Skip to main content

'May 17th' di Pulau Pribadi


Bulan Mei adalah Norwegian's month karena setiap tanggal 17, akan ada perayaan terbesar di setiap sudut Norwegia untuk merayakan hari nasional mereka. Setelah penandatanganan konstitusi negara oleh Majelis Eidsvoll pada tahun 1814, secara resmi Norwegia merdeka dan independen dari kekuasaan Swedia selepas Perang Napoleon.

Untuk menghormati semangat patriotik ini, semua orang Norwegia tumpah ruah ke jalanan dan merayakan pesta nasional secara meriah baik berkelompok ataupun personal. Orang-orang biasanya berdandan sangat formal memakai kostum tradisional "Bunad", lalu bersuka cita di jalanan sambil menikmati parade anak-anak, mengibarkan bendera, dan menikmati marching band.

Sudah dua tahun ini saya absen menyaksikan May 17th di Oslo karena harus kerja. Host family saya memang tidak terlalu nyaman dengan keramaian sehingga tiap tahun memutuskan untuk tidak pernah ada di Oslo saat perayaan berlangsung. Alih-alih bersuka cita bersama semua penduduk Oslo, tahun ini saya harus ikut mereka lagi ke pulau pribadi tak jauh dari Bergen.




Mendengar kata-kata 'pulau pribadi' mungkin akan sedikit berlebihan karena kita akan berpikir soal pulau dan mansion mewah yang jauh dari pusat kota. Saya dulu juga berpikir seperti itu. Mungkin karena terlalu sering nonton film Hollywood yang terlalu glamor dan lebay dalam memamerkan harta.

Tapi tidak untuk pulau pribadinya orang Norwegia. Di pulau-pulau kecil biasanya sudah dibangun kabin musim panas atau rumah liburan yang sering diiklankan untuk dijual kembali. Kabin-kabinnya pun sangat khas Norwegia dengan material kayu yang vintage. Uniknya, kebanyakan kabin ini sudah ada sejak abad ke-16.



Bangunan di pulau milik keluarga saya ini sebetulnya sudah dibeli sejak lama oleh keluarga host mom untuk ditempati secara turun-temurun. Bangunannya sangat menarik karena sudah ada sejak abad ke-17. Pulau ini dulunya ditemukan oleh seorang pelayar Belanda yang menjadikan tempat ini terkenal dan dijadikan sentra perdagangan penduduk sekitar. Makanya kata teman saya, interiornya mirip rumah nenek-nenek. Tak usah heran, orang Eropa memang paling bisa menjaga bangunan tua tanpa harus merobohkannya.

Bangunan di pulau ini ada 3, bangunan utama berwarna putih, kamar tamu yang berwarna merah, dan rorbua atau kabin nelayan di depan. Satu lagi kabin kecil untuk mesin kapal dan satu sel mini mirip rumah Hobbit yang dulunya digunakan untuk memasukkan tahanan kriminal sebelum dijebloskan ke penjara di kota. Sounds hystorical, doesn't it?!

Kembali ke acara May 17th keluarga saya, tahun ini lebih sepi dari tahun kemarin karena tamu yang datang hanya 1 keluarga kecil. Tahun lalu lebih ramai karena teman-teman host mom lengkap memakai Bunad, baik yang laki-laki, wanita, dan anak-anak. Meskipun hanya dihadiri 1 keluarga, namun perayaan tetap berjalan seperti biasanya dengan mengadakan parade kereta, bernyanyi bersama, lalu mengibarkan bendera di puncak tertinggi pulau.




Perayaan biasanya diawali dengan minum champagne di pagi hari, lalu menikmati sajian khas seperti telur dadar dan salmon. Karena kali ini acaranya di pulau sendiri, jadinya suasana memang terasa lebih akrab dan syahdu tanpa huru-hara seperti jalanan ibukota. Semua orang bebas melakukan kegiatan apapun setelahnya, dari berperahu sampai berendam sebentar di laguna kecil di sisi pulau.

Karena May 17th adalah acara penting bagi orang Norwegia, tidak ada salahnya berbusana sedikit konservatif saat perayaan berlangsung. Memang tidak ada aturan resmi kita harus memakai apa. Namun lebih baik menghindari baju-baju mini nan ketat atau jins, karena orang-orang Norwegianya sendiri terlihat sangat rapi.



Tahun ini adalah tahun terakhir saya jadi au pair keluarga ini dan tentu saja kesempatan menikmati tiap sudut pulau tidak akan saya lewatkan. Apalagi foto-foto saya tahun kemarin semuanya hilang.

Sejak jadi au pair keluarga mereka, saya akui bahwa nasib saya lebih beruntung dari orang Norwegianya sendiri. Diajak naik kapal menuju Bergen, dibawa ikut ke pulau pribadi, sampai menginap di bangunan tua yang sudah ada sejak lama. Semuanya tentu saja gratis!

Enak kan jadi au pair kalau kebetulan dapat keluarga yang loyal? I am literally working while travelling!




Selamat tinggal, Pulau Pribadi! Kesempatan merayakan May 17th selama dua tahun ini begitu mengesankan dan betul-betul membawa pengalaman sangat menakjubkan bagi saya.

Selamat ulang tahun, Norwegia! Hiipp, hippp, huurrraahh!


Comments

  1. Mbak... Kok indah ya :)) Jadi pengen ngerasain nginep di sana :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Emang bagus banget. Ini gak aku tampilin aja foto tiap sudut. Bagus semua dari sisi mana pun. Tenang damai 😉

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bule Ketemu Online, Bisakah Serius?

( PERHATIAN!!! SAYA BANYAK SEKALI MENERIMA TESTIMONIALS SOAL COWOK-COWOK DARI INGGRIS YANG MEMINTA ALAMAT SI CEWEK YANG DIKENAL VIA ONLINE. FYI , HAMPIR SEMUA MODUS PENIPUAN SEPERTI INI BERASAL DARI INGGRIS DAN AMERIKA! JANGAN PERNAH TERTIPU KEMASAN KULIT PUTIHNYA, KARENA BISA JADI YANG KALIAN AJAK CHATTING -AN ATAU VIDEO CALL -AN ITU ADALAH PENIPU !! JANGAN PERNAH BERI DATA DIRI SEPERTI NAMA LENGKAP, ALAMAT, SERTA NOMOR IDENTITAS ATAU KARTU KREDIT KE ORANG-ORANG ASING LEWAT DUNIA DIGITAL! BE SMART, BE AWARE, AND PLEASE JANGAN DULU BAPERAN KALO ADA YANG MENGAJAK NIKAH PADAHAL BARU SEMINGGU KENAL!!!) Selain berniat jadi au pair, ternyata blog saya banyak dikunjungi oleh cewek-cewek Indonesia yang ingin pacaran atau sedang dekat dengan bule. Gara-gara tulisan tentang cowok Eropa dan cowok Skandinavia , banyak pembaca blog yang mengirim surel ke saya dan curhat masalah cintanya dengan si bule. Aduh, padahal saya jauh dari kata "ahli" masalah cinta-cintaan. Saya sebet

Mempelajari Karakter Para Cowok di Tiap Bagian Eropa

*I talk a lot about European boys in this blog, but seriously, this is always the hottest topic for girls! ;) Oke, salahkan pengalaman saya yang jadi serial dater  selama tinggal di Eropa. Tapi gara-gara pengalaman ini, saya juga bisa bertemu banyak orang baru sekalian mempelajari karakter mereka. Cowok-cowok yang saya temui ini juga tidak semuanya saya kencani. Beberapa dari mereka saya kenal saat workshop, festival, ataupun dari teman. Beruntung sekali, banyak juga teman-teman cewek yang mau menceritakan pengalamannya saat berkencan dari cowok ini, cowok itu, and all of them have wrapped up neatly in my head!

7 Kebiasaan Makan Keluarga Eropa

Tiga tahun tinggal di Eropa dengan keluarga angkat, saya jadi paham bagaimana elegan dan intimnya cara makan mereka. Bagi para keluarga ini, meja makan tidak hanya tempat untuk menyantap makanan, tapi juga ajang bertukar informasi para anggota keluarga dan pembelajaran bagi anak-anak mereka. Selain table manner , orang Eropa juga sangat perhatian terhadap nilai gizi yang terkandung di suatu makanan hingga hanya makan makanan berkualitas tinggi. Berbeda dengan orang Indonesia yang menjadikan meja makan hanya sebagai tempat menaruh makanan, membuka tudung saji saat akan disantap, lalu pergi ke ruang nonton sambil makan. Selama tinggal dengan banyak macam keluarga angkat, tidak hanya nilai gizi yang saya pelajari dari mereka, tapi juga kebiasaan makan orang Eropa yang sebenarnya sangat sederhana dan tidak berlebihan. Dari kebiasaan makan mereka ini juga, saya bisa menyimpulkan mengapa orang-orang di benua ini awet tua alias tetap sehat menginjak usia di atas 70-an. Kuncinya, pola

Hal yang Harus Diketahui Sebelum Memutuskan Jadi Au Pair

Nyaris empat bulan saya disini, masih banyak saja tanggapan dan respon positif bahkan negatif dari orang terdekat saat tahu saya sedang di luar negeri. Ada yang menganggapnya wah sekali karena beruntung mendapatkan kesempatan ke luar negeri, ada juga yang menganggapnya biasa saja saat tahu pekerjaan saya sebagai au pair. Au pair bukanlah pekerjaan yang berjenjang karir, tapi menurut saya program ini bisa memberikan pengalaman yang keren sekali (atau bahkan buruk sekali). Au pair memang bisa disamakan dengan homestay, sebuah program pertukaran budaya yang ditawarkan oleh beberapa yayasan dan beasiswa di Indonesia. Bedanya, kita juga bisa mencari uang dari keluarga tersebut dengan membantu mereka mengurus anak, bersih-bersih, atau melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya. Upahnya? Jangan dikurs ke rupiah ya. Memang upahnya tergolong tinggi saat dibawa ke Indonesia. Tapi, biaya hidup di Eropa yang juga sama tingginya, menegaskan kalau upah yang kita terima ini sebandin

Guide Untuk Para Calon Au Pair

Kepada para pembaca blog saya yang tertarik menjadi au pair, terima kasih! Karena banyaknya surel dan pertanyaan tentang au pair, saya merasa perlu membuat satu postingan lain demi menjawab rasa penasaran pembaca. Mungkin juga kalian tertarik untuk membaca hal-hal yang harus diketahui sebelum memutuskan jadi au pair  ataupun tips seputar au pair ? Atau mungkin juga merasa tertantang untuk jadi au pair di usia 20an, baca juga cerita saya disini . Saya tidak akan membahas apa itu au pair ataupun tugas-tugasnya, karena yang membaca postingan ini saya percaya sudah berminat menjadi au pair dan minimal tahu sedikit. Meskipun sudah ada minat keluar negeri dan menjadi au pair, banyak juga yang masih bingung harus mulai dari mana. Ada juga pertanyaan apakah mesti pakai agen atau tidak, hingga pertanyaan soal negara mana saja yang memungkinkan peluang kerja atau kuliah setelah masa au pair selesai. Oke, tenang! Saya mencoba menjabarkan lagi hal yang saya tahu demi menjawab rasa penasar