kota akan menyetujui perpanjangan residence permit. But anyway, it's a long and hard thought.


OKAY! So, that's a wrap! Kalau calon au pair dan pembaca blog saya masih ada yang belum jelas, silakan tinggalkan komen di bawah ataupun bisa kirim surel kesini ya. Semoga membantu!


More tips:
Guide Au Pair: Mulai dari Mana?


80 comments:

  1. saya adalah calon au-pair ke jerman. apakah boleh ketika kita sedang terikat dengan kontrak au-pair mencari pekerjaan part time? Danke.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Secara legal, gak bisa. Secara ilegal, BISA! Tapi hati-hati, kalo ternyata ada inspeksi, kamu bisa kena deportasi :)

      Delete
  2. kalau misal bhs asing tidak bisa apakah masih bisa coba aupair? krn djlaskan td ada yg tdk meminta level bhsa. trmksh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syarat mutlak jadi au pair, mesti bisa bahasa Inggris pasif dan aktif :)

      Delete
  3. Replies
    1. Hai Ririn, bisa hubungi saya di "CONTACT" bagian atas ya :)

      Delete
  4. Hallo kak.. Saya ditawari jd au pair di amerika, dia bilang gaji nya 4000usd per bulan n uang saku 500usd per minggu, saya jg ud via wa dgn calon keluarga asuh nya, tp waktu saya cek alamat yg dia kasih koq beda ya dgn foto rumah yg dia kirim, lalu juga saya ditawari utk durasi 4taun kontrak, dan utk plg bisa 2taun sekali, apakah ini penipuan atau tidak ya kak, soalnya saya blm pernah punya pengalaman.. Beliau jg minta kepastian kalau saya mau atau tidak, klo mau saya hrs registered dlu d au pair website beliau.. Mohon saran nya kak.. Tq...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Andry,

      Membaca dari cerita kamu, kayaknya saya percaya 80% keluarga itu fake deh. Kenapa?
      1. Uang saku au pair di USA itu cuma 200 USD/minggu
      2. Orang Indonesia gak bisa sembarangan ke USA jadi au pair. Soalnya kamu mesti bayar dan menunjuk satu agensi resmi yang disahkan sama US Department of State. Sayangnya, gak semua agensi resmi tersebut mau menerima orang Indonesia.
      3. Untuk program au pair ke USA, kamu mesti apply visa J1 yang sifatnya minimum 12 bulan, tapi bisa diperpanjang 6, 8, hingga 12 bulan lebih lama. Jadi gak mungkin banget kamu kesana langsung 4 tahun. Meskipun mungkin maksud dia, tiap 2 tahun apply visa baru, tapi kayaknya gak mungkin banget untuk kamu apply visa au pair 2x ke USA.

      Saran saya, kalo ada keluarga dari USA, mendingan kamu langsung tolak aja. Meskipun mereka real, tapi syarat kesana sulit banget untuk pemegang paspor Indonesia. Cukup possible, tapi ya itu tadi, sulit dan mahal (karena mesti bayar jasa agensi).

      Semoga membantu.

      Delete
  5. Hallo.. Aku tertarik ke inggris dan sudah ada beberapa keluarga cocok dgn aku. Kalau kita menggunakan visa student kira2 bisa tdk ya ? Secara indonesia tidak termasuk ke visa tier5. Merci

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Yasmin,

      Sebenernya pernah denger ada au pair Indonesia yang memang ke UK pake visa student. Cuman, kemaren dia hf-nya half Indonesia, makanya urusan visa ini kayak udah joinan ngaturnya gimana biar di imigrasi bisa tembus.

      Sebaiknya kamu mengacu ke syarat visa student UK deh. Soalnya mungkin ada beberapa persyaratan yang mesti kamu penuhi disitu. Sekalian juga diskusiin lagi sama hf di UK, siapa tau mereka mau bantu ikut ngurusin dokumen.

      Good luck ya! ;)

      Delete
  6. hallo ka salam kenal aku putri, ka aku tertarik jadi au pair dan aku mau tanya sedikit tentang isi informasi di atas yang pertama maksud full weekend itu apa yah ka dan yang kedua liburan berbayar itu apa? apa kah pada saat libur kerja kita tetap di bayar? dan satu lagi ka apakah pada saat hari libur kk jadi au pair biaya makan kk tetap ditanggung sama hf atau biaya sendiri? sebelumnya terima kasih ka, harap direspons :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Putri,

      1. Full weekend itu maksudnya Sabtu-Minggu. Soalnya ada juga au pair yang cuma libur Minggu doang atau 1,5 weekend (maksudnya Sabtunya kadang masih disuruh kerja sampe jam 2 siang).

      2. Paid holiday itu maksudnya gini, dalam satu tahun, au pair biasanya bakal dpt jatah libur 14-25 hari kerja. Nah, seandainya dalam satu bulan kamu ambil libur 14 hari, uang saku kamu untuk satu bulan tetep full. Gak akan dipotong setengah karena kamu liburan.

      3. Iya dong, kan rumah host family itu bukan kantor. Jadi meskipun kamu libur Sabtu-Minggu, ya akomodasi & makan kamu tetep jalan. Mereka yang tanggung semua.

      Semoga membantu :)

      Delete
  7. I besides conceive thence, perfectly indited post!

    ReplyDelete
  8. Nin mau tanya!

    ReplyDelete
  9. Kak mau tanya, aku mau Au pair ke prancis nah buat pengajuan visa hrus ada sertifikat bahasa ga?soalnya ada yg bilang udh ga usah pake, cmn aku pngen make sure..trs pake visa pelajar kah? Mesti lewat campus france ga?ditunggu jawabannya :) please...bln ini mau ngurusin. Ini email aku tiarismaya@gmail.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Tia,

      1. Udah gak pake sertifikat bahasa lagi. Yang penting lampirin konfirmasi pre-register kampus/sekolah bahasa aja.
      2. Pake visa pelajar, tapi yang bagian "Au Pair-Internship".
      3. Gak pake jasa Campus France lagi, karena udah lama dilimpahin ke TLS Contact.

      Sukses ya! ;>

      Delete
    2. Ka nin? ?maaf nah caramya kita mesti dapet sertifikat pre school itu dibuat sama hf kita disana atau dr kita bisa bikin sendiri??

      Delete
    3. sertifikat pre-school yang gimana ya maksudnya? :)

      Delete
  10. Kak boleh minta alamat email mau tanya" please.. Makasih. Ditunggu konfirmasinya

    ReplyDelete
  11. Kak, berdasarkan pengalaman kakak, web mana yang dapet respon paling cepet dari host family nya? Dan pas jadi au-pair pertama kali itu nunggu brp lama sampe deal sm host family ny?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya agensi itu hanya bertugas mencocokkan ekspektasi kamu dan hf. Sama aja seperti kamu cari lowongan kerja di website. Gak ada yang bisa menentukan mana cepat dan mana yang lambat. Tergantung luck masing-masing :) Ada baiknya mencari hf gak hanya di satu website, agar kemungkinan dapet hf lebih besar.

      Saya menunggu 5 bulan dulu sebelum betul-betul deal dengan hf yang ada di Belgia.

      Delete
  12. hi kak nin, kalo au pait di spain gimana ya? ad info ternttu kah? kmren smpt cri hf ad dpt yg di spain. cuma bingung mau mulai kek mana. thanks kak ☺ btw keep writing ya kak. sangat memotivasi!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo,

      Pemegang paspor Indonesia gak bisa ke Spanyol jadi au pair. Satu-satunya cara kesana, pake visa pelajar. Tapi ini pun lebih sulit karena kamu mesti ngelampirin LoA dari sekolah, bukti pembayaran duit sekolah, asuransi, bukti tempat tinggal, dan juga bukti finansial.

      Anyway, kenapa harus ke Spanyol? Kenapa gak ke negara yang pocket money-nya lebih gede dan memungkinkan orang Indonesia jadi au pair kesana? :)

      Delete
  13. Hi Ka Nin,

    aku tertarik au pair ke new zealand. apa belum pernah seorangpun berhasil tembus kesana bagi pemegang paspor Indonesia? karena keinginanku ke New Zealand emg udah di ubun2
    mohon sarannya. trimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo :)

      Seperti yang udah aku jelasin di atas, pemegang paspor Indonesia gak memungkinkan jadi au pair ke Selandia Baru. Kalo berminat, coba ajuin Working Holiday Visa Australia. Mungkin saat free time, kamu bisa maen ke Selandia Baru?

      Otherwise, kamu mesti ajuin visa pelajar dan skilled worker visa yang memungkin saat ini :)

      Delete
  14. Halo kak sy smpt bertemu dgn tmn sy yg aupair dia ikt agensi dan dpt hf di belgia, dia juli ini sdh selesai dan studi sy sdh slesai januari skrg sy stay di Indonesia sy ingin apply menjadi aupair tapi tidak menggunakan agent kbtulan sy sudah pernah bertemu hf ini saat sy studi di belgia, dan mereka mau sy jd aupair mrk. apakah dokumen yg dibutuhkan sama dgn yg ada di postingan kakak? Atau seribet di blog lainnya yg harus legalisasi ijazah dll?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Agniya,

      Agensi itu hanya perantara kamu dan hf kok. Biasanya mereka yang bakalan ngasih tau dokumen mana saja yang dibutuhkan/harus dipersiapkan. In the end, urusan visa juga mesti diurus sendiri oleh au pair. Sama aja kok persyaratan dokumen yang mesti diurus baik itu ketemu lewat agensi atau mandiri :)

      Good luck!

      Delete
  15. hai, mau tanya dong, saya laki laki, dan sudah tertarik aupair sejak lama, saya dua kali buat akun di aupairworld dan di tolak pada saat verifikasi, sedangkan di aupair.com saya tidak bisa kontak host family karena saya bukan akun premium, saya bingung karena banyak website aupair diluar sana makanya saya baru coba dua itu, apa ada info yang bisa membantu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, Immanuel :)

      Bener banget. Emang ada banyak website au pair di internet, tapi untuk mengerucutkan pencarian, boleh kok kamu cari via rekomendasi saya di atas :)

      Untuk verifikasi dari AuPair World, yang punya kasus demikian gak hanya kamu. Tapi saya gak bisa bantu karena hal tersebut tanggung jawab dari pihak Au Pair World. Satu-satunya cara kamu email dan konfirmasi langsung aja ke mereka.

      Delete
  16. hai kak
    aku mau nanya nih. Aku masuk grup facebook aupair australia gt, aku pasang profil dan banyak yg tertarik langsung pm aku. Ngomong panjang lebar eh pas ditanya bersedia bayarin visa sm tiket mereka gak bersedia.
    gimana tuh kak cara biar ada hf yang mau jd sponsor kita tp gak perlu pake agency.. Karena aku kendala dana.
    mohon bantuannya kak
    thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tentu aja gak ada yang mau bersedia. Kamu udah baca regulasi WHV di Australia gimana? Kamu mesti ngelampirin bukti finansial yang nominalnya menjelaskan kalo kamu mampu membiayai sendiri hidup di Australia dan tiket pesawat PP dari Indonesia. Terakhir kali aku liat, nominalnya 50 juta.

      Lagian di Australia, bukan kewajiban hf untuk ngebiayain tiket pesawat & visa. Semuanya tanggung jawab di applicant. Good luck! :)

      Delete
    2. kalau boleh tau nama grup facebook nya apa ya?

      Delete
  17. Halo kak, thank you untuk sharing nya.

    mau tanya, aku dapet tawaran au pair di finland tapi pocket moneynya agak ga masuk akal kak, hfnya nawarin 1500 euro perbulan. kira-kira mungkin ga ya mbak? soalnya kemaren aku dapet tawaran au pair dari USA udah deal sampe dia nyuruh ngehubungin pengacara gitu tau nya scam, untuk cepet ketauan.

    ditunggu jawabannya mbak :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Miza,

      Coba tanya lagi ke hf kamu, ini term-nya dia mau hire au pair atau housekeeper? Di FI emang bayaran untuk housekeeper rata-rata emang 1500-2000 Euro/bulan. Bilang juga kalo bayarannya sangat gak masuk akal karena regulasi au pair di FI gak seperti itu.

      Be aware selalu pokoknya. Hf di Eropa jarang ada yang scam. Tapi kalo mereka berani bayar mahal, artinya mereka juga expect kamu kerja lebih.

      Good luck! ;)

      Delete
  18. Hi kak
    ada kontak yang bisa di hubungi ga? seperti whatsapp gtu
    saya mau tanya2 lebih lanjut ttg au pair
    terimakasih kak

    ReplyDelete
  19. halo kak, saya baru baru membaca tentang au pair. saya membaca di aupairworld, juga ada agensi au pair di indonesia yang menyatakan bahwa harus membayar sejumlah uang jaminan. waktu itu saya membaca au pair jerman, dan agensi au pair indonesia jerman. Nah apakah setiap negara memang menerapkan hal itu atau tidak? karena biayanya melebihi 25 juta. terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak bener! Visa au pair gak ada yang pake duit jaminan, kecuali kamu kesana pake visa student yang mesti membuktikan finansial. Hati-hati, bisa aja kamu kena tipu.

      Untuk kasus agensi au pair Indonesia, mending kamu tanya lagi deh duit jaminan itu untuk apa? Plus, jangan lupa, kebanyakan agensi di Indonesia mematok biaya untuk calon au pair. Kamu mesti tanyain bener-bener dan jangan sampe mimpi ke Eropa bikin kamu tekor.

      Good luck!

      Delete
  20. Kak itu gajinya yg ditulis di atas perminggu atau perbulan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hanya di Australia yang gajinya dibayar perminggu, lainnya perbulan ;)

      Delete
  21. Halo kak aku mau tanya soal agen au pair ke perancis kak??

    ReplyDelete
  22. Kalo sudah lewat 30 sudah ga bisa jadi Au Pair lg ya?

    ReplyDelete
  23. Hello ka, makasih banyak ya bnyak info baru yg aku dapat dri baca blognya ka. Aku lagi cari hf di perancis,ada yg aplly ke aku,ada yg kasih pr tpi ada juga yg nr. Trus kalau ada yg kasih pr aku bingung mau tanya apa lagi sama mereka.
    Is it okay to give them questions about the price of course language ? Atau sama tiket pesawat berangkatnya kita? Soalnya kaya gak enak ja mau nanya soal itu. Ohhh iya aku juga pernah baca blognya kaka yg bilng kalau ada hf yg nanya soal bersih2 langsung di tolak ja. Tpi kaya bnyak ja hf yg minta au pairnya bersih2 gtu. Itu gimana ya ka? Maaf ya bnyak pertanyaan.
    Makasih ka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, menurut aku emang harusnya semua ditanyakan sebelom deal kontrak. Termasuk soal tiket pesawat dan biaya kursus. Di Prancis biasanya hf jarang yang mau nanggung tiket pesawat. Biaya kursus pun kebanyakan au pair sendiri yang mesti bayar. Makanya kamu mesti make it clear ;)

      Ya maksud aku... ada beberapa hf yang merasa “are you okay if cleaning tasks is much more than taking care of the kids?” Nah, itu biasanya si emak ini emang butuh housekeeper. Cuman ya gak semua hf harus kamu tolak juga pas mereka nanya gitu. Ada baiknya tanyakan kembali, jenis bersih2 apa yang jadi main point? ;)

      Delete
  24. Ka kalo mau ikut au pair apa harus ada sertifikat toefl'nya yah mohon bantuannya ka

    ReplyDelete
  25. Halo kak. Awal september ini aku mau berangkat au pair ke prancis. Tapi, aku baru bisa ngurus visa awal agustus karena l'accept de placement dari la direccte baru dikirim via pos kilat sama hf-ku. Kira2 susah atau gak ya ngurus visa au pair ke prancis? Makan waktu berapa lama untuk approvalnya? Interviewnya ribet atau nggak ya kak? Terimakasih kak:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku belom pernah au pair ke Prancis. Jadinya gak bisa kasih gambaran gimana prosesnya :)

      Coba buka aja web TLS Jakarta buat info lebih lanjut.

      Delete
  26. Pretty nice post. I simply stumbled upon your weblog
    and wished to mention that I've really enjoyed surfing around
    your weblog posts. After all I'll be subscribing for your feed
    and I am hoping you write once more soon!

    ReplyDelete
  27. Hi kak, aku pingin banget jadi au pair di norway, kalo misal au pair disana trus aku daftar kuliah disana apa bisa ya? Trus aku juga punya saudara yang nikah dengan orang norway, saudara aku itu apa bisa jadi hf buat aku kak?
    Makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa. Tapi jadi au pair itu almost full time. Kayaknya gak kekejer kalo sekalian sama kuliah. Kecuali kamu kuliahnya abis au pair.

      Gak bisa. Tujuan au pair itu kan pertukaran budaya. Jadinya kebangsaan host family harus beda sama au pairnya :)

      Delete
  28. Hai kak mau tanya, bisa ga ikut aupair yg WHV gtu selain di australia dan tidak pakai uang jaminan? Makasih😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak ada.

      Working Holiday Visa (WHV) untuk pemegang paspor Indonesia emang hanya ke Australia :)

      Delete
    2. Aku tertarik bgt buat ikutan aupair tpi yg untuk berbahasa inggris, ada ga negara eropa yg menerima itu?

      Delete
    3. Kenapa begitu? Kamu mau belajar Bahasa Inggris?

      Delete
  29. Halo kak, aku mau belajar bahasa utk aupair, tapi masih bingung aupair ke negara mana. Menurut kk negara mana yg lebih menguntungkan?

    ReplyDelete
  30. Hai kk Nin,gimana cara nya ya kk buat profil di energy aupair. Masalahnya nya bahasa yang tercantum bukan bahasa inggris, padahal sudah pilih English optional.
    Mohon balasannya y kk. Thanks before

    ReplyDelete
  31. Haiii. Aku seneng bgt sama blog ini. Jelas dan ngebantu bangetttt. Semoga sehat selalu and have a nice day :)

    ReplyDelete
  32. Halo kakak,untuk jadi aupair minimal sma gpp kan ya?
    Sama untuk laki2 kesempatannya sama dengan perempuan ya ?
    Selain aupair world yg kredibel apa ya, karena profil saya ditolak hejeje.
    Maaf merepotkan.
    Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Udah jelas banget syaratnya gimana (minimal 18 tahun)
      2. Kesempatannya itu 95:5, jadi hanya 5% kesempatan utk cowok jadi au pair.
      3. Udah aku tulis situs2nya dengan lengkap di atas, coba aja :)

      Delete
  33. hi kak
    aku coba untuk daftar di web support belgium, itu free ya kak? dan memang di minta untuk tanda tangan form ya ka?

    trims banyak untuk info nya kak GBU

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ikutin aja apa syarat dari agensi :)
      ...and it’s free.

      Delete
    2. thank you banyak kak :D

      Delete
    3. hi kak, mau nanya lagi boleh :)
      dr agency belgium, mereka minta letter for future families.. itu maksudnya surat kya gmn kak? aku sdh tanya ke mereka,tp masih kurang jelas.

      trims kak

      Delete
  34. Dear all,
    mau nannya, Saya bereencana mau aupair tetapi saya dapat host family tidak pakai situs aupairword.com, dia baru kmarin email saya tentang dia yg tinggal di houston, texas mau cari aupair untuk putri nya dan dia kirim foto putrinya beserta rumah, dan ruangan tmpat tidur setelah saya check di google alamat rmhnya kenapa yg saya temukan rumah yg dia kirim di email saya adalah property rumah yg mau dijual, mohon bantuannya semua saya bingung ini penipuan atau tidak, dia bilang untuk visa dan tiket pesawat di tanggung oleh dia, apakah ada yg mngalami seperti saya, mohon sarannya sedikit pun sarannya sangat berarti buat saya, trimakasih

    ReplyDelete
  35. Hi Nin, terima kasih untuk tulisan-tulisannya. Saya menikmati setiap tulisan mengenai pengalaman Anda selama mengikuti program au pair di Eropa. Sekarang ini saya sedang berkomunikasi dengan keluarga di Finlandia dan sedang negosiasi untuk bantuan mengurus visa dan flight.
    -Boleh saya tau hal-hal yang diperlukan untuk pembuatan visa dan resident permit?
    -Apakah saya harus meng-apply keduanya (visa dan resident permit)?
    -Berapa biaya yang dihabiskan untuk pembuatan izin tinggal?

    Terima kasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo..

      1. Silakan buka situs kedubes/imigrasi Finlandia ya gimana cara ngurusin dokumennya.

      2. Tergantung kebijakan. Aku kurang tau kalo Finlandia sistemnya gimana. Ada negara yang emang harus apply dua2nya, ada yang sekali jadi; daftar permit + langsung dapet visa.

      3. Silakan mengacu ke laman kedubes ya. Aku bukan orang imigrasi. Budayakan membaca biar gak salah persepsi :)

      Delete
  36. Hey there! Do you use Twitter? I'd like to follow you if
    that would be ok. I'm absolutely enjoying your blog and look forward to new updates.

    ReplyDelete
  37. hi kak, saya ingin jadi aupair ke jerman/austria. setelah itu ingin melanjutkan kuliah. berarti semua dokumen (ijazah, rapor, sertifikat, surat jaminan, deposit di deutsche bank, dsb) sudah harus disiapkan dan ditranslate?
    kemudian utk mengubah visa aupair ke visa schengen apakah harus kembali ke indonesia?
    dan apakah memungkinkan dapat beasiswa atau pinjaman ketika disana?
    ditunggu jawabannya, terimakasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Yang kamu butuhin bukan visa Schengen, tapi dari permit au pair ke permit pelajar. Bikinnya bisa langsung di Jerman/Austria, sebelum masa kontrak au pair mu habis. Jadi pastiin dulu jadwal mulai kuliah & ending kontraknya waktunya tepat.

      2. Beasiswa kampus possible. Kalo pinjeman kayaknya gak, soalnya loan baru bisa diberikan kalo kamu asli sana, imho ya. Soalnya tiap negara punya kebijakan masing2.

      3. Kalo pengen lanjut kuliah ya berarti semua dokumen udah harus diterjemahkan sebelom daftar kuliah. Deposit sebesar ~€8000 juga harus udah siap saat kamu mengajukan permit student,

      Delete
  38. Mohon pencerahan

    Sy dpt au pair di California. Visa dan tiket di tanggung keluarga disana. Namun, fee agen 600$ dibebankan kepda saya. Apa ini emang seharusnya? Saya ragu. Takut modus penipuan.

    ReplyDelete
  39. Informasinya sangat berguna, terimakasih banyak

    ReplyDelete
  40. halo kak Nin. aku berencana jadi au pair di belanda. kan harus pake agensi, apakah agensinya ini kita sendiri juga yang bayar atau dibayarin sama hf? atau gratis?
    kalau yg bayar au pair, kira-kira berapa bayar agensinya?
    lalu sewaktu mendaftar jadi au pair, apakah ada tes seleksi?
    lalu biaya yang diperlukan untuk menjadi au pair di belanda berapa?
    terima kasih, maaf banyak nanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Ossie,

      Untuk info lengkap seputar au pair di NL dan pengajuan permit-nya, silakan buka tautan ini ya: https://www.aupairworld.com/en/au_pair_program/netherlands/au_pair/visa/non_eu

      Disana juga udah disertai nama2 agensi yang bisa kamu hubungi. Kalo mesti bayar agensi, biasanya ada kesepakatan dari hf dan au pair, siapa yang mesti bayar :)

      Good luck ya!

      Delete
  41. Hi kak nin..
    Aku pengen banget au pair ke belanda, tapi saya sebelumny belum perna jadi au pair di mana pun. untuk ke belanda apa harus ada sertifikat bhs setempat? Dan untuk saku di belanda sekitar berapa ka? Thnks...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ke Belanda gak perlu pake sertifikat/keahlian bahasa. Gak masalah udah pernah jadi au pair, yang penting umur belom sampe 31 ya :) Uang saku minimal 340 Euro.

      Di postingan ini udah aku tulis kok. Info lebih lanjut buka laman imigrasi Belanda ya :)

      Delete
  42. Hai kak nin,
    Aku kan tertarik jadi aku pair terus kata bikin akun di aupair.com terus kata bingung nyari hf gitu i Medan gak tau cara nanyanya dll itu gimana yah kak? :" Terus aku daftar di aupairworld.com tapi pas disuruh konfirmasi email dia gak masuk ke Gmail ku huhu

    ReplyDelete
  43. halo, Nin!
    saya laki-laki 29. dengan bhs Inggris yang terbilang pasif, saya ingin mencoba bekerja di luar negeri, salah satunya dengan menjadi au pair. kira-kira, adakah peluang bagi laki-laki menjadi seorang au pair? siapa yang menanggung semua biaya keberangkatan (termasuk visa) jika diterima sebagai au pair?

    FYI;
    sebelum saya temukan artikel ini, saya sudah apply di beberapa situs di atas. untuk Au Pair World, dengan alasan yang dirahasiakan, pendaftaran saya ditolak.

    terima kasih sebelumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo..

      Untuk au pair cowok, sebetulnya susah sih ya. Ibaratnya 1:200. Jaraaaaaaang banget aku nemuin au pair cowok di sini. Kalo pun ada, biasanya dari Filipina, itu pun lucky karena mereka ada channel di negaranya.

      Di Jerman sempat ada, tapi sayangnya batas usianya hanya sampe 27 aja. Kalo Skandinavia maksimal banget sampe 29. Belanda sampe 30, hanya aja mereka skeptis nerima au pair yang umurnya mepet2 karena ditakutkan gak balik2 lagi.

      Jadi saran aku ya, sebelum masuk 30, rajin2 aja nyari hf di setiap situs. Cek juga negaranya kalo kamu masih bisa join. Good luck ya!

      Delete