Your New Bucket List: Melintasi Lingkar Arktik!

Thursday, 4 July 2019



Naik balon udara di Cappadocia? Berfoto di depan Menara Pisa di Roma? Melihat the Northern Lights di Abisko? Bungee jumping di Christchurch? Apalagi destinasi favorit dan aktifitas impian yang ada di bucket list mu?

Saya dari dulu memang sangat terobsesi dengan negara dingin di kutub utara. Kalau lagi belajar geografi atau fisika astronomi, selalu tertarik menyimak kehidupan orang-orang Eskimo yang tinggal di dekat kutub dan perbedaan musimnya yang sangat ekstrim dari Indonesia. Beruntung sekarang saya tinggal di Norwegia, negara di Utara Eropa yang cukup dekat dengan kutub utara. Beberapa minggu lalu pun saya akhirnya bisa mencoret satu lagi aktifitas di bucket list; melintasi Lingkar Arktik!

Ada 2 garis melingkar tak kasat mata yang melintasi dua kutub di bumi, Lingkar Arktik di utara dan Lingkar Antartika di selatan. Di utara, Lingkar Arktik hanya melintasi sedikit negara seperti Norwegia (Saltfjellet), Swedia (Jokkmokk), Finlandia (Rovaniemi), Rusia (Murmansk), Amerika Serikat (Alaska), Kanada (Dempster Highway), Greenland (Sisimiut), dan Islandia (Grimsey Island). Lingkar Arktik ini menandai bahwa kawasan tersebut menjadi 'kingdom of light' saat musim panas karena matahari bersinar selama 24 jam, dan juga saat musim dingin karena sangat identik dengan the Northern Lights (Aurora Borealis). Musim dingin di kawasan Lingkar Arktik bisa menjadi sangat ekstrim dengan gelap yang panjang dan suhu yang selalu di bawah 0° C.

Selain ada di dalam bucket list, melintasi Lingkar Arktik merupakan pengalaman berharga bagi saya yang hanya traveller musiman dan first-time explorer ini. Apalagi tidak setiap tahun saya bisa jalan-jalan ke Eropa Utara lewat darat. 


Meskipun tidak pernah sama setiap tahun, tapi per Juni 2019 ditetapkan bahwa Lingkar Arktik berada di 66°33' Lintang Utara. Karena ekstrimnya temperatur dan lingkungan, diketahui hanya 4 juta orang yang bermukim di kawasan Lingkar Arktik hingga saat ini. Pemerintah Rusia bahkan memberikan upah minimum yang sangat tinggi bagi para penduduk yang mendiami kawasan di Lingkar Arktik.

Untuk melintasi Lingkar Arktik, kita hanya bisa melakukannya lewat darat dengan mobil atau kereta, dan lewat laut dengan naik kapal. Lingkar Arktik biasanya ditandai dengan sebuah monumen dan crains atau tumpukkan batu di sekelilingnya. 




Di Norwegia, Lingkar Arktik melewati kawasan Saltfjellet yang memisahkan bagian Helgeland dan Salten. Bisa dibilang, lingkar ini juga memisahkan hampir setengah wilayah Norwegia. Dengan total 40% wilayah yang berada di Lingkar Arktik, Norwegia memiliki banyak variasi alam yang luar biasa indah, dari jurang, gunung kokoh yang terjal sampai fjord yang tenang, gletser, dan juga kampung nelayan yang tenteram.

Untuk melintasi Lingkar Arktik di Norwegia ini, pengunjung dari Oslo hanya mengambil rute E6 sekitar 1 jam-an dari Mo i Rana. Biasanya pengunjung yang melintasi Lingkar Arktik juga bagian dari road trip atau tur ke Norwegia Utara.

Di sini Lingkar Arktik tidak hanya ditandai dengan monumen, tapi juga Arctic Circle Center yang dibangun tahun 1990 bersamaan selesainya jalan tol E6 yang melintasi gunung Saltfjellet. Di dalamnya kita bisa menemukan kafe, bioskop, exhibition center, serta toko suvenir yang menjual banyak barang khas Norwegia Utara.



Kalau kebetulan lagi lapar dan ada uang lebih, coba sekalian mencicipi makanan khas gunung di Norwegia; apapun yang berbau hasil buruan seperti rusa, kijang, atau babi hutan. Makan di kafetaria ini pun bisa dijadikan bucket list tambahan kalau mampir kesini. Karena Arctic Circle Center tutup saat musim dingin, sangat direkomendasikan datang di musim panas.

Jika malas makan makanan berat, coba saja duduk sebentar di dalam kafe sambil menyesap kopi dan makan wafel. Wafel di Norwegia lebih sering disajikan agak dingin dan berbentuk lembaran, bukan seperti wafel di Belgia yang tebal. Harga selembar wafel 40 NOK dan dimakan dengan krim plus selai stroberi atau raspberi.


Toko suvenir di Arctic Circle Center boleh juga jadi tujuan terakhir sebelum pergi sekalian cuci mata. Saya kira yang akan beli tidak banyak, tapi ternyata hampir tiap turis yang datang pasti keluar membawa buah tangan. Di Norwegia ini, tiap toko suvenir tidak pernah menjual barang yang sama. Barang yang dijual biasanya berkaitan dengan sejarah dan landmark tempat tersebut. Di toko ini saya menemukan banyak sekali suvenir lucu yang memang disesuaikan dengan Lingkar Arktik.

Tempelan kulkas atau gantungan kunci bentuknya macam-macam dan tidak pasaran. Mata saya sudah terfokus pada tempelan kulkas berbentuk makhluk lucu nan fluffy seharga 59 NOK per buah di atas. Hewannya macam-macam dari mulai domba, kijang, anjing, tikus, hingga rusa. Karena semuanya lucu-lucu dan sulit memilih mana yang harus dibeli, Mumu, cowok Norwegia yang pergi bersama saya road trip, menyuruh mengambil saja dua-duanya. Anyway, kebetulan saat itu Mumu yang membayar sekalian saya dihadiahi scarf bermotif Fair Isle karena kelupaan bawa dari rumah.

Rekomendasi untuk kalian yang berencana road trip ke Norwegia Utara saat musim panas; jangan lupa mampir ke Arctic Circle Center, berfoto di monumen Lingkar Arktik, mencicipi menu fast food khas gunung, serta membawa suvenir lucu sebagai pertanda pernah melintasi Lingkar Arktik yang jauh dari Indonesia ini! Bagi yang tertarik mengabadikan pengalaman selain dengan foto, kita juga bisa mendapatkan sertifikat digital "I have crossed the Arctic Circle" secara gratis dari sini.


2 comments:

  1. Kereeeenn. Cara nulisnya juga oke banget kak! Ditunggu tulisan tentang Mumu nya hahah XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, siap!

      Makasih banyak ya udah mampir (:

      Delete