Visa dan Izin Tinggal (Residence Permit), Apa Bedanya?

Friday, 12 April 2019



Saya sering kali mendapatkan pertanyaan seputar visa dan izin tinggal di Eropa yang herannya, masih banyak au pair ternyata belum mengerti pengertian dan fungsi keduanya untuk apa. Bahkan ada banyak yang bingung dan menukarbalikan fungsi dari Visa dan Izin Tinggal.

Agar lebih tahu fungsi dokumen tersebut, mari kita pahami dulu apa makna keduanya. Menurut Direktorat Jenderal Imigrasi Republik Indonesia, visa adalah sebuah dokumen izin masuk seseorang ke suatu negara yang bisa diperoleh di kedutaan dimana negara tersebut mempunyai Konsulat Jenderal atau kedutaan asing. Visa adalah tanda bukti ‘boleh berkunjung’ yang diberikan pada penduduk suatu negara jika memasuki wilayah negara lain yang mempersyaratkan adanya izin masuk. 

Sementara Izin Tinggal Terbatas (temporary residence permit) adalah kartu yang diberikan kepada Warga Negara Asing yang akan tinggal di Eropa untuk beberapa bulan. Jangka waktu tersebut dari 6 bulan, 1 tahun, hingga 2 tahun, dan dapat diperpanjang. Pemegang kartu ini tidak perlu memperpanjang Visa mereka setiap bulan.

Sudah paham sampai sini? Bahasa simpelnya, Visa itu adalah kunci kamu masuk Eropa yang biasanya berupa stiker yang ditempelkan di paspor, sementara Izin Tinggal adalah KTP yang menjelaskan kamu adalah penduduk sementara Eropa.

Tipe Visa umumnya ada 3;
1. Visa turis Schengen tipe C
2. Visa jangka pendek selama 90 hari
3. Visa jangka panjang tipe D (> 90 hari)

Kalau kamu ingin ke Eropa dan daftar aplikasi au pair dari Indonesia, maka kamu perlu Visa sebagai kunci masuk Eropa. Sebagai au pair, nantinya kita akan mendapatkan Visa Jangka Panjang Tipe D yang berlaku tergantung keputusan imigrasi setempat. Ada yang 25 hari, 30 hari, 180 hingga 365 hari.



Visa Jangka Panjang Tipe D Belgia yang berlaku selama 365 hari 

Visa Jangka Panjang Tipe D ini menunjukkan bahwa kita akan tinggal di Eropa selama lebih dari 3 bulan. Tidak cukup dengan Visa saja, setelah tiba di negara tujuan, kita harus mendaftarkan diri untuk mendapatkan Izin Tinggal Sementara (Temporary Resident Permit). Berbeda dengan Visa yang fungsinya sebagai kunci masuk, Permit ini fungsinya lebih sakti karena kita sudah terdaftar sebagai penduduk setempat yang mendapatkan fasilitas hampir sama dengan warga negara asli.





Kartu tanda penduduk sementara au pair di Denmark yang masa berlakunya disesuaikan dengan masa kontrak kerja

FAQ:


Lanjut ke beberapa pertanyaan yang sering kali masuk ke saya, silakan cek di bawah ini karena siapa tahu bisa menambah pengetahuan dan menemukan jawaban yang selama ini dicari.

1. Apa beda Visa Schengen Tipe C dan Visa Jangka Panjang Tipe D?

Tipe C itu hanya diberikan bagi turis atau kunjungan lain yang kurang dari 90 hari. Artinya si pengunjung tidak bermaksud tinggal lebih lama di Schengen Area. Sementara Tipe D diperuntukkan bagi orang yang tujuannya tinggal lebih dari 90 hari di satu negara Schengen Area, contohnya sekolah, au pair, atau bekerja. 

2. Saya sudah di Eropa, sudah mendapat Izin Tinggal dari Denmark. Bisakah saya jalan-jalan ke Italia atau Belanda langsung? Perlukah apply visa lagi?

Bisa langsung saja kesana dan tidak perlu apply visa lagi. Pemegang kartu izin tinggal salah satu negara di Schengen Area bisa sebebasnya jalan-jalan ke 26 negara Schengen.

Ibaratnya saja Schengen Area itu adalah sebuah rumah yang memiliki 26 bilik. Kamu sudah punya kunci masuknya, sudah di dalam rumah, sudah jadi penghuni rumah tersebut. Apakah masih perlu kunci masuk dari dapur ke kamar mandi? Tidak, karena setiap bilik memiliki kesatuan di satu rumah. 

Namun, meskipun sudah punya kartu izin tinggal dan ingin jalan-jalan keliling negara Schengen, tetap jangan lupa bawa paspor.

3. Saya sekarang tinggal di Belanda, ingin jadi au pair ke Prancis, apakah harus buat visa lagi kalau ingin jadi au pair disana?

Tidak perlu. Silakan saja pindah dari Belanda ke Prancis tanpa harus buat Visa baru. Mengapa, karena kamu adalah penduduk sementara Belanda dan memiliki Izin Tinggal yang berlaku.

Yang perlu kamu buat itu sebetulnya Residence Permit baru. Kamu sudah di Belanda, ingin jadi au pair di Prancis, maka dokumen yang kamu tujukan tujuannya untuk mendapatkan permit tinggal di Prancis, bukan lagi Visa Prancis.

4. Saya memiliki Izin Tinggal Denmark selama 2 tahun, tapi tidak cocok dengan host family-nya. Ingin pindah ke Jerman langsung, apakah memungkinkan? Apakah bisa langsung kesana tanpa harus punya permit Jerman dulu?

Jadi sebetulnya, kalau ingin menuruti regulasi resmi dari imigrasi, your residence permit belongs to your host family. Artinya, kalau kamu sudah tidak tinggal di rumah itu lagi, kamu harus mengembalikan kartu Izin Tinggal ke balai kota. Namun, banyak au pair yang tidak mengembalikan kartu ini dan disimpan saja saat masa berlakunya masih lama.

Namun, dari pengalaman dan banyak informasi yang saya baca, kamu boleh saja tinggal di Jerman menggunakan permit dari negara Schengen lainnya. Seperti yang saya ibaratkan tadi, saat kamu sudah berhasil masuk Eropa dan jadi penghuni di salah satu negaranya, akses tinggal di negara tetangga juga lebih mudah.

Di Norwegia atau Denmark contohnya, kamu boleh apply residence permit au pair langsung disana kalau kamu sudah memiliki kartu Izin Tinggal salah satu negara Schengen. Salah satu teman saya, kabur ke Jerman saat masih membawa permit au pair Belgia yang masa belakunya masih panjang. Di Jerman, doi baru mengurus dokumen baru untuk mengurus kependudukannya.

Ada lagi cerita teman lain yang kabur ke Belanda menggunakan permit au pair Belgia. Tidak hanya tinggal, teman saya ini juga cari black job sebagai nanny yang gajinya €1000/bulan. Doi tinggal di Belanda sampai permit Belgianya akan habis, lalu kembali lagi ke Belgia untuk daftar kuliah. Possible? Tentu saja!

5. Kak, saya punya Visa masuk Belgia yang masa berlakunya 12 bulan. Kemarin punya juga Izin Tinggal, tapi sudah dicabut host family dan sekarang tidak punya KTP Belgia lagi. Apakah saya betul-betul harus pulang?

Tidak!

Even your residence permit belongs to your host family, tapi Visa Belgia kamu juga adalah kunci keluar masuk Schengen Area yang bisa kamu gunakan selama 12 bulan  meski tanpa residence permit. Jadi kalau kartu Izin Tinggal kamu ditarik atau sama sekali belum memegang, jangan panik!

Di Belgia sistemnya "2 weeks out". Jadi kalau dalam waktu 2 minggu tersebut kamu belum juga dapat family baru, regulasi imigrasi Belgia memaksa kamu untuk keluar dari negara mereka a.k.a pulang. Kamu tidak harus pulang ke Indonesia kalau belum mau. Silakan cari keluarga di negara baru, langsung pindah kesana, dan apply langsung di negara tersebut. Denmark dan Norwegia adalah salah 2 negara yang memungkinkan calon au pair apply residence permit langsung disana.

6.  Nin, tiap negara kan beda-beda peraturan, bukankah kita tidak bisa menganggap semua negara Schengen punya regulasi yang sama?

Betul. Makanya, sebelum mengatakan bahwa pindah-pindah negara Schengen itu mudah, kamu tetap harus mengecek dulu semua regulasi yang berlaku di situs imigrasi negara tujuan. Contohnya, kamu sudah punya Izin Tinggal Jerman, namun ingin jadi au pair Swiss, apakah memungkinkan? Bisa jadi tidak. Mengapa, karena sesuai peraturannya yang ketat, Swiss hampir menutup rapat aplikasi au pair untuk warga non-EU. Jadi meskipun kamu punya Izin Tinggal dari Jerman, namun kewarganegaraan kita punya imbas yang besar pula.

7. Kak, saya sekarang masih tinggal di Austria, ingin lanjut au pair ke Prancis. Apakah boleh submit aplikasinya langsung di Austria tanpa pulang dulu?

Tentu saja! Syarat apply di negara-bukan-asal-au pair biasanya lebih mudah ketimbang di Indonesia. Yang pertama, tentu saja kita bebas Visa untuk masuk  karena sudah berada di Schengen Area. Yang kedua, beberapa syarat biasanya tidak diterapkan kalau kita apply bukan di negara asli. Contohnya, kalau daftar di Indonesia, ada kemungkinan kamu harus legalisasi sana-sini dulu sebagai kelengkapan dokumen. Sementara kalau apply di luar Indonesia, syarat tersebut tidak berlaku. Yang ketiga tentu saja soal biaya transportasi (jika harus bayar sendiri) yang jauh lebih murah kalau harus terbang sekitaran Eropa.

Kamu tinggal datang ke konsulet jenderal atau kedutaan besar negara tujuan, masukkan aplikasi au pair, lalu tinggal tunggu keputusan. Selagi menunggu keputusan, kamu juga bisa berkenalan dan mengunjungi dulu calon keluarga angkat yang akan tinggal bersama kamu nantinya. Banyak juga au pair yang bahkan langsung pindah ke rumah keluarga angkat, sekalian menunggu keputusan tentang permit mereka.

Lebih mudah kan?

8. Nin, sekarang saya punya Visa Denmark selama 6 bulan, tapi belum dapat kartu Izin Tinggal karena sudah angkat kaki duluan dari rumah host family. Apakah boleh cari keluarga lain di negara berbeda dan pindah langsung kesana?

Untuk pertanyaan ini, silakan kamu lihat dulu regulasi au pair di negara yang kamu tuju. Beberapa negara ada yang memperbolehkan kamu langsung apply di negaranya jika termasuk golongan yang bebas Visa (karena sudah ada) dan memiliki tempat tinggal.

Kalau menurut saya, Visa fungsinya tidak sesakti kartu Izin Tinggal. Jadi kalau kamu hanya punya Visa, saran saya ada 2;

1. Tetap cari keluarga pengganti di negara tersebut
2. Jadi nanny lepas selama masa berlaku Visa

Teman saya punya pengalaman di Denmark saat dia harus di-kick out dari sana kurang dari 1 bulan saja. Karena belum punya kartu Izin Tinggal dan trauma tinggal di Denmark, akhirnya teman saya ini cari keluarga baru di luar Denmark. Baru 5 hari, doi sudah dapat tawaran jadi au pair selama 4 bulan di Swedia. Tak pikir panjang, langsung diterimanya. Namun jatuhnya seperti di bawah tangan karena mereka tidak tanda tangan surat kontrak dan teman saya ini harus pulang sebelum masa Visanya habis.

9. Punya Visa/Izin Tinggal yang masih berlaku dari Swedia, tapi niat pulang dari Schiphol di Amsterdam, apakah memungkinkan? Saya dengar kalau imigrasi sana sangat ketat.

Boleh. Bisa dari mana saja. Kamu tidak perlu pulang dari negara dimana kamu tinggal sebelumnya. Cukup menuju konter imigrasi dan menunjukkan paspor. Pengalaman saya selama ini, keluar area Schengen tidak pernah dipersulit asal Visa/Izin Tinggal kita belum habis. Meskipun petugas imigrasi ada yang terlalu strict, tapi kalau sudah menyangkut au pair, tidak akan ada masalah. Mereka sudah tahu au pair itu apa dan paham kalau kita masuk ke Eropa atas dasar izin tinggal yang legal. 

Teman saya dapat Visa Tipe D dari Denmark, tidak mengantongi Izin Tinggal, pulang melenggang saja dari Swedia. Tidak ada pertanyaan apa-apa dan aman.

10. Saya lagi jalan-jalan di Eropa pakai visa turis 3 bulan, bolehkah langsung mendaftar jadi au pair disini?

Tidak bisa, karena kamu ke Eropa pakai visa kunjungan jangka pendek yang sebetulnya tidak bisa diperpanjang. Kalau ingin jadi au pair, sebaiknya pulang saja dulu ke Indonesia dan daftar ulang disana. 



That's a wrap! Postingan kali ini memang saya dedikasikan untuk izin tinggal au pair, namun kurang lebih sama juga berlakunya untuk tujuan jenis lain; seperti berkuliah. Semoga membantu dan silakan tinggalkan komen di bawah kalau masih ada yang ingin ditanyakan seputar kedua dokumen au pair ini.


No comments:

Care to leave your comments?