Langsung ke konten utama

5 Sumber Gratis Belajar Bahasa Norwegia Secara Mandiri


Tidak seperti bahasa Jerman, Prancis, atau Belanda yang lebih terkenal, saya cukup amazed saat tahu ada beberapa orang di Indonesia tertarik belajar bahasa Norwegia. Beberapa dari mereka bahkan bertanya ke saya sumber belajar yang bisa digunakan mengingat tak ada yang menyelenggarakan kursusnya di Indonesia.

Hanya dituturkan oleh 5,5 juta orang di Eropa Utara, bahasa Norwegia yang merupakan rumpun akar bahasa Jermanik sebetulnya bukanlah bahasa populer untuk dipelajari. Rasanya tak ada alasan yang kuat mempelajari bahasa ini jika kamu tak punya niat tinggal di negaranya langsung. Kebanyakan imigran yang tinggal di Norwegia pun sebetulnya hanya belajar mati-matian karena dua hal, syarat dapat pekerjaan dan sedang proses ingin mendapatkan PR (Permanent Residence) serta ganti kewarganegaraan. Di samping itu, masih banyak yang malas belajar karena mayoritas orang Norwegia lancar berbahasa Inggris.

Tapi berita baiknya, Norwegia masuk ke dalam negara Skandinavia yang memiliki bahasa serumpun dengan dua negara tetangganya, Swedia dan Denmark. Secara lisan, bahasa Norwegia sangat mirip dengan bahasa Swedia dan mereka biasanya bisa mengerti satu sama lain. Sementara tulisan, kita bisa lebih mudah memahami bahasa Denmark karena alfabet yang dipakai sama. Nilai plusnya, kita punya kelebihan menguasai bahasa asing lain selain bahasa Inggris. Karena kenapa, English is boring :b


Anyway, mungkin ini akan jadi postingan cukup panjang bagi yang memang tertarik belajar bahasa Norwegia entah apapun alasannya. Namun yang pertama, kalian harus tahu dulu bahwa ada tiga bahasa yang digunakan di Norwegia, yaitu Bokmål, Nynorsk, dan Sami. Bokmål (baca: Bukmol) adalah bahasa utama yang paling banyak dituturkan, sementara Nynorsk (Norwegia Baru) lebih sering digunakan lewat tulisan atau hanya sekitar 15% dari total populasi yang menggunakannya sehari-hari. Kalau mau ditarik dari sejarahnya, Bokmål lebih banyak bertransisi dari bahasa Denmark, sementara Nynorsk adalah gabungan dari banyak dialek Norwegia yang dipadu-padankan menjadi satu bahasa. Bahasa ketiga adalah Sami yang sebetulnya sangat berbeda karena punya akar Finno-Ugrian yang lebih mirip bahasa Finlandia-Hungaria-Estonia dan hanya dituturkan kurang dari 1% populasi Norwegia.

Yang kedua, saya tidak pernah tinggal di Jakarta dan tidak tahu apakah ada kursus yang pernah dibuka, baik oleh kedutaan besar ataupun individual. Saya belajar bahasa Norwegia di negaranya langsung dan segala material yang dibutuhkan pun langsung didapat dari sini. Kursus bahasa Norwegia di sini juga tak murah karena dijadikan komoditas bagi para imigran yang memang niat tinggal untuk cari kerja dan ganti kewarganegaraan. Kecuali pindah ke Norwegia atas dasar ikut pasangan, semua biaya di tempat kursus harus ditanggung sendiri.


Kalau kalian berniat belajar bahasa Norwegia secara mandiri di rumah, sebetulnya sangat memungkinkan. Ada cukup banyak sumber belajar online gratis yang bisa digunakan, meskipun belajar otodidak juga butuh komitmen kuat. Satu lagi, karena Nynorsk dan Sami bukanlah bahasa utama yang digunakan, BokmÃ¥l adalah bahasa yang wajib kita pelajari. Berikut daftar kelas dan material gratis yang saya rangkum!

1. Kelas daring

A1


Level paling dasar untuk para new beginners yang sama sekali belum tahu atau hanya tahu satu dua kata dalam bahasa Norwegia. Menemukan materi berbahasa Inggris untuk level ini sebetulnya cukup sulit. Tapi sebagai kickstart, kalian bisa mengecek beberapa situs di bawah ini! 

Exploring Norwegian Grammar

Seperti judulnya, Exploring Norwegian Grammar ditujukan bagi pelajar mandiri yang ingin memahami tata bahasa dalam bahasa Norwegia. 

Norsk på 1-2-3 - nettoppgaver

Di Norwegia, banyak latihan di internet dibuat berdasarkan sumber asli dari buku cetak yang juga bisa sekalian dibeli. Seperti contohnya situs ini, merupakan sumber latihan menulis berasal dari buku Norsk på 1-2-3 yang digunakan di tempat kursus. Tapi meskipun tak punya bukunya, tak masalah juga latihan dulu menyelesaikan soal-soalnya.


Kelas bahasa Norwegia gratis yang diselenggarakan oleh Norwegian University of Science and Technology (NTNU) berisi konten tentang tata bahasa, pelafalan, kosakata, serta percakapan dasar.


A1-A2

Setelah mulai mengetahui beberapa kalimat dan kata di level paling dasar, saya menyarankan mulai berlatih menyelesaikan soal yang semua intstruksinya menggunakan bahasa Norwegia. Mengapa, untuk membiasakan kita berpikir dalam bahasa Norwegia dan tidak selalu menghubungkan ke tata bahasa Inggris yang kadang tidak relevan. Sebetulnya tidak terlalu sulit, karena yang harus kita tahu hanyalah kata per kata, bukan instruksi panjang berupa kalimat. Contohnya, setidaknya kita tahu "øve til prøve" itu artinya "latihan soal" sebelum mengklik laman. Berikut kursus daring yang bisa dicoba!

PÃ¥ vei - nettoppgaver

Her bor vi 1 





A2-B1

Kalau sampai di level ini, selamat! Menurut saya, tak banyak orang yang bisa berada di level Lower Intermediate dengan cukup baik, apalagi hanya belajar secara mandiri. Yang bisa mendapatkan sertifikat A2 di Norwegia tentu banyak, tapi yang bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari sangat sedikit. Makanya kalau kamu sudah berhasil sampai di sini, you are doing a great job! Saatnya belajar lebih sulit dan penuh tantangan!





B1-B2

Level dimana kita akan lebih banyak belajar tentang sejarah dan kultur bermasyarat di Norwegia yang super menarik untuk diketahui! Kalau sukses belajar dan lulus di level ini, artinya kemampuan bahasa Norwegia kita sudah sangat baik. Para imigran yang lulus sampai Level 2 atau B2 juga berkualifikasi mendaftar ke universitas berbahasa pengantar Norwegia, serta melamar kerja jadi guru TK dan asisten di klinik kesehatan.





2. Games

Percayalah, belajar otodidak dengan hanya mengandalkan kelas daring itu sangat membosankan! Sesekali, kita perlu belajar lewat material yang lebih interaktif semisal games. Beberapa games di bawah ini sangat saya rekomendasikan untuk melatih pelafalan, tanpa harus selalu belajar soal tata bahasa!

DuoLingo (Maksimum fasih di Level B1/B2)

Dengan 38 bahasa yang tersedia, kamu bisa belajar bahasa apapun di dunia hanya lewat games berikon burung hijau ini. Tak sama seperti 4 tahun lalu saat belajar bahasa Denmark, sekarang tampilan DuoLingo menurut saya lebih intuitif dan semakin menantang dengan kompetisi peringkat dari Bronze sampai Diamond. Banyak kritik yang mengatakan bahwa belajar DuoLingo tak akan membuat kita fasih berbahasa asing karena banyak struktur kata yang kacau balau. Hal ini bisa juga disebabkan oleh  pelafalan yang tak diucapkan langsung oleh native speakers sehingga kadang terdengar kurang jelas. Hanya saja, games ini tetap saya rekomendasikan karena sangat berguna untuk menambah kosakata baru, melatih pendengaran, dan juga pengucapan. Saya malah lebih banyak mendapatkan kosakata untuk percakapan sehari-hari dari DuoLingo ketimbang belajar di kelas. 

Loecsen (Bahasa turis)

Bagi yang tidak terlalu fasih berbahasa Inggris, situs yang sebetulnya lebih mirip kursus daring ini bisa digunakan karena tersedia terjemahan bahasa Indonesia! Tidak sama seperti games pada umumnya, di sini kamu akan dilatih mendengar pelafalan bahasa Norwegia dengan lebih jelas sekalian menjawab beberapa pertanyaan kuis.


CALST adalah sebuah program yang sangat berguna sebagai latihan pelafalan serta menulis dengan menyediakan ribuan kosakata dan ekspresi. Program ini sangat direkomendasikan bagi kalian yang sudah menguasai Level A2 dan ingin menguji pelafalan bahasa Norwegia dengan lebih jelas. Selain itu, kita juga bisa mengubah dialek Norwegia yang ingin dipelajari. Lucunya lagi, CALST ini mengharuskan kita merekam, mendengar, dan mengevaluasi sendiri pelafalan suara yang sudah direkam. Mungkin sedikit aneh bagi orang-orang yang benci mendengar rekaman suara mereka sendiri 😬


3. Surat kabar digital

Latihan tata bahasa dalam penulisan, pelafalan, dan pendengaran sudah, maka selanjutnya adalah latihan membaca. Menurut saya, orang dewasa yang mulai belajar bahasa baru dengan cara sering melihat buku teks biasanya lebih cepat mengerti isi tulisan ketimbang apa yang orang lain katakan. Saatnya belajar lebih banyak tentang Norwegia lewat surat kabar gratisan berikut!


Awalnya dibuat, Klar Tale merupakan koran digital yang dikhususkan bagi penderita disleksia. Lama-kelamaan, koran ini sering direkomendasikan oleh para guru di tempat kursus bahasa sebagai material tambahan bagi para imigran yang ingin belajar bahasa Norwegia lewat bacaan. Di sini, kita bisa menemuka banyak artikal mulai dari berita olahraga sampai nasional ditulis menggunakan bahasa sederhana dan kalimat pendek yang sangat cocok untuk latihan. Tambahannya lagi, kita juga bisa mendengarkan isi berita yang sedang dibaca melalui fitur suara untuk tahu cara pengucapan yang tepat.


Bagi yang malas membaca, saya sarankan menonton berita tapi versi lebih mudah. NRK Super merupakan kanal TV yang isinya tak hanya menayangkan tontonan kartun tapi juga berita yang cocok untuk anak-anak. Bagusnya, kita bisa mengaktifkan teks saat menonton untuk tahu bagaimana orang Norwegia mengucapkan satu kalimat dengan baik. Namun jangan bingung jika menemukan beberapa kata yang pelafalannya tak sesuai dengan kursus daring yang sudah kita ikuti. Ada puluhan dialek di Norwegia yang mungkin akan membuat para new learners bingung. Tapi karena NRK Super ini biasanya hanya menggunakan bahasa sehari-hari yang sederhana, untuk awal-awal jangan repot memikirkan lafal dialeknya. Pakai saja pelafalan yang sudah kita ketahui di awal belajar.


Sedikit lebih advance, koran kampus digital terbesar di Norwegia ini juga menyediakan isi konten yang menarik berisi informasi kehidupan mahasiswa. Selain lebih banyak mengulas masalah pendidikan di perguruan tinggi di sekitaran Oslo, Universitas juga menyediakan laman kuis trivia serta jokes lokal.


Dua koran digital ini sebetulnya bernaung di satu payung media yang sama, namun sedikit berbeda dari segi isi dan layout. VG isinya lebih fun berisi artikel berita internasional sampai gaya hidup, sementara Aftenposten adalah koran terbesar di Norwegia dengan versi formal dengan layout lebih rapi. Keduanya memiliki isi konten tak sesederhana dua koran di awal, namun mungkin bisa jadi bahan bacaan latihan jika level bahasa Norwegia kalian sudah di B-Level atau Intermediate.


4. Kanal YouTube

Yang suka nonton YouTube, hanya ada dua kanal asli Norwegia yang saya rekomendasikan dalam proses pembelajaran. Memang ada banyak kanal yang berusaha menawarkan pelajaran dasar, namun dua kanal di bawah menurut saya adalah yang paling dedikatif.


Berpengalaman sebagai pengajar bahasa selama bertahun-tahun, Karense sangat berdedikasi dan sabar membuat banyak video mengajar bahasa Norwegia untuk level A-B dalam dialek Oslo. Bagusnya lagi, sang guru langsung mengajar dengan bahasa pengantar lokal sehingga membuat kita terbiasa dengan bahasa tersebut. Tenang saja, beliau akan melambatkan intonasi sesuai dengan level belajar agar mudah dipahami. Karena menggunakan bahasa pengantar lokal, kita akan terlatih berpikir menggunakan bahasa yang sedang dipelajari kalau sering terpapar bahasa tersebut. Hanya saja, karena videonya sangat basic dan cukup panjang, beberapa orang bisa jadi akan bosan dan mengantuk menonton video ini terlalu lama.


Berbeda dengan Karense yang menggunakan bahasa pengantar lokal dengan dialek Oslo, Karin berbicara menggunakan dialek Stavanger dan memilih menggunakan bahasa Inggris untuk beberapa videonya. Tak hanya tentang pelajaran bahasa Norwegia, beliau juga banyak membagikan informasi seputar cari kerja di Norwegia, tips cepat beradaptasi di sini, sampai momen terbaik bersama keluarga.


5. Kamus

Ingat pertama kali kita belajar bahasa Inggris dan mulai bingung kemana menejermahkan satu kata? Yang dicari adalah kamus karena saat itu memang belum ada Google Translate. Masalahnya sekarang, tak semua kata yang kita terjemahkan lewat mesin penerjemah semacam Google bisa dipercaya. Cara terbaiknya, kita bisa menggunakan kamus daring yang disediakan secara resmi untuk belajar bahasa asing. Contohnya:


Kamus resmi yang semua definisi dan kosakatanya hanya tersedia dalam bahasa Norwegia. 


Kamus alternatif dengan terjemahan Inggris ke Norwegia, dan sebaliknya.


6. (Tambahan) Tes penempatan level


Bagi yang penasaran mengecek level bahasa Norwegia secara gramatikal, bisa coba tes mandiri dengan mengisi soal-soal yang disediakan oleh University of Oslo (UiO) ini. Sebenarnya tes ini hanya diperuntukkan bagi para mahasiswa internasional sebagai placement test untuk belajar bahasa di kampus. Tapi lumayan juga untuk sekedar mengecek level bahasa kita sudah sampai mana.


Tes gratisan yang biasanya dipakai Alfaskolen, salah satu tempat kursus di Oslo, untuk penempatan level. Lumayan untuk menguji seberapa mahirnya kita dalam gramatikal tulisan.

⚘ ⚘ ⚘

Bahan materi yang saya rangkum di atas sebetulnya mirip-mirip satu sama lain dan kalian tidak perlu menggunakan semua sumber. Pilih saja sumber yang materi dan interface-nya kalian suka agar proses belajar lebih menyenangkan. Sengaja juga tidak saya tambahkan sumber tontonan atau lagu dikarenakan bahasa Norwegia yang digunakan sering menggunakan dialek. Ada baiknya kita tahu dulu dasarnya sebelum banyak memahami dialek orang sini karena akan sangat membingungkan di awal.

Belajar bahasa Norwegia secara otodidak pure lewat internet tentunya butuh komitmen dan keseriusan yang tinggi karena yang pelajaran lebih banyak tentang segi tulisan ketimbang lisan. Berbeda jika kalian tinggal di Norwegia langsung, dimana praktik menggunakan bahasa dalam kehidupan sehari-hari lebih mudah. Meskipun, hal tersebut juga tidak mutlak bagi semua orang. Di sini sangat banyak orang yang sudah belajar bertahun-tahun tapi masih belum lancar karena semakin dewasa, kita jadi semakin takut salah. Apalagi kalau tidak dibiasakan setiap hari berbicara, mendengar, dan membaca dalam bahasa Norwegia, hilang sudah pelajaran yang sudah pernah diikuti.


Kalau perlu teman chatting menggunakan bahasa Norwegia dasar, boleh langsung DM ke Instagram saya untuk latihan. Good luck belajar bahasa Norwegia secara mandiri! Vi klarer det!



Komentar

  1. Hai ka Nin, salam kenal. Menarik sekali blognya, buaaaanyak informasi yg sangat bermanfaat sekali disini. Terimakasih sudah berbagi ya kak.
    Mau tanya ka, untuk proses mendapatkan sertifikatnya itu sendiri agar bisa coba2 apply utk cari kerja disana seperti apa yaa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal, Asri! :) Thank you ya udah mampir ke sini.
      Semoga kalo ada waktu dan kebetulan lagi gabut, bisa baca2 postingan ku yang lain.

      Untuk sertifikatnya sendiri, harus daftar kursus dulu baru bisa dapet. Tapi di Norwegia ini gak mesti pake sertifikat kok kalo mau daftar kerja. Biasanya yang cuma butuh sertifikat itu kalo kamu mau ngelamar jadi asisten guru TK. Selebihnya, gak perlu.

      Hapus
  2. Hi salam kenal, suka banget deh ada yang menjelaskan tentang bahasa norwegia :D Kebetulan banget pengen belajar bahasa ini sedikit demi sedikit untuk penunjang kedepan mau melanjutkan study kesini (amin!). Gaya bahasa blognya juga asik isinya apalagi asik banget!
    Terimakasih banyak sudah berbagi banyak sekali informasinya, ditunggu terus postingan2 blognya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank you banget Maria udah mampir! :) Ayookk, belajar bareng2 yuk biar makin cakep bahasa Norwegianya. Semoga cepat terlaksana ya planning-nya untuk kuliah di sini.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bule Ketemu Online, Bisakah Serius?

( PERHATIAN!!! SAYA BANYAK SEKALI MENERIMA TESTIMONIALS SOAL COWOK-COWOK DARI INGGRIS YANG MEMINTA ALAMAT SI CEWEK YANG DIKENAL VIA ONLINE. FYI , HAMPIR SEMUA MODUS PENIPUAN SEPERTI INI BERASAL DARI INGGRIS DAN AMERIKA! JANGAN PERNAH TERTIPU KEMASAN KULIT PUTIHNYA, KARENA BISA JADI YANG KALIAN AJAK CHATTING -AN ATAU VIDEO CALL -AN ITU ADALAH PENIPU !! JANGAN PERNAH BERI DATA DIRI SEPERTI NAMA LENGKAP, ALAMAT, SERTA NOMOR IDENTITAS ATAU KARTU KREDIT KE ORANG-ORANG ASING LEWAT DUNIA DIGITAL! BE SMART, BE AWARE, AND PLEASE JANGAN DULU BAPERAN KALO ADA YANG MENGAJAK NIKAH PADAHAL BARU SEMINGGU KENAL!!!) Selain berniat jadi au pair, ternyata blog saya banyak dikunjungi oleh cewek-cewek Indonesia yang ingin pacaran atau sedang dekat dengan bule. Gara-gara tulisan tentang cowok Eropa dan cowok Skandinavia , banyak pembaca blog yang mengirim surel ke saya dan curhat masalah cintanya dengan si bule. Aduh, padahal saya jauh dari kata "ahli" masalah cinta-cintaan. Saya sebetu

Mempelajari Karakter Para Cowok di Tiap Bagian Eropa

*I talk a lot about European boys in this blog, but seriously, this is always the hottest topic for girls! ;) Oke, salahkan pengalaman saya yang jadi serial dater  selama tinggal di Eropa. Tapi gara-gara pengalaman ini, saya juga bisa bertemu banyak orang baru sekalian mempelajari karakter mereka. Cowok-cowok yang saya temui ini juga tidak semuanya saya kencani. Beberapa dari mereka saya kenal saat workshop, festival, ataupun dari teman. Beruntung sekali, banyak juga teman-teman cewek yang mau menceritakan pengalamannya saat berkencan dari cowok ini, cowok itu, and all of them have wrapped up neatly in my head! Secara umum, tulisan yang saya ceritakan disini murni hasil pengalaman pribadi, pengalaman teman, ataupun si cowok yang menilai bangsanya secara langsung. Letak geografis Eropanya mungkin sedikit rancu, tapi saya mengelompokkan mereka berdasarkan jarak negara dan karakter yang saling berdekatan. Kita semua benci stereotipe, tapi walau bagaimana pun kita tetaplah bagi

7 Kebiasaan Makan Keluarga Eropa

Tiga tahun tinggal di Eropa dengan keluarga angkat, saya jadi paham bagaimana elegan dan intimnya cara makan mereka. Bagi para keluarga ini, meja makan tidak hanya tempat untuk menyantap makanan, tapi juga ajang bertukar informasi para anggota keluarga dan pembelajaran bagi anak-anak mereka. Selain table manner , orang Eropa juga sangat perhatian terhadap nilai gizi yang terkandung di suatu makanan hingga hanya makan makanan berkualitas tinggi. Berbeda dengan orang Indonesia yang menjadikan meja makan hanya sebagai tempat menaruh makanan, membuka tudung saji saat akan disantap, lalu pergi ke ruang nonton sambil makan. Selama tinggal dengan banyak macam keluarga angkat, tidak hanya nilai gizi yang saya pelajari dari mereka, tapi juga kebiasaan makan orang Eropa yang sebenarnya sangat sederhana dan tidak berlebihan. Dari kebiasaan makan mereka ini juga, saya bisa menyimpulkan mengapa orang-orang di benua ini awet tua alias tetap sehat menginjak usia di atas 70-an. Kuncinya, pola

First Time Au Pair, Ke Negara Mana?

Saya ingat betul ketika pertama kali membuat profil di Aupair World, saya begitu excited memilih banyak negara yang dituju tanpa pikir panjang. Tujuan utama saya saat itu adalah Selandia Baru, salah satu negara impian untuk bisa tinggal. Beberapa pesan pun saya kirimkan ke host family di Selandia Baru karena siapa tahu mimpi saya untuk bisa tinggal disana sebentar lagi terwujud. Sangat sedikit  host family dari sana saat itu, jadi saya kirimkan saja aplikasi ke semua profil keluarga yang ada. Sayangnya, semua menolak tanpa alasan. Hingga suatu hari, saya menerima penolakan dari salah satu keluarga yang mengatakan kalau orang Indonesia tidak bisa jadi au pair ke Selandia Baru. Duhh! Dari sana akhirnya saya lebih teliti lagi membaca satu per satu regulasi negara yang memungkinkan bagi pemegang paspor Indonesia. Sebelum memutuskan memilih negara tujuan, berikut adalah daftar negara yang menerima au pair dari Indonesia; Australia (lewat Working Holiday Visa ) Austria Amerika

Berniat Pacaran dengan Cowok Skandinavia? Baca Ini Dulu!

"Semua cowok itu sama!" No! Tunggu sampai kalian kenalan dan bertemu dengan cowok-cowok tampan namun dingin di Eropa Utara. Tanpa bermaksud menggeneralisasi para cowok ini, ataupun mengatakan saya paling ekspert, tapi cowok Skandinavia memang berbeda dari kebanyakan cowok lain di Eropa. Meskipun negara Skandinavia hanya Norwegia, Denmark, dan Swedia, namun Finlandia dan Islandia adalah bagian negara Nordik, yang memiliki karakter yang sama dengan ketiga negara lainnya. Tinggal di bagian utara Eropa dengan suhu yang bisa mencapai -30 derajat saat musim dingin, memang mempengaruhi karakter dan tingkah laku masyarakatnya. Orang-orang Eropa Utara cenderung lebih dingin terhadap orang asing, ketimbang orang-orang yang tinggal di kawasan yang hangat seperti Italia atau Portugal. Karena hanya mendapatkan hangatnya matahari tak lebih dari 3-5 minggu pertahun, masyarakat Eropa Utara lebih banyak menutup diri, diam, dan sedikit acuh. Tapi jangan salah, walaupun dingin dan hampa