'May 17th' di Pulau Pribadi

Tuesday, 21 May 2019



Bulan Mei adalah Norwegian's month karena setiap tanggal 17, akan ada perayaan terbesar di setiap sudut Norwegia untuk merayakan hari nasional mereka. Setelah penandatanganan konstitusi negara oleh Majelis Eidsvoll pada tahun 1814, secara resmi Norwegia merdeka dan independen dari kekuasaan Swedia selepas Perang Napoleon.

Untuk menghormati semangat patriotik ini, semua orang Norwegia tumpah ruah ke jalanan dan merayakan pesta nasional secara meriah baik berkelompok ataupun personal. Orang-orang biasanya berdandan sangat formal memakai kostum tradisional "Bunad", lalu bersuka cita di jalanan sambil menikmati parade anak-anak, mengibarkan bendera, dan menikmati marching band.

Sudah dua tahun ini saya absen menyaksikan May 17th di Oslo karena harus kerja. Host family saya memang tidak terlalu nyaman dengan keramaian sehingga tiap tahun memutuskan untuk tidak pernah ada di Oslo saat perayaan berlangsung. Alih-alih bersuka cita bersama semua penduduk Oslo, tahun ini saya harus ikut mereka lagi ke pulau pribadi tak jauh dari Bergen.




Mendengar kata-kata 'pulau pribadi' mungkin akan sedikit berlebihan karena kita akan berpikir soal pulau dan mansion mewah yang jauh dari pusat kota. Saya dulu juga berpikir seperti itu. Mungkin karena terlalu sering nonton film Hollywood yang terlalu glamor dan lebay dalam memamerkan harta.

Tapi tidak untuk pulau pribadinya orang Norwegia. Di pulau-pulau kecil biasanya sudah dibangun kabin musim panas atau rumah liburan yang sering diiklankan untuk dijual kembali. Kabin-kabinnya pun sangat khas Norwegia dengan material kayu yang vintage. Uniknya, kebanyakan kabin ini sudah ada sejak abad ke-16.



Bangunan di pulau milik keluarga saya ini sebetulnya sudah dibeli sejak lama oleh keluarga host mom untuk ditempati secara turun-temurun. Bangunannya sangat menarik karena sudah ada sejak abad ke-17. Pulau ini dulunya ditemukan oleh seorang pelayar Belanda yang menjadikan tempat ini terkenal dan dijadikan sentra perdagangan penduduk sekitar. Makanya kata teman saya, interiornya mirip rumah nenek-nenek. Tak usah heran, orang Eropa memang paling bisa menjaga bangunan tua tanpa harus merobohkannya.

Bangunan di pulau ini ada 3, bangunan utama berwarna putih, kamar tamu yang berwarna merah, dan rorbua atau kabin nelayan di depan. Satu lagi kabin kecil untuk mesin kapal dan satu sel mini mirip rumah Hobbit yang dulunya digunakan untuk memasukkan tahanan kriminal sebelum dijebloskan ke penjara di kota. Sounds hystorical, doesn't it?!

Kembali ke acara May 17th keluarga saya, tahun ini lebih sepi dari tahun kemarin karena tamu yang datang hanya 1 keluarga kecil. Tahun lalu lebih ramai karena teman-teman host mom lengkap memakai Bunad, baik yang laki-laki, wanita, dan anak-anak. Meskipun hanya dihadiri 1 keluarga, namun perayaan tetap berjalan seperti biasanya dengan mengadakan parade kereta, bernyanyi bersama, lalu mengibarkan bendera di puncak tertinggi pulau.




Perayaan biasanya diawali dengan minum champagne di pagi hari, lalu menikmati sajian khas seperti telur dadar dan salmon. Karena kali ini acaranya di pulau sendiri, jadinya suasana memang terasa lebih akrab dan syahdu tanpa huru-hara seperti jalanan ibukota. Semua orang bebas melakukan kegiatan apapun setelahnya, dari berperahu sampai berendam sebentar di laguna kecil di sisi pulau.

Karena May 17th adalah acara penting bagi orang Norwegia, tidak ada salahnya berbusana sedikit konservatif saat perayaan berlangsung. Memang tidak ada aturan resmi kita harus memakai apa. Namun lebih baik menghindari baju-baju mini nan ketat atau jins, karena orang-orang Norwegianya sendiri terlihat sangat rapi.



Tahun ini adalah tahun terakhir saya jadi au pair keluarga ini dan tentu saja kesempatan menikmati tiap sudut pulau tidak akan saya lewatkan. Apalagi foto-foto saya tahun kemarin semuanya hilang.

Sejak jadi au pair keluarga mereka, saya akui bahwa nasib saya lebih beruntung dari orang Norwegianya sendiri. Diajak naik kapal menuju Bergen, dibawa ikut ke pulau pribadi, sampai menginap di bangunan tua yang sudah ada sejak lama. Semuanya tentu saja gratis!

Enak kan jadi au pair kalau kebetulan dapat keluarga yang loyal? I am literally working while travelling!




Selamat tinggal, Pulau Pribadi! Kesempatan merayakan May 17th selama dua tahun ini begitu mengesankan dan betul-betul membawa pengalaman sangat menakjubkan bagi saya.

Selamat ulang tahun, Norwegia! Hiipp, hippp, huurrraahh!


3 comments:

  1. Mbak... Kok indah ya :)) Jadi pengen ngerasain nginep di sana :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Emang bagus banget. Ini gak aku tampilin aja foto tiap sudut. Bagus semua dari sisi mana pun. Tenang damai 😉

      Delete