Langsung ke konten utama

Kampus Terbaik di Norwegia: NTNU? UiB? NMBU? UiO?


Norwegia, negara dengan penduduk hanya 5 juta jiwa di utara Eropa ini mungkin lebih dikenal dengan keindahan alamnya yang luar biasa ketimbang kualitas pendidikannya. Namun di antara tahun 2000-2015, terjadi kenaikkan jumlah pelajar internasional yang cukup besar di Norwegia dibandingkan negara lain. Hal ini seperti paradoks mengingat sedikitnya kampus terkenal di Norwegia, tingginya biaya hidup, hingga letak geografis di ujung utara Eropa yang mungkin sama sekali tak menarik untuk ditinggali.

Menurut artikel dari sebuah jurnal berjudul Journal of Studies in International Education yang ditulis oleh Jannecke Wiers-Jenssen, meningkatnya jumlah mahasiswa asing ke Norwegia terbantu dengan adanya perkembangan di bidang pendidikan yang luar biasa. Beberapa di antaranya adalah kelas bahasa Inggris yang meluas, kerja sama dengan banyak kampus lain di luar negeri, kebijakan EU yang mendorong banyak mahasiswa ingin ke Norwegia, serta yang paling utama, gratisnya biaya pendidikan di negara ini. 


Di dalam artikel tersebut juga dijelaskan berbagai motivasi banyak mahasiswa asing belajar di Norwegia terkesan sangat pragmatis, ketimbang tujuan utamanya untuk mendapatkan pendidikan berkualitas tinggi. Alasan utama mereka datang ke Norwegia didominasi oleh bebasnya biaya pendidikan, nyamannya ketahanan dan stabilitas hidup, serta peluang karir yang cukup luas.

Terlepas dari motivasi yang sangat rasional ini, mungkin ada banyak juga di antara kalian yang mulai tertarik ingin kuliah di Norwegia dan penasaran, kira-kira harus kuliah dimana dan kampus mana yang paling top di Norwegia??

Jawabannya, TIDAK ADA!

Saat ini, Norwegia memiliki 10 universitas publik, 6 sekolah tinggi publik, 5 akademi spesialisasi publik, serta 17 sekolah tinggi swasta yang tersebar di sepenjuru negara. Menurut data terbaru dari Times Higher Education (THE), hanya ada 5 universitas di Norwegia yang masuk daftar 600 universitas terbaik di dunia tahun 2020.


Lalu apakah data ini bisa jadi tolak ukur kita dalam memilih kampus terbaik di Norwegia? Menurut saya, tidak. Di Norwegia, sistem pendidikan tidak sama dengan banyak pendidikan di Inggris dan Amerika yang lebih dijadikan komoditas ketimbang bantuan. Norwegia adalah satu-satunya negara di Eropa Utara yang masih menawarkan pendidikan gratis kepada semua warga negara terlepas apapun latar belakangnya dikarenakan pemerintah ingin menjadikan pendidikan sebagai hal yang bukan mewah lagi untuk dinikmati oleh semua orang.

Di sini, semua kampus memiliki keunggulannya sendiri terfokus pada bidang tertentu. Contohnya, University of Oslo (UiO) yang menjadi universitas tertua di Norwegia lebih dikenal untuk belajar Fisika, Sosial-Humaniora, dan Kedokteran. Lalu ada juga Norwegian University of Science and Technology (NTNU), bagi yang tertarik belajar ilmu teknik. University of Bergen (UiB) lebih dikenal di bidang sains terapan. Yang tertarik belajar kehidupan dan organisme, bisa melirik Norwegian University of Life Sciences (NMBU). BI Norwegian Business School dan Norwegian School of Economics (NHH) adalah kampus yang tepat bagi yang ingin belajar ilmu keuangan dan bisnis. Bahkan kalau tertarik mendalami dunia olahraga, Norwegian School of Sport Sciences (NiH) adalah kampus terbaik yang bisa kamu pilih!

Menurut saya, kampus di Norwegia sebetulnya sangat unik dan terspesialisasi tanpa harus rebutan siapa yang paling baik. Misal, kamu kebetulan mencari sekolah seni, desain atau DKV di Norwegia, pilihannya bisa ke The Oslo School of Architecture and Design (AHO), Oslo National Academy of the Arts (KHiO), atau Høyskolen Kristiania. Juga yang tertarik belajar ilmu baru semisal Ilmu terapan dan Arktik, ada University of Tromsø (UiT) di Norwegia Utara yang akan mengajarkan mu banyak hal di sana. Karena di Norwegia juga banyak yang tertarik belajar ilmu alkitab, ada sekolah khusus MF Norwegian School of Theology, Religion and Society yang bisa kamu pertimbangkan.


Jadi bukan berarti, yang kuliah di BI lebih jelek dari UiO hanya gara-gara BI itu kampus swasta. Logisnya, BI itu adalah kampus swasta berbayar yang memang terspesialisasi di bidang bisnis dan keuangan. Bagi orang lokalnya sendiri, BI adalah salah satu sekolah bisnis terpercaya yang memberikan janji berlebih agar para lulusannya bisa cepat dapat kerja setelah lulus kuliah. Makanya tak heran bahwa biaya pendidikannya pun tinggi dan yang ingin kuliah di sana pun banyak jumlahnya, terutama dari kalangan anak-anak orang berduit yang memimpikan kerja di kantoran! (Baca ini agar kamu tak merasa angkuh hanya karena bisa berkuliah di kampus negeri: Janteloven: Belajar Humble dari Orang Norwegia!)

Stop juga meromantisasi education pageant layaknya "The World Best..." karena standar perkembangan pendidikan kampus di Norwegia memang tidaklah sama. Meskipun, jika ingin dibandingkan dengan kampus-kampus top seantero Nordik, sampai tahun 2020 pun Norwegia memang masih kalah jauh dari sistem pendidikan yang berbasis ilmiah di Denmark dan Swedia.


Meskipun masih kalah jauh, namun kualitas pendidikan di Norwegia boleh diacungi jempol. University of Oslo (UiO), misalnya, memiliki berbagai macam program penelitian dari mulai Kewirausahaan sampai Fisika, dan juga dikenal dengan peraih Nobel yang telah mereka hasilkan selama bertahun-tahun. NTNU sebagai salah satu kampus favorit yang banyak mengeluarkan lulusan teknik, terkenal sebagai kampus dengan ekosistem startup terbaik di Norwegia. Banyak sekali pemilik perusahaan startup yang memulai bisnis hardware maupun software mereka saat masih kuliah, meskipun dengan latar belakang ilmu teknik.

Persaingan di beberapa jurusan pun sangat kompetitif karena hanya menerima tidak lebih dari 20 mahasiswa saja setiap tahunnya. Untuk dapat nilai A pun bisa jadi perjuangan yang melelahkan karena banyak dosen dan profesor memiliki kualifikasi nilai yang sangat ketat. Makanya di Norwegia ini, dapat B saja sudah syukur karena artinya kita sudah cukup menguasai materi ajar yang sudah diberikan.

So, masih worth-it kah kuliah di Norwegia mengingat banyak kampusnya yang tak terlalu terkenal di dunia? 

Sebagai seorang mahasiswi yang sedang menyelesaikan kuliah Master di Norwegia, saya merasa studi di sini sangat valuable dan worth-it! Sistem pendidikan dan kampus sangat ramah mahasiswa, mudah diakses, dan juga interaksi antara kita dan pengajar bagai benang yang sangat tipis. Dosen tidak perlu dikejar-kejar hanya untuk minta tanda tangan. Di sini, para pengajar malah sangat care dengan progress mahasiswa di kelas. Bagi saya yang dari dulu punya mimpi besar bisa berkuliah di luar negeri tanpa merepotkan orang tua, Norwegia menjadikan mimpi saya nyata dengan menawarkan pendidikan gratis dan kualitas pendidikan kelas dunia. 


Tapi kalau kalian tertarik kuliah di Eropa Utara dan masih merasa kuliah di kampus bergengsi adalah hal yang paling membanggakan, might be Norway is not for you. Selain dingin dan gelapnya negara ini, kehidupan di sini pun mungkin akan membosankan untuk beberapa orang. You could probably stir down to Denmark or Sweden for dynamic vibes, bigger opportunities, and well-known universities!



Komentar

  1. Hi, Nin! Aku ada rencana lanjut kuliah setelah selesai ikut program aupair di Bergen. Apa kalau daftar kuliah harus dengan jurusan yang linear? Misal aku lulusan Sastra Inggris, jadi harus pilih jurusan yang berhubungan dengan jurusan yang diambil waktu S1 di Indonesia?

    Nisa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahh.. Baru tau nih ada au pair lagi di Bergen :) Kamu udah berapa lama di Bergen, Nis?

      Iya, di sini S2 harus linear sama jurusan S1 kita kemaren. Karena di persyaratannya sendiri sangat jelas kalo kita mesti memenuhi berapa kredit nilai dari yang mereka tentukan. Meski kamu pernah kerja di bidang yang beda dengan jurusan S1, tapi ujung2nya S2 di sini nyasar poinnya ke ijazah kamu. Aku ditolak 2 kampus karena jurusan ku gak linear, pun temen ku juga gitu.

      Kalo kamu SasIng misalnya, berarti nyasarnya ke SosHum arah2 Linguistik gitu, menurut aku sih :) Sukses ya apply kuliahnya!

      Hapus
  2. Hi nin, seneng banget ketemu blog kamu memberi banyak banget informasi khususnya kayak aku yg kedepan pengen banget lanjut S3 di Norway kalau engga Sweden (masih terombang-ambing :') ) jatuh cinta banget aku tuh sama negara-negara scandinavia. Ditunggu postingan2 selanjutnya ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank you banget udah mampir!! Aaammiinn, semoga kesampean ya bisa lanjut S3 di negeri nan utara ini :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bule Ketemu Online, Bisakah Serius?

( PERHATIAN!!! SAYA BANYAK SEKALI MENERIMA TESTIMONIALS SOAL COWOK-COWOK DARI INGGRIS YANG MEMINTA ALAMAT SI CEWEK YANG DIKENAL VIA ONLINE. FYI , HAMPIR SEMUA MODUS PENIPUAN SEPERTI INI BERASAL DARI INGGRIS DAN AMERIKA! JANGAN PERNAH TERTIPU KEMASAN KULIT PUTIHNYA, KARENA BISA JADI YANG KALIAN AJAK CHATTING -AN ATAU VIDEO CALL -AN ITU ADALAH PENIPU !! JANGAN PERNAH BERI DATA DIRI SEPERTI NAMA LENGKAP, ALAMAT, SERTA NOMOR IDENTITAS ATAU KARTU KREDIT KE ORANG-ORANG ASING LEWAT DUNIA DIGITAL! BE SMART, BE AWARE, AND PLEASE JANGAN DULU BAPERAN KALO ADA YANG MENGAJAK NIKAH PADAHAL BARU SEMINGGU KENAL!!!) Selain berniat jadi au pair, ternyata blog saya banyak dikunjungi oleh cewek-cewek Indonesia yang ingin pacaran atau sedang dekat dengan bule. Gara-gara tulisan tentang cowok Eropa dan cowok Skandinavia , banyak pembaca blog yang mengirim surel ke saya dan curhat masalah cintanya dengan si bule. Aduh, padahal saya jauh dari kata "ahli" masalah cinta-cintaan. Saya sebetu

Mempelajari Karakter Para Cowok di Tiap Bagian Eropa

*I talk a lot about European boys in this blog, but seriously, this is always the hottest topic for girls! ;) Oke, salahkan pengalaman saya yang jadi serial dater  selama tinggal di Eropa. Tapi gara-gara pengalaman ini, saya juga bisa bertemu banyak orang baru sekalian mempelajari karakter mereka. Cowok-cowok yang saya temui ini juga tidak semuanya saya kencani. Beberapa dari mereka saya kenal saat workshop, festival, ataupun dari teman. Beruntung sekali, banyak juga teman-teman cewek yang mau menceritakan pengalamannya saat berkencan dari cowok ini, cowok itu, and all of them have wrapped up neatly in my head! Secara umum, tulisan yang saya ceritakan disini murni hasil pengalaman pribadi, pengalaman teman, ataupun si cowok yang menilai bangsanya secara langsung. Letak geografis Eropanya mungkin sedikit rancu, tapi saya mengelompokkan mereka berdasarkan jarak negara dan karakter yang saling berdekatan. Kita semua benci stereotipe, tapi walau bagaimana pun kita tetaplah bagi

7 Kebiasaan Makan Keluarga Eropa

Tiga tahun tinggal di Eropa dengan keluarga angkat, saya jadi paham bagaimana elegan dan intimnya cara makan mereka. Bagi para keluarga ini, meja makan tidak hanya tempat untuk menyantap makanan, tapi juga ajang bertukar informasi para anggota keluarga dan pembelajaran bagi anak-anak mereka. Selain table manner , orang Eropa juga sangat perhatian terhadap nilai gizi yang terkandung di suatu makanan hingga hanya makan makanan berkualitas tinggi. Berbeda dengan orang Indonesia yang menjadikan meja makan hanya sebagai tempat menaruh makanan, membuka tudung saji saat akan disantap, lalu pergi ke ruang nonton sambil makan. Selama tinggal dengan banyak macam keluarga angkat, tidak hanya nilai gizi yang saya pelajari dari mereka, tapi juga kebiasaan makan orang Eropa yang sebenarnya sangat sederhana dan tidak berlebihan. Dari kebiasaan makan mereka ini juga, saya bisa menyimpulkan mengapa orang-orang di benua ini awet tua alias tetap sehat menginjak usia di atas 70-an. Kuncinya, pola

First Time Au Pair, Ke Negara Mana?

Saya ingat betul ketika pertama kali membuat profil di Aupair World, saya begitu excited memilih banyak negara yang dituju tanpa pikir panjang. Tujuan utama saya saat itu adalah Selandia Baru, salah satu negara impian untuk bisa tinggal. Beberapa pesan pun saya kirimkan ke host family di Selandia Baru karena siapa tahu mimpi saya untuk bisa tinggal disana sebentar lagi terwujud. Sangat sedikit  host family dari sana saat itu, jadi saya kirimkan saja aplikasi ke semua profil keluarga yang ada. Sayangnya, semua menolak tanpa alasan. Hingga suatu hari, saya menerima penolakan dari salah satu keluarga yang mengatakan kalau orang Indonesia tidak bisa jadi au pair ke Selandia Baru. Duhh! Dari sana akhirnya saya lebih teliti lagi membaca satu per satu regulasi negara yang memungkinkan bagi pemegang paspor Indonesia. Sebelum memutuskan memilih negara tujuan, berikut adalah daftar negara yang menerima au pair dari Indonesia; Australia (lewat Working Holiday Visa ) Austria Amerika

Berniat Pacaran dengan Cowok Skandinavia? Baca Ini Dulu!

"Semua cowok itu sama!" No! Tunggu sampai kalian kenalan dan bertemu dengan cowok-cowok tampan namun dingin di Eropa Utara. Tanpa bermaksud menggeneralisasi para cowok ini, ataupun mengatakan saya paling ekspert, tapi cowok Skandinavia memang berbeda dari kebanyakan cowok lain di Eropa. Meskipun negara Skandinavia hanya Norwegia, Denmark, dan Swedia, namun Finlandia dan Islandia adalah bagian negara Nordik, yang memiliki karakter yang sama dengan ketiga negara lainnya. Tinggal di bagian utara Eropa dengan suhu yang bisa mencapai -30 derajat saat musim dingin, memang mempengaruhi karakter dan tingkah laku masyarakatnya. Orang-orang Eropa Utara cenderung lebih dingin terhadap orang asing, ketimbang orang-orang yang tinggal di kawasan yang hangat seperti Italia atau Portugal. Karena hanya mendapatkan hangatnya matahari tak lebih dari 3-5 minggu pertahun, masyarakat Eropa Utara lebih banyak menutup diri, diam, dan sedikit acuh. Tapi jangan salah, walaupun dingin dan hampa