Mengurus 'Study Permit' untuk Kuliah di Norwegia

Friday, 27 September 2019



Sebagai informasi pendahuluan, saat ini saya sudah tinggal di Norwegia dan harus mengganti au pair permit yang hampir habis ke study permit. Karena sudah berada di wilayah Schengen, saya tidak perlu lagi visa seperti halnya teman-teman yang masih berada di Indonesia. Bagi yang bingung apa beda residence permit dan visa, bisa dibaca dulu di sini. Walaupun begitu, persyaratan yang diberlakukan sama saja dengan mahasiswa non-EU lain pada umumnya.

Bagi yang tinggal di Indonesia, permohonan aplikasi study permit dan visa Norwegia bisa diantarkan langsung ke VFS Jakarta. Yang tinggal di Norwegia, aplikasi diantarkan ke kantor polisi terdekat di kotamadya dimana kita tinggal.  Pemohon dapat menyerahkan aplikasinya langsung di Norwegia apabila memiliki residence permit sebagai high skilled workers atau pernah tinggal di sini selama 9 bulan terakhir. Sementara bagi yang tinggal di luar Indonesia dan Norwegia bisa menghubungi kedutaan besar Norwegia setempat.

FYI, study permit yang akan saya ajukan disini adalah permit untuk belajar di perguruan tinggi semisal universitas atau university college ya, bukan bible school atau high school. Sebelum mempersiapkan semua dokumen, berikut syarat utama untuk mengajukan study permit:

1. Membayar biaya aplikasi sebesar NOK 5300 (2019).
2. Sudah diterima sebagai mahasiswa full-time di institusi perguruan tinggi di Norwegia.
3. Memiliki bukti finansial sebesar NOK 121.200 (2019) yang bisa berupa dana beasiswa, pinjaman dari pemerintah Norwegia (Lånekassen), uang tabungan atas nama pribadi yang tersimpan di rekening bank Norwegia atau deposit di perguruan tinggi, atau bisa juga gabungan dari semua sumber dana yang telah disebutkan. Kalau pemohon sudah dapat job offer dari employer di Norwegia, jumlah gaji yang akan diberikan boleh ikut disertakan sebagai bukti sumber dana.
4. Kalau harus membayar uang kuliah, kita juga diwajibkan memiliki dana tersebut di luar jumlah minimum finansial di atas.
5. Wajib memiliki tempat tinggal di Norwegia.
6. Keadaan negara asal memungkinkan kita kembali setelah masa studi usai.

Setelah yakin bisa memenuhi semua persyaratan di atas, hal yang kita harus lakukan pertama kali adalah mengisi formulir dan membayar biaya aplikasi lewat Application portal. Mengapa harus isi dan bayar dulu, karena kita membutuhkan bukti nota pembayaran dan cover letter sebagai syarat kelengkapan dokumen.


Persyaratan kelengkapan dokumen saat mengajukan first time application:

1. Paspor dan fotokopi semua isi halaman yang berisi data diri dan stempel.

Karena tinggal di Norwegia, saya hanya perlu menunjukkan paspor ke petugas di kantor polisi dan menyerahkan fotokopiannya saja. Sementara bagi yang tinggal di luar Norwegia, harus menyerahkan dua dokumen di atas.

2. Cover letter dari Application portal yang sudah ditandatangani.

Setelah mendaftarkan diri dan membayar biaya aplikasi di Application portal, kita akan menerima 2 attachments dokumen berupa nota pembayaran dan cover letter lewat email. Cover letter ini harus dicetak dan ditandatangani.

3. Dua lembar foto terbaru ukuran paspor dengan latar belakang putih.

4. Surat pernyataan diterima (LoA) kuliah full-time dari institusi perguruan tinggi di Norwegia yang berisi nama, program studi, strata yang diambil, dan berapa lama masa belajar.

Untuk surat ini, saya harus minta salinan lagi ke bagian administrasi kampus karena LoA yang saya terima kemarin hanya berisi nama dan program studi. Mungkin karena tinggal di Norwegia, maka LoA yang dikirimkan hanya berisi notifikasi yang tidak dijelaskan secara rinci.

5. Dokumentasi keuangan bahwa kita memiliki dana sebesar NOK 121.200 atas nama pribadi.

Kita bisa melampirkan salah satu atau lebih sumber dana ini sebagai kombinasi:

- Dokumentasi bahwa kita mendapatkan beasiswa, hibah, atau pinjaman dari pemerintah Norwegia (Lånekassen).
- Kontrak kerja paruh waktu dari employer di Norwegia yang menyatakan lama kontrak, waktu kerja per minggu/bulan, serta gaji yang akan didapat.
- Bank statement dari akun bank di Norwegia atau surat pernyataan terkait deposito yang kita serahkan ke pihak kampus. Untuk deposito ini, kita bisa pinjam dulu dari keluarga atau teman, lalu uangnya disetorkan ke rekening kampus sebagai syarat administrasi mendapatkan visa.

Baca di sini untuk tahu bagaimana saya memenuhi persyaratan ini tanpa beasiswa atau dana orang tua!

6. Dokumentasi bahwa kita sudah (terjamin) memiliki tempat tinggal di Norwegia.

Ini penting sekali karena cari tempat tinggal yang affordable bagi pelajar internasional di Norwegia itu susah! Daripada sesampainya di Norwegia bingung ingin tinggal dimana, sebaiknya persiapkan mendaftar akomodasi yang cocok dengan kantong dan preferensi. Sebagai mahasiswa internasional, kita bisa daftar dulu sebagai waiting lists di SiO (untuk Oslo dan Akerhus) atau organisasi student housing dari kampus lainnya, jauh sebelum kita diterima di kampus yang dituju. Hal ini untuk menghindari panjangnya antrian mahasiswa lain yang berminat menyewa kamar di student housing.

Kalau tidak tertarik tinggal di student housing, kita juga bisa menyertakan surat sewa-menyewa yang sudah ditanda tangani si tuan yang punya kamar, apartemen, ataupun rumah yang akan kita tinggali.

7. Dokumentasi bahwa kita bisa membayar biaya kuliah (jika diperlukan).

Meskipun kebanyakan universitas di Norwegia itu bebas uang kuliah, tapi ada beberapa kampus swasta masih membebankan uang kuliah bagi mahasiswanya. Jika diperlukan, kita tetap harus menyertakan dokumentasi bahwa kita mampu membayar uang kuliah tersebut di atas jumlah minimum tabungan yang diwajibkan.

8. Dokumentasi tambahan bagi yang menyerahkan aplikasi di luar negara asal pemohon (jika diperlukan).

Untuk kasus ini, saya harus menyerahkan bukti bahwa saya memang tinggal di Norwegia secara legal selama 9 bulan ke belakang. Dokumentasi bisa menggunakan kartu residence permit yang masih berlaku. Pun begitu bagi pemohon yang tidak tinggal di Indonesia.

9. Form checklist yang dicetak dan ditandatangani.



Itulah persyaratan umum bagi pemohon yang berusia di atas 18 tahun yang berniat studi di jenjang universitas. Untuk detailnya, silakan dibaca di situs UDI.

Setelah semua dokumen lengkap, selanjutnya kita langsung bisa membuat janji temu ke VFS di Jakarta atau kantor polisi di Norwegia (bagi yang berdomisili di sini).  Untuk janji temu bisa dibuat di Application Portal. Bagi yang belum pernah membuat visa atau residence permit ke Norwegia sebelumnya, harus registrasi terlebih dahulu.

Bagi yang tinggal di Indonesia, janji temu menyerahkan aplikasi ke VFS langsung dibuat lewat situs VFS. Untuk mahasiswa internasional, biasanya akan ada "Police Day" saat awal-awal masuk kuliah untuk mengurus residence permit setibanya di Norwegia. Cara ini lebih mudah ketimbang harus booking slot sendiri di kantor polisi lewat Application Portal.

Waktu tunggu keputusan dari UDI bervariasi tergantung case to case. Silakan lihat di sini untuk tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan menunggu keputusan dari imigrasi Norwegia. Meskipun perkuliahan sudah dimulai pertengahan Agustus dan kebanyakan mahasiswa asing memasukkan aplikasi saat libur musim panas, pihak UDI tetap berusaha memberikan keputusan sebelum studi dimulai. Normalnya, waktu tunggu untuk study permit sekitar 8 mingguan.

Anyway, bagi yang sedang bersiap-siap studi atau pindah ke Norwegia, jangan lupa baca postingan saya tentang biaya hidup di negara mahal ini agar mempersiapkan semuanya semaksimal mungkin  dan tidak sering syok! Lykke til!



No comments:

Care to leave your comments?